Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
80


__ADS_3

beberapa waktu setelah aya di bawa oleh orang - orang alika.


Di kampus.


" ck sialaaannnnnnnnnnn " teriak revan dengan frustasi. Tangan nya mulai mengotak atik laptop nya.


TRING TRING


Terlihat di layar ponsel, ID pemanggil menampilkan MIRA BISNIS1. Itu mira, sahabat aya.


📞 : " assalamualaikum,


📞 : " waalaikum salam, kak.. Kak.. Ay .. Aya "


📞 : " saya tahu, ini saya sedang mencari nya. Sebenar nya apa yang kalian lakukan HAH ?


📞 : "hu hu hu, ma .. Maafkan kami kak, tadi ada yang memanggil aya, dia bilang jika aya di panggil untuk keruangan bu anis,. Kami sudah mau mengantar, tetapi aya bersikeras untuk datang sendiri. "


" lalu kami akhirnya mengalah. Tapi 15 menit aya nggak balik - balik dan tidak mengirimkan pesan kepada kami, aku dan rani langsung menyusul nya ke rungan bu nais, tetapi bu anis juga kebingungan karena menurut beliau, beliau tidak pernah memanggil aya. Kami panik dan akhirnya aku telpon kakak, "


📞 : " .... " revan nampak menekan kening nya. Ia merasa pusing.


📞 : " kak, gi .. Gimana sekarang ? Kami takut aya kenapa - napa. Hu hu hu "


Revan tahu jika teman - teman aya tidak salah karena aya yang bersikeras untuk pergi sendiri. Saat ini ia juga tahu jika ketiga nya sedang menangis dan juga panik. Revan menarik nafas nya perlahan.


📞 : " gue bakal telpon bang rama dulu, semoga kakak ipar baik - baik saja "


📞 : " tolong kabari kami jika ada berita kak, "


TUT TUT TUT


Evan kembali memijit kening nya. Ia tentu merasa tidak berani menghubungi rama. Revan yakin, jika rama juga sudah menerima sinyal darurat dari aya. Pasti abang nya sedang merasa panik sekarang.


dengan takut - takut akhirnya ia mem berani kan diri untuk menghubungi zain.


📞 : " assalamualaikum, " revan bisa mendengar jika suara zain tampak lemah juga. Jantung nya semakin berdebar dan semain tidak berai bertanya mengenai keadaan rama.


📞 : " bang .. Gi. Gima .. "


📞 : " lo sudah tahu keadaan nya gimana, revan, "

__ADS_1


Suara dingin zain yang sangat jauh dari biasanya cukup membuat revan menggigil.


📞 : " maaf bang, rev .. "


📞 : " hah, nggak ada yang perlu di salahkan, ceritakan kronologi nya, "


📞 : " ....... " dengan singkat Revan mengulang cerita yang di bicarakan mira tadi ...


" bu anis bilang jika ia tidak memanggil kakak ipar, mira dan yang lain curiga aya di culik, "


📞 : " memang benar, seperti nya memang benar aya di culik, saat ini zul masih melacak di mana arah nya, kami sedang berada di mobil untuk mengejar mereka, "


" segera lacak cctv depan kelas aya, rev. Lihat siapa mahasiswa yang berani bersekongkol dengan pelaku, "


📞 : " apa bang rama mencurigai seseorang ?"


📞 : " ALIKA "


DEG


Jantung revan berdebar saat mendengar nama itu. Revan benar - benar kecolongan saat ini. Gigi nya gemeletukan. Dia berharap rama menyisakan alika untuk di hajar nya nanti.


📞 : " baik bang, revan akan lacak mahasiswa si*l itu, "


📞 : " baik,"


TUT TUT TUT


Zain memutuskan telepon nya, revan tanpa enunda lagi segera menjalankan perintah yang di berikan oleh zain. Saat ini ia memfokuskan diri nya ntuk mengecek cctv yang berada di depan kelas aya.


" sial, ternyata memang benar si alika " geram revan yang berhasil menemukan alika tengah menyuruh seorang gadis untuk menuju ke kelas aya. Revan kemudian tahu jika alika juga menyewa dua orang preman yang terlihat kekar untuk memukul tekuk aya dan menggendong aya pergi dari kampus.


Revan hanya merasa heran, kenapa bisa lorong di kelas aya terasa sepi tidak ada mahasiswa yang berlalu lalang seperti biasa ?.


☎️ dokter rani : " assalamualaikum, kenapa nak revan ?"


📞 : " waalaikum salam, dokter, saya ingin anda mengosongkan ruang VVIP dan segera persiapkan sebuah ruangan dengan alat yang lengkap, "


☎️ dokter rani : " baik, tetapi ada apa ?"


📞 : " .... Kakak ipar saya ... Di culik, .... Saya hanya ingin mempersiapkan segala sesuatu nya terlebih dahulu. Semoga tidak ada hal yang kurang baik untuk kandungan nya, "

__ADS_1


suara revan nampak terdengar lirih saat menyampaikan pesan itu. Hati nya tiba - tiba bergejolak, saat memikirkan keadaan kakak ipar dan calon keponakan - keponakan yang sudah lama ia dan kakak - kakak nya tunggu. Revan sangat tahu jika alika adalah gadis yang sangat nekat.


' kali ini gue akan pastikan, gue yang akan habisin lo ! ' batin revan geram.


☎️ dokter rani : " ... Astagfirullah, baik. Kami kaan segera menyiapkan ruang dan tim terbaik, saya juga akan banu untuk menghubungi dokter kepala, anda pasti belum sempat menghubunginya, kan ?"


📞 : " benar, saya hampir lupa, dokter rani. Tolong ya. Terima kasih "


TUT TUT TUT


Revan menghela nafas. Masalah rumah sakit sudah selesai, saat ini ia mulai mencari identitas gadis yang sudah membantu alika untuk menebak aya dan menyerahkan nya kepada ketiga sahabat aya. Karena revan baru tahu jika ia adalah mahasiswa tingkat 1 sama seperti aya dan ketiga nya.


Setelah selesai, revan mengirimkan pesan zain yang tengah di jalan untuk membagi lokasi nya. Revan bersia untuk menyusul rama dan yang lain nya.


...****************...


Sementara itu di mobil.


Aric berada di bagian kemudi, sementara rama berada di belakang bersama zul yang memantau titik posisi aya. Sedangkan zain berada di samping aric. Zain sesekali mengawasi rama dari spion depan. Rama masih terlihat linglung meski jelas nampak amarah di mata nya. Tangan nya terkepal erat sedari tadi. Tetapi mulut nya tidak mengatakan apa - apa selain berkomat kamit yang zain tahu itu adalah bacaan istighfar sedari tadi rama lantunkan.


" lurus terus, ric. Sampai 2 kilometer lagi, habis itu belok kanan. Gudang nya pas di ujung jalan, " zul dengan terampil memberi komando kepada aric.


Mobil melaju kencang dan stabil karena aric membawa nya dengan tenang. Meskipun mereka semua sedang sama - sama menahan amarah nya.


Tepat di depan gudang, aric segera menghentikan mobil nya. Rama tidak lagi menunggu mobil berhenti dan langsung melompat keluar. Di susul oleh zain yang langsung mencengkeram lengan rama.


" kalem, bro. Kita harus pelan - pelan, " tahan zain. Melihat rama yang kalap, zain memutuskan untuk menariknya. Rama saat ini tengah kalut dan tidak bisa berpikir jernih.


" ay .. Aya dan anak - anak saya menunggu, zain" suara rama bergetar, antara panik dan marah.


" gue tahu, ita semua di sini sedang menahan amarah, jika kita gegabah, aya akan dalam bahaya, "


" AAAARRRRGGGHHHH SAKITT, TOLONG "


Rama dan zain terkesiap saat mendengar suara jeritan dari dalam sana. Dan suara itu sangat familiar di pendengaran mereka semua.


Amarah rama langsung memuncak, ia berlari dengan memegang pistol di tangan nya. Rama segera mendekat dan menendang pintu.


" TIDAKKKKKKKK"


" AYAAAAA "

__ADS_1


DOR DOR


__ADS_2