Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
91


__ADS_3

" kira - kira siapa sekumpulan pria tadi ya ?"


" edan lo, kita baru ikut MPLS udah langsung dapat pemandangan dan target "


" gue nggak mau tahu, pria paling depan tadi adalah milik gue !" ucap maya penuh dengan isyarat dan juga penekanan.


Saat ini, kegiatan mahasiswa baru sudah selesai. Setelah mengikuti seminar yang di adakan setiap jurusan, mereka di perbolehkan mengisi perut ke kantin yang memang sudah tersedia di setiap gedung jurusan.


Maya dan geng nya segera saja melipir ke kantin, berharap bisa melihat pria misterius beserta kelompok nya tadi. Mereka bahkan sengaja memilih kantin yang berada di gedung BISNIS MANAGEMENT hanya untuk menanti kelima nya.


Dan entah kebetulan atau memang rejeki mereka, nampak dari ujung koridor, rama dan yang lain tengah bergerak menuju ke kantin.


" waah,, beruntung kita tadi ke kantin sini, meskipun harus jalan lumayan jauh, " ucap nina sambil memandang ke arah gerombolan pria - pria most wanted itu.


" gilaaa, pesona mereka, "


" semester berapa ya ? Nggak mungkin mahasiswa baru kayak kita kan ?" tanya windi polos.


' gue harus dapatin pria itu, pasti dia kaya raya.' batin maya.


Tatapan ke empat gadis itu sudah seperti serigala yang seang mengincar daging segar.


Sementara sejak rombongan rama beranjak menuju kantin. Sudah banyak bisikan - bisikan dari warga kampus. Mereka tenu saja membicarakan rama.


" buset si rama, udah jadi papa aja damage nya bukan maen "


" denger - denger istri nya itu semester 2 anak bisnis juga, "


" iya, nggak nyangka ternyata mereka bisa menyembunyikan berita ini dengan rapih, "

__ADS_1


" rama nggak mau istri nya kena colek, "


" eh. . Kalian denger nggak, si alika udah nggak kelihatan sejak sebulan sebelum liburan kemarin loh, "


" masa sih ? Hari ini anak - anak semester 5 juga pada nyariin, doi nggak hadir lagi hari ini, "


Begitu banyak bisikan - bisikan gosip mengenai rama dan aya. Begitu pula dengan meja yang berada di samping maya cs.


" tampan banget deh kak rama. Sayang nya denger - denger udah nikah kan ?" celetuk salah satu gadis di samping meja maya kepada teman - teman nya.


Maya yang mendengar selentingan kaba itu langsung menegakkan punggung nya dan menghentikan gerakan menyuap nya.


' hah ? Nikah ? Mana mungkin!! Pasti cuma gosip, ' batin maya.


" sssttt may, cowo inceran lo udah nikah tuh, " bisik tina. Windi dan nina serempak mengalihkan pandangan mereka kepada maya.


" halah, cuma gosip, biar nggak ada yang deketin kali, " sanggah maya tak mau ambil pusing.


" ha ha ha, iya juga ya, siapa sih yang bisa lepas dar jerat maya " sanjung nina cepat. Meskipun mereka bertiga kadang muak dengan sikap sombong maya, tetapi mereka sadar jika maya memang memiliki aras yang cukup cantik. Ya setidak nya menurut mereka, maya memang lebih cantik daripada mereka.


" nah itu kalian tahu, " sombong maya merasa terbang mendengar pujian nina.


" lagian mana mungkin sih, mereka masih kuliah. Nggak mungkin nikah muda lah. Pasti cuma pacar. Dan it hanya untuk main - main saja, mereka nampak seperti anak generasi ke dua sih, " jawab maya lagi menambahan alibi nya.


" eh, bener juga, rata - rata mobil mereka cullinan, bmw. Yang paling muda tadi juga naik motor sport yang harga nya nggak kalah selangit pula, " tambah tina dengan mata berbinar.


" mereka ada 5, masih sisa 1 lah ya. Jadi kita nggak boleh saingan, " tambah windi mengingatkan.


" pokoknya, yang pake cullinan milik gue, " ucap maya dnegan percaya diri.

__ADS_1


tina, nina, dan windi hanya bisa mengangguk meskipun mereka sebenarnya juga mengeluh di dalam hati. Siapa yang tidak langsung tertarik kepada rama ? Tapi mereka tentu saja tidak berani kepada maya. Sedari SMP mereka memang sudah berteman hingga di juluki geng rose. maya memang selalu bertindak semau nya dan sewenang - wenang hanya karena diri nya memang sering memberikan traktiran dan cukup royal kepada teman - teman nya.


Sebenar nya tipe geng maya hanya lah orang - orang yang hanya melihat dari harta saja. Tipe teman yang toxic. Mereka hanya segan terhadap papa maya yang seorang direktur sebuah perusahaan. Sementara orang tua mereka adalah klien papa maya. Mereka berusaha menjilat maya agar kerjasama antara papa maya dan orang tu nya tetap terjalin.


Tidak jarang pula mereka bertiga menggosipkan sikap maya yang sewenang - wenang di belakang maya. Maya tentu saja tidak pernah tahu jika ketiga teman nya tidak pernah tulus terhadap nya.


Rama dan keempat sahabat nya duduk di sudut ruangan, revan memang sudah selesai sedari jam 10 tadi. Saat zain menyuruhnya untuk mengawal para gadis ke mansion, dengan cepat ia segera menolak.


' mon maap, nanti revan mah cuma jadi pesuruh. Apalagi kalau sama tiga temen nya kakak ipar. Duuuhh nggak deh, makasih. Mendingan revan ngerjain tugas dari professor will aja ' begitu jawab nya.


Mendengar jawaban dari revan, rama dan yang lain hanya bisa menghela nafas sabar. Karena mereka juga sudah maklum dengan sikap bar bar dari teman - teman aya. Rama bahkan sempat bersyukur, bergaul dengan para sahabat nya itu selama hampir 2 semester, nyata nya aya tidak berubah menjadi bar bar macam ketiga nya.


" nah, bontot. Silahkan pesankan makan untuk kami para kakak mu, " perintah zain dengan santai. Revan hanya bisa mendengus mendengar titah dari zain. Hari ini jatah nya revan yang memesan makan. Sebenar nya sih siapa aja boleh, cuma revan harus sadar diri karena ia yang paling bungsu di sana.


" haah, ya sudah. Mau makan apa ?" tanya revan.


" yang ikhlas ya bontot, abang mau bakso aja, minum es teh, " ucap zul.


" babang zain 2in kayak abang zul. Bakso sama esteh, "


" aku mie ayam aja, dek. Es jeruk minumnya, " ucap aric sambil tersenyum . Revan nampak mengingat pesanan para abang nya. Sekarang giliran rama, revan tengah menunggu abang nya yang satu ini bersuara. Rama masih terlihat bertukar pesan dengan seseorang yang mereka berempat tahu pasti dengan aya.


Aya sedang mengirimkan video saat aqila tak sengaja membasahi baju rani dengan pipis nya. Rama nampak terkekeh pelan karena aqila malah tertawa. Sementara si bungsu tengah anteng di buaian mira dan acha.


Rama mendongakkan wajah nya saat ia mulai menyadari jika di sekeliling nya hening. Terlihat revan yang siap mencatat pesanan makan nya.


" ehm.. Abang mau soto sama es kelapa aja, " ucap nya dengan wajah datar tanpa dosa.


" dasar, si paling bucin, " cibir zain yang selalu saja menggoda rama. Rama nampak tak menghiraukan nya dan kembali fokus menatap layar ponsel nya.

__ADS_1


" gimana skripsi lo, bos?"


__ADS_2