Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
88


__ADS_3

" jadi, kenapa lo nggak bahas ini sejak kemarin ? Bikin orang panik saja, gue udah deg - deg an kalau kalau lo bakalan bubarin nih geng" sambar zain begitu mereka memasuki ruangan rama.


Rama hanya terkekeh pelan mendengar omelan singkat zain.


" gue juga baru kepikiran tadi, mereka begitu antusias sama geng ini. Rasa nya sayang juga jika sampai bubar. Kita sudah bersama selama 5 tahun lebih, " jawab rama sambil mengangkat bahu nya acuh.


Kini sudah ada 10 orang termasuk dengan rama. Duduk melingkar di sofa yang tersedia.


" nah, ronald, david, eki, john, sama farel. Langsung sajam saya akan tunjuk kalian sebagai ketua divisi. Bagian apa - apa saja nanti bisa diskusikan langsung dengan zain." ucap rama sambil melirik mereka bergantian lalu menatap zain lebih dalam. Zain hanya bisa mengangkat alis heran.


" kenapa? Lo nggak akan nyuruh gue buat turun tangan urus ini kan ?" sengit rama begitu ia melihat tatapan zain yang mencibirnya.


" dasar bapak - baru " desah zain yang belum mengucapkan apapun sudah di sembur.


" perusahaan ini nanti akan di jalan kan oleh zain dan di bantu sama zul, kalian berlima data anak - anak yang sekira nya belum mengenyam pendidikan di universitas, atau seenggaknya harus sudah lulus sma. Jika masih ada yang belum punya ijazah sma, segera di urus untuk ikut kejar paket C. Jika yang pernah duduk d bangku kuliahan tapi putus, segera urus kembali agar mereka melanjutkan. Biaya akan menjadi tanggungan MAHES. " jelas rama.


Kelima ketua tim terpilih tertegun sejenak. Mereka mendongak dan menatap ke arah rama dengan penuh kegembiraan, ini semua sungguh luar biasa. Mereka semakin yakin untuk terus mengikuti rama.


" terima kasih, ket ... Eh bos " ucap mereka. Rama hanya menggelengkan kepala nya mendengar panggilan baru yang mereka sematkan.


" sama - sama, yasudah, segera laksanakan tugas kalian, " ujar rama. Kelima orang tersebut tidak lagi menunda waktu untuk segera melakukan titah rama yang pertama.


" nah, sekarang, mari kita bahas tentang cara kerja perusahaan ini, " ucap rama setelah kelima anggot tadi keluar ruang dan menutup pintu nya.


" aric, segera daftarkan nama perusahaan pada dinas terkait, gue nggak mau jika nanti nya perusahaan akan i cap ilegal dan menimbulkan maslah yang tidak berarti"

__ADS_1


" zul, segera pasangkan beberapa pengawasan di sekitar, nanti zain juga tolong hubungi myra untuk meminjam fahmi dan beberapa anggota khusus nya sebagai instruktur bagi para anggota, kita perlu orang yang memiliki lisensi pengajar seni bela diri yang bagus. Dan tentu nya si bocah fahmi adalah yang terbaik menurutku sejauh ini, "


Aric, zain, dan zul segera mengangguk setuju untuk tugas mereka.


" sementara revan nanti lo bertugas untuk menyediakan peralatan kesehatan, mereka akan berlatih keras dan tentu nya luka ringan atau berat bukan hal yang bisa di hindari, "


" apa - apa pun itu, sebelum nya mari kita dirikan beberapa bangunan, barak latihan, gedung kesehatan sampai mess. Jadikan mereka semua bagian dari dalam perusahaan. Tidak perlu kita merekrut orang luar untuk mengurangi resiko pengkhianatan, " tegas rama


Ke empat nya mengangguk serempak. Rama lalu mulai menyusun bagaimana bagian kasar dari denah perusahaan nya. Ia dengan teliti mulai mendiskusikan bagia - bagian terkait kepada ke empat nya.tak jarang ke empatnya memberikan saran dan kritikan.


Hampir jam mereka berdiskusi, rama segera meregangkan otot pinggang nya yang sudah lelah. Tetapi ia merasa sangat puas dengan hasil diskusi nya kali ini.


" ew, kangen si kembar lah, " celoteh zain.


" bos, lo tahu ? Zain diam - diam mau nyusul aric, " cibir zul lagi. Suka sekali ia menggoda pemuda yang mulut nya blak- blak an itu.


" siapa ?" tanya rama.


" zain sedang mepet si acha " bukan zul yang menimpali pertanyaan rama. Melainkan aric yang baru saja membalas pesan dengan sang pujaan hati, aunty mira.


"ppfftttt.. Ha ha ha . Cocok banget deh sang bang zain. Yang lakik mulut nya bak petasan, yang cewek nya kale anteng, " ucap revan menertawakan salah satu kakak nya.


Zain segera mengapit leher revan di ketiak nya dan mengusak kasar rambut revan yang sekarang sudah tidak menggunakan model cupu melainkan harajuku itu.


" ya asalkan nggak main - mai aja, lo tau kan acha salah satu sahabat aya, kalo lo nyakitin hati sahabat aya dan aya sampai sedih, awas saja lo, " ancam rama. zain menelan ludah kela. Pikir nya, belum juga gue maju bos, udah kena mental aja.

__ADS_1


" pfffttt HA HA HA HA.. " kini tak hanya revan yang menertawakan nasib zain, tetapi juga zul dan aric.


" hallaahh, lo kan jga diam - diam nge - stalk IG nya si rani, lo pikir gue nggak tahu apa " tuding zain ke arah zul yang langsung melipat bibir nya ke dalam, menelan semua tawa nya dan merubah ajah nya menjadi pucat setelah rahasia nya terkuak begitu aja, poor zul. Nampak nya lo salah jika menyembunyikan rahasia di belakang seorang zain !!.


" hi hi hi hi, sekarang abang zul juga kena. ha ha ha , aduh nggak kuat lah perut " tak henti - henti revan tertawa. Dua abang nya sudah kena mental bersamaan.


" hal yang sama juga berlaku buat lo, zul, ric ! " ultimatum rama ternyata tidak hanya jatuh kepada zain. Resiko menyukai sahabat nyonya bos tuh ya memang begitu !.


Zul, zain dan aric hanya bisa mesam mesem gaje sambil mengangguk - anggukkan kepala mereka.orang yang paling bersemangat sekarang adalah revan karena ia merasa lolos dari ultimatum rama.


" kamu rev, kakak dengar kamu kemarin kabur saat ada praktek dengan profesor will, !" tatapan tajam tapi lembut sekarang mengarah kepada revan. Membuat bocah 19 tahun itu mendadak kaku.


" ehhmm,, ehhhmm. Pas itu kan revan panik mau nyari kakak ipar, " jawab revan takut - takut.


" haaaahh, tetap saja lo nanti harus praktek secara mandiri, jangan sampai nilai praktek nya kosong " ucap rama penuh penekanan. Ia hanya tidak ingin revan menjadi pribadi yang mengentengkan tanggung jawab apalagi ini untuk pendidikan nya. Rama sudah melihat bakat revan yang tertarik pada bidang medis. Bahkan nanti nya ia akan menyerahkan MAHES HOSPITAL kepada revan untuk di kelola nya.


" baik bang " jawab revan patuh.


" bicara mengenai kampus, apa tidak apa berita lo nyebar gitu aja ?" tanya zul. Zain dan aric serempak mengangguk, mereka hanya jika aya merasa terbebani dan memengaruhi ASI nya.


" nggak apa, sebenar nya sedari awal aya juga setuju - setuju hubungan kami terekspos, hanya gue yang parno. Tetapi malah semua menjadikan aya dalam bahaya, " ucap rama sambil mengepalkan tangan nya jika mengingat insiden ALIKA,


" biarkan DIA dua hari dengan penyiksaan, setelah itu lempar ke rumah ayah nya !! " ucap rama sambil berlalu pergi.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2