
" jadi, apa rencana mama .. ?" tanya maya yang tidak sabar.
" kamu harus berusaha untuk mendapatkan nama lengkap nya. Lalu segera infokan kepada mama, " ucap mita membeberkan rencana nya.
" setelah mama memastikan jika itu memang benar kakak tiri mu, kamu harus mendapatkan detail alamat nya. Kita bisa mendatangi nya dan merayu nya, mama yakin, dengan kecantikan kamu dia pasti akan tertarik, " ucap mita memuji sang puti. Membuat maya mengibaskan rambut merah nya.
" baik, maya akan coba buat nanya - nanya kakak senior di sana, " ucap maya dengan semangat.
' bahkan, tadi aja kak rama udah memperlihatkan perhatian nya ke gue, jadi gue sangat yakin jika kak rama sudah tertarik sama gue !! Emang, pesona maya tidak akan pernah bisa di tolak !' batin maya dengan penuh percaya dir dan kesombongan.
...****************...
" masss... Bangun mas, aya telat bangun ihhh, "
Di pagi hari berikutnya, tepat jam 5 pagi, terdengar kegaduhan dari kamar utama lantai 4. Aya yang tengah berjuang membangun kan sang suami yang masih berada di dunia mimpi. Aya merangkap pekerjaan nya dnegan berlarian mengambil air wudhu.
" huuuh, untung aja aku udah mandi besar semalam, duuh kenapa bisa telat bangun sih, " aya mengomel panjang pendek sambil mengenakan mukena dan terpaksa ia menjalankan kewajiban pagi nya sendirian karena rama masih begitu susah di bangun kan.
Mata rama mengerjab saat ia sudah tidak mendengar panggilan dari sang istri. Bulu mata nya nampak berkedip - kedip mencoba menyesuaikan cahaya yang mulai masuk.
Samar - samar ia menangkap sosok yang sangat familiar bagi ya, tengah menjalankan kewajiban pagi nya.
" ugghhhh ... Bisa kesiangan gini sih, gara - gara keenakan semalem nih pasti, " kekeh rama sambil beranjak ke kamar mandi. Sama dengan aya, rama bersyukur, setelah kegiatan rutin malam nya dnegan sang istri, mereka langsung mandi besar hingga sekarang ia bisa langsung mengambil air wudhu.
Tak lama kemudian, aya selesai menjalankan ibadah nya. Pas dengan raa yang sudah mengambil gerakan takbiratul ihram.
Aya tak sempat untuk memperhatikan sang suami, ia langsung beranjak menuju kamar si kembar.
" duhhh, anak umma semua nya pinter banget, masya allah. Nggak ada yang nangis, " ucap aya saat mendapati si kembar sudah terbangun dan sedang memainkan jari kaki mereka.
Aya dengan telaten, mengASIhi mereka satu persatu.
Saat tiba giliran si bungsu, aya merasakan pelukan dari belakang dan seketika pundak sebelah kanan nya terasa berat.
__ADS_1
Tanpa menoleh, ia tahu ulah siapa itu.
" maafin mas, gara - gara mas maksa, kita jadi kesiangan gini, " ucap lirih rama. Aya tertawa pelan dan mengecup pipi sang suami yang tepat berada di samping nya.
" nggak apa mas, aya kan juga ... Suka" balas aya malu - malu. Membuat rama terkekeh.
Rama bangkit dan segera mengambil aqila untuk di timan nya sejenak, ia akan membantu aya memandikan kedua bocil kembar yang semakin gemoy itu.
" ayo mas, aqil udah selesai nen nya, " ucap aya mengalihkan perhatian rama dari acara mengganggu aqila.
" yuk, " ucap rama.
Sepasang orang tua baru itu beranjak ke kamar mandi untuk si kembar dan mulai memandikan si kembar. Gerakan aya sangat luwes setelah hampir setengah bula belajar dari perawat yang rama khusu panggilkan untuk membantu aya mengurus si kembar.
Rama pun juga tak kalah hebat dalam memandikan si kembar, dalam hati rama, ia sangat menekankan kepada diri nya sendiri untuk membantu aya dalam mengurusi si kembar.
Tak sampai 20 menit, aya dan rama menyudahi acara mandi si kembar. Rama masih setia membantu aya mengenakan baju dan bahkan menyisir rambut halus milik aqila.
" mas mandi dulu ya, " ucap rama. aya mendongak.
" nggak, mas nggak ada jam bimbingan hari ini. Pak idrus lagi keluar kota, " jawab rama.
" hmmm, oke deh, maaf aya nggak bisa ambilin baju nya, " ucap aya merasa bersalah. Rama tersenyum dan mengecup bibir aya singkat, membuat wanita kecil itu melotot.
" mas, ihh. Di lihat aqil loh, " sungut aya gemas.
" he he he, abis nya bibir kamu tuh nggak nahan loh, pengen di kecup terus. Kayak yang melambai - lambai gitu loh, " goda rama sambil mengedipkan mata nya. Lalu langsung ngibrit kabur ke kamar utama
Meninggalkan aya yang memerah di depan aqil dan aqila yang menatap sang umma dengan tatapan polos mereka.
" abu kalian emang usil banget, deh" dumal aya kepada si kembar
' kami dimana ? Umma sama abu kenapa?' begitu lah kira - kira yang di pikirkan oleh aqil dan aqila.
__ADS_1
...****************...
Maya sudah sampai di kampus dengan mengendarai mobil nya. Di parkiran jurusan teater, ia segera menemukan ketiga sahabat nya yang sudah menunggu sedari tadi.
" gimana soal tugas semalam ?" tanya maya begitu ia berada di depan teman - teman nya.
Windi nina, dan tina langsung heboh begitu melihat maya, mereka berlomba - lomba untuk berbicara yang pertama.
" STOP, nggak usah berebutan, jadi gimana ?" desak maya sedikit emosi karena mereka sangat berisik.
" sabar dong may, " sewot windi.
"lagian kalian semua nggak ngomong malah cuma berantem aja, " sewot maya ganti.
Windi, tina dan nina hanya menghela nafas berusaha untuk sabar dengan segala sifat burk dari sahabat nya ini.
Ingin mereka terlepas dari jerat maya yang selalu saja memerintah seenak perut nya, namun apa lah daya, usaha orang tua mereka masih bergantung kepada perusahaan papa maya. Mereka belum tahu jika perusahaan kebanggaan ardhana tengah terjadi kemelut karena ardhana masih berusaha menutupi nya dengan harapan masih bisa untuk di perbaiki.
" iya iya, ini gue bilang, " ucap windi sambi mengeluarkan ponsel nya.
" kami sebenar nya udah nanya - nanya ke beberapa teman kita di kelas, mereka memiliki saudara yang 1 angkatan dengan kak rama, " jelas nina.
" mereka sih jelas banget kenal sama kak rama, karena ternyata kak rama dan teman geng nya itu dulu ngebentuk sebuah genk motor jalanan yang cukup populer, " lanjut nina.
Kening maya mengerut saat mendengar penjelasan nina.
" dulu? Berarti sekarang udah bubar?" tanya maya.
" hmmm, nggak tahu juga sih. Cuma denger - denger sih geng itu di ubah jadi perusahaan keamanan gitu, " jawab nina dengan mengangkat bahu nya.
' gila, jika benar ternyata kak rama kakak tiri gue, berarti dia benar - benar tajir banget dong sampai bisa ubah tuh geng jalanan jadi perusahaan, ' pikir maya menyeringai.
" jadi. Nama nya siapa ?"
__ADS_1
" sebenar nya kalau lu mau nyari mah lebih lengkap di forum kampus, " sahut windi sambil menyerahkan ponsel nya.
" RAMA MAHESWARI .... !!!"