Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
14


__ADS_3

" sayang, buka pintu nya, saya sudah bawakan handuk mu, " kata rama lembut. Rama tentu tidak tega membiarkan istri nya lama menunggu tanpa menggunakan apapun di dalam kamar mandi.


CEKLEK


Perlahan kepala aya menyembul. Rama masih dapat menemukan jejak rona kemerahan di pipi sang istri. Rama tersenyum lembut ke pada istri nya.


Tangan aya nampak mengulur ke depan dan menerima handuk dari sang suami.


" terima kasih mas, " cicit aya pelan. Ia lantas masuk lagi dengan cepat.


' imut sekali, ' gemas rama.


Rama kembali meneliti detail kamar sang istri ambil menunggu aya selesai dengan ritual mandi nya. Ia sedang memikirkan sebuah konsep kamar nya dan aya di mansion nanti.


Rama berpikir akan mendesain kamar nya dengan menambahkan beberapa perubahan dengan konsep yang sama dengan istri nya.


Ia juga baru teringat jika istri nya baru saja lulus sekolah menengah atas dan akan segera masuk ke dunia perkuliahan.


Langsung saja otak rama berputar cepat. Ia berencana untuk memasukkan aya ke dalam kampus yang sama dengan nya. Meskipun saat ini ia sudah memasuki semester 6 dan sebentar lagi akan lulus, tetapi masih ada revan yang memang terpaut 2 tahun dari saudara rama yang lain.


Saat ini revan baru semester 2 jurusan kedokteran. Agak aneh memang, revan yang suka bernegosiasi malah memilih jurusan kedokteran. Tapi rama dan yang lain tidak mempermasalahkan nya dan mendukung keputusan bungsu mereka. Jadi rama tidak akan khawatir, aya masih memiliki teman jika nanti rama dan ketiga saudara nya lulus.


' jadi masih harus menambahkan meja belajar di dalam kamar utama selain walk in closet, ' batin rama.


' apa harus membongkar semua ?' tambah nya lagi mulai kebingungan.


" mas, ayo giliran mas mandi, " sebuah tepukan di bahu rama membuat nya kaget dan seketika sadar dari pikiran nya.


Rama berbalik dan mendapati sang istri sudah keluar dari kamar mandi.


Aya hanya menggunakan jubah mandi dengan lengan panjang. Bahkan panjang bagian bawahnya juga sampai mata kaki ( memang nya ada ya ? Anggap aja ada ya jubah mandi yang seperti itu 😁).


Hanya saja sekarang rama bisa melihat penampakan rambut panjang aya yang setengah basah. Rambut panjang hitam legam. Nampak lurus dan lembut membingkai kepala aya. Belum lagi wajah nya yang imut dan lagi - lagi nampak merona karena malu. Rama tertegun. Sekali lagi ia merasakan jika ia jatuh cinta kepada istri kecilnya. Tidak henti nya ia bersyukur karena hanya dia yang bisa melihat penampakan indah di depan nya ini. Eklusif, hanya untuk rama seorang.


" masya allah, cantik sekali istri mas, " puji rama. Tanpa sadar ia meraih kepala aya dan mengecup pucuk rambut aya dengan lembut.

__ADS_1


Aya hanya terdiam malu menerima perlakuan sang suami yang begitu ambigu. Ia terpaksa tidak menutupi kepala nya karena ia sudah merasa sungkan untuk meminta tolong lagi kepada suami nya. Sedangkan jilbab yang tadi di kenakan saat prosesi ijab sudah terlanjur basah terkena cipratan air saat ia mandi.


" mas harus segera mandi, hari semakin larut" ingat aya. Rama segera sadar dan melepaskan kepala aya setelah mengecup nya sekali lagi.


" saya mandi dulu, " pamit rama kemudian. Tapi tangan nya di cekal oleh aya. Rama mengangkat alisnya.


" koper mas sudah di bawa kesini ?" tanya aya.


" sudah, itu ada di samping pintu, " tunjuk rama. Aya mengangguk dan melepaskan cekalan tangan. Rama lagi - lagi tersenyum dan beranjak menuju ke kamar mandi.


" mas sebentar ih, " teriak aya lagi. Rama menghentikan langkah nya yang hanya tinggal sejengkal lagi masuk kedalam kamar mandi.


" ada apa sayang ? Kamu mau mandi lagi bareng saya ?" goda rama. Aya mengerucutkan bibirnya.


" huh, itu mau nya mas. Sebentar, aya ambilkan handuk untuk mas, " sanggah aya sambil beranjak menuju lemari pakaian nya dan mengambil handuk bersih dari sana.


" ini mas, jangan sampai mas lupa seperti aya, " cicit aya di iringi kekehan rama.


" terima kasih sayang, " ucap rama mengelus rambut aya dan akhirnya masuk ke dalam kamar mandi.


Aya segera beranjak megambil koper rama dan menyeretnya mendekat ke pakaian baju miliknya. Nampak masih ada space yang kosong di sebelah kanan karena memang aya tidak memiliki banyak baju di dalam nya. Jadi ia bisa menata baju suami nya yang juga sedikit.


Dengan gemetar ia mulai menyiapkan baju dan celana santai untuk sang suami. tangan nya kembali bergetar saat ia mulai menyentuh dalaman sang suami. Aya menelan ludah nya kelat. Antara malu dan tegang saat ia harus mengambil dalaman sang suami.


Akhirnya dengan menutup mata, ia mengambil dalaman rama dan menumpuk nya bersama baju dan celana santai yang akan di pakai suami nya.


CEKLEK


aya kaget saat mendengar pintu yang terbuka dan menampilkan tubuh rama yang berbalut handuk dari pinggang hingga sebatas paha. Perut yang di biarkan ter ekspos menampakkan roti sobek 8 kotak meskipun ada luka sabetan yang tidak begitu dalam. Mengingat jika sang suami masih memiliki luka segar, segera membuat aya panik dan berlari ke arah rama.


Rama yang melihat kelakuan aya yang awalnya nampak terpesona saat melihat roti sobeknya tetapi dengan cepat berubah menjadi panik dan bahkan berlari ke arah nya pun menjadi kaget.


" kenapa hem ? Kenapa lari - larian ? Nggak sabar buat memegang nya ?" goda rama. Aya memukul pelan lengan suami nya. Bagaimana ia bisa tahu jika aya sempat terpesona dengan roti sobek nya ? Eh .


" ih mas, " gerutu nya pelan. Namun seakan teringat akan tujuan nya berlari, wajah aya kembali panik.

__ADS_1


" mas, maafin aya, aya lupa kalau mas ada luka, " kata aya sendu. Tangan nya bahkan tanpa sadar sudah terulur ke arah perut rama da mengusap luka itu pelan.


Rama sempat heran dengan kelakuan aya, namun sedetik kemudian ia ingat jika ia memang memiliki luka di area perut nya.


" jangan khawatir, ini tidak terasa sakit, " hibur rama. Benar, perkataan rama memang tidak sepenuh nya salah. Rama bahkan pernah mendapatkan luka yang lebih parah dari ini.


" nggak sakit gimana, ini pasti perih, padahal tadi harus nya aya bantu mas untuk mandi, "


" lagian ini seharusnya nggak boleh kena air dulu mas, hiks pasti perih kan mas, hu hu hu, " tangis aya pecah akhirnya. Rama nampak panik. Awal nya ia hanya ingin menggoda istri nya lg tetapi nampak nya kali ini ia sedikit berlebihan.


" cup cup cup, sudah sayang, saya tidak apa - apa, " kata rama lagi.


" lagi pun, masa kamu mau mandi bareng dengan saya, "


.


.


.


.


.


.


.



( sumber gambar : google )


Ternyata ada weh model jubah mandi panjang hehehe.. Buntib baru search...


hi hi hi maafkan buntib yang katrok🤫🤭

__ADS_1


__ADS_2