
" jadi kapan kita balas dendam ?" tanya zain yang sudah diliputi oleh amarah.
Mendengar pertanyaan tersebut, sontak saja membuat aya dan rama menoleh ke arah zain dengan pandangan yang berbeda.
Aya tentu saja pandangan yang memancarkan kepanikan. Bagaimanapun aya hanyalah gadis kampung yang jauh dengan kata kekerasan dan juga terus hidup damai di dalam pemukiman ini. Aya memang jarang melihat ada nya kekerasan seperti yang biasa rama lakukan.
Sedangkan rama memandang zain dengan tajam. bagaimana bisa zain malah membicarakan balas dendam di depan istri nya yang hanya seorang gadis kecil yang masih polos. Seperti nya rama benar - benar harus hati - hati dalam menjelaskan siapa identitas nya kepada aya,
Zain yang sadar dengan ucapan nya langsung menepuk pelan bibirnya. Ia melirik takut - takut ke arah rama.
Sedangkan aric dan lain nya juga sama merasakan amarah di hati mereka saat mereka tahu jika benar - benar leo yang telah merencanakan penyerangan terhadap ketua nya. Namun mereka masih bisa menahan diri.
" sementara biarkan saja dahulu, biarkan saja mereka menganggap saya terluka parah atau apa pun itu, " jawab rama tegas.
Nampak sekali raut ketidak setuju an mereka berempat.
" tapi bos, " sanggah revan. Si bungsu mulai mengeluarkan taringnya karena sosok kakak tertua nya mendapatkan penyerangan yang pelaku nya pun sama dengan penyerang diri nya dan juga zul kala itu.
" tidak apa - apa van, kita jangan langsung maju. Biarkan saja terlebih dahulu, saya memiliki tanggung jawab baru, jadi kita tida bisa langsung bertindak gegabah. " ujar rama sambil mengelus kepala aya lagi.
Aya nampak merona saat rama mengatakan jika ia memiliki tanggung jawab lain. Bukan kah itu berarti adalah diri nya ?.
" benar kata bos, jangan sampai geng leo mengetahui keberadaan nyonya bos, yang ada malah mereka menargetkan nyonya bos, " sahut aric.
" tapi, apakah ada kemungkinan jika leo akan melepaskan si bos ? Bukan kah dengan bos memiliki istri maka kesempatan leo mendekati alika semakin lebar ?" celetuk zul.
__ADS_1
Perkataan zul membuat yang lain tertegun. Terlintas kata setuju di pikiran mereka semua kecuali rama dan aya yang memang tidak tahu ada hubungan apa antara suami nya dan wanita yang bernama alika itu.
" tidak, saya rasa mereka tidak akan segampang itu melepaskan saya. Justru saya khawatir jika mereka akan semakin menargetkan aya. Karena mereka tahu aya adalah kelemahan BLACK KING saat ini, "
" dendam di hati manusia sangat susah untuk di kendalikan, apalagi jika itu menyangkut cemburu buta. Kalian kan tahu sendiri bahkan leo juga pernah melihat siap saya terhadap wanita itu. Tetapi leo tetap menjadikan nya alasan untuk menyerang saya dan orang - orang terdekat saya, " beber rama masuk akal. Zul mengangguk - angguk mengerti. Ia akhirnya paham jika dendam di hati manusia begitu mengerikan.
'sama seperti dendam saya terhadap 'dia', meskipun sudah terlewat lebih dari 6tahunan, tetapi saya tetap tidak bisa memaafkan perbuatan keji nya,' batin rama.
" baiklah, jika begitu kita belum maju untuk sekarang. Kita hanya akan mengawasi pergerakan nya , " pungkas aric menarik hasil dari diskusi mereka mengenai LION COBRA,
Rama mengangguk. Kini ia mengalihkan pandangan nya ke zul. Zul yang di tatap begitu intens pun merasa gugup dan takut. Takut ia memiliki kesalahan tentu nya.
" ke ,, kenapa bos ? Kenapa menatapku seperti ini ?" tanya zul terbata - bata.
" zul, saya minta tolong belikan aya ponsel terbaik yang 1 tipe dengan saya. Lalu pasangkan aplikasi pelacak sebagai jaga - jaga, " titah rama.
" sayang, nurut sama mas, mas akan jelaskan nanti semua nya, ini semua juga untuk kebaikan mu, " potong rama sebelum aya melakukan aksi protes.
" aya nggak keberatan tentang aplikasi pelacak mas, tapi apa harus ganti ponsel yang baru ?" protes aya yang masih tidak terima.
" harus, coba keluarkan ponsel mu, " perintah rama tanpa bisa di bantah.
Aya dengan sedikit enggan segera meraih ponsel nya dari saku depan gamis nya.
Ke empat sahabat rama sontak tertawa terbahak saat melihat ponsel aya yang masih tipe android keluaran pertama.
__ADS_1
" see, mereka saja tahu jika ponsel kamu sudah tidak layak pakai, sayang" kata rama menggenggam tangan aya.
mata aya nampak berkaca - kaca. Memang ia juga sadar jika ponselnya sudah lah sangat lama. Tapi ia sangat menyayangi ponsel ini karena begitu bermakna.
" tapi mas, aya sayang ponsel ini, ini hadiah dari abah saat aya bisa masuk di SMP favorit, " kata aya sambil meneteskan air mata nya. Sontak membuat rama panik dan ke empat sahabatnya menghentikan tawa mereka. Mereka tidak tahu jika ponsel itu begitu bermakna. Mereka hanya berpikir jika aya cukup aneh dengan tetap memakai ponsel model lama itu. Karena dari mana pun mereka tahu jika aya adalah anak juragan beras di kampung ini. Tentu bukan hal yan sulit untuk sekedar membeli ponsel yang lebih baik.
Semakin bertambah poin plus aya di hadapan ke empat sahabat rama. Bukan hanya baik, cantik, pintar masak, sederhana dan seperti nya masih polos. Bagaimana mereka tahu jika aya cantik sedangkan mereka tidak pernah melihat wajahnya ?
Feeling, mereka berempat hanya mengandalkan feeling. Dengan hanya melihat sepasang bola mata aya yang meneduhkan saja mereka langsung tahu jika pasti di balk kain cadar itu pasti tersimpan lukisan allah yang sangat indah.
rama memejamkan mata nya erat saat melihat aya menangis dan mengatakan jika ponsel itu adalah kenang - kenangan dari abah nya. Pikiran nya langsung teringat akan sosok sang bunda yang sudah lama meninggalkan nya.
Rama tentu juga memilik banyak kenangan dengan sang bunda. Rama langsung teringat sebuah kalung yang bunda nya berikan untuk nya. Yang beliau amanat kan untuk di berikan kepada menantu nya kelak.
' ketika ama nanti menikah, berikan kalung ini kepada menantu bunda, ini adalah kalung turun temurun dari nenek bunda, '
Begitu pesan sang bunda kala itu.daan rama ingat jika ia menyimpan nya di brankas yang berada di kamarnya di mansion utama.
rama menatap aya dengan lembut dan senyum yang tersungging di bibir tipis nya. Ia kemudian meraih tangan aya dan sebelah tangan nya napak mengusap air mata yang mengalir di pipi istri nya.
" kamu tetap boleh menyimpan nya sayang, bukan nya jika di simpan malah akan aman,hm ?" bujuk rama dengan lembut. Aya terdiam dalam isakan nya. Dengan cepat ia pun berpikir seperti rama. Bukan kah jika di simpan malah akan semakin aman karena tidak akan pernah jatuh atau pun tergores.
" mas benar juga, he he " tawa aya di sela - sela tangis nya.
Ke empat sahabat rama hanya bisa menarik nafas lega. Berbicara mengenai orang tua adalah hal yang sangat tabu untuk mereka semua.
__ADS_1
" baik, masalah LION COBRA dan juga ponsel sudah deal, sekarang mari kita bahas mengenai kuliah kakak ipar, " kata zul mengejutkan aya.
" mas, aya boleh kuliah ?"