Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
118


__ADS_3

Maya mengendarai mobil nya perlahan, mita membuka pintu kaca depan agar sirkulasi udara lancar.


Mita iseng menatap sekeliling, melihat para pengunjung taman yang menghabiskan waktu libur mereka dengan berjalan - jalan di taman bersama dengan para anggota keluarga.


Mata nya yang tengah berkeliling, tanpa sengaja melihat sosok yang familiar, sosok yang beberapa hari ini menjadi topi pembicaraan nya dengan sang anak. Ia membola saat ia sudah benar - benar mengonfirmasi kebenaran identitas sosok tersebut.


" HEI .. ITU KAN RAMA ? MAY, may, pelan kan mobil mu " pekik mita sambil menutup kaca nya.


Maya segera memelankan mobil nya setelah ia mendengar pekikan sang mama. Mita nampak menoleh untuk melihat gerak gerik sosok yang ia yakini sebagai rama.


" mana ma ? Mana kak rama ?" tanya maya dnegan antusias. Tangan nya masih fokus dengan stir mobil nya, namun nada bicara nya menunjukkan ke antusias an.


" pinggirkan mobil nya di sana, " perintah mita sambil menunjuk lahan kosong yang memang diperuntukkan parkir.


Maya segera menurut dan segera memarkirkan mobil nya. Ia langsung menghadap ke pada mita yang masih mengawasi serombongan pengunjuk yang beberapa maya bisa kenali adalah rama dan para sahabat nya.


Tapi, rama sedang mendorong kereta bayi ? Lalu siapa wanita bercadar yang berada di samping rama dan sedang memeluk lengan rama dengan mesra itu ?


Jangan bilang jika pengumuman di forum kampus itu emang benar !.


' **** !!! Entah j*lang mana lah yang udah goda kak rama !!' batin maya mengepalkan tangan nya.


Sementara mita, nampak tertegun saat melihat sosok bercadar yang sedang menggamit lengan rama, ia seperti familiar di mata nya. Otak nya berputar cepat, berusaha mengingat siapa gerangan gadis itu.


Benar !, itu adalah gadis dengan kereta dorong yang sempat ia lihat di saat ia pertama kali ke taman komplek kala itu.


Bukan kah ia adalah wanita muda yang sempat ia cerca karena sudah memiliki anak sedangkan usia nya masih sangat terlihat muda ? lalu? Kenapa ia bersama dengan rama ? Si anak sial itu? Apakah itu arti nya ia adalah istri rama ? Lalu, ke dua bayi itu berarti adalah anak rama ?


' entah kehidupan bahagia macam apa sampai - sampai rama sudah memiliki anak !' batin mita.

__ADS_1


' jika seperti ini, bagaimana cara nya maya masuk dan menguras harta rama ?' batin nya lagi.


Mita dan maya terlihat gusar dengan alasan yang berbeda - beda. Maya dnegan pikiran jahat nya, menyalahkan sosok aya yang di nilai sudah merebut rama dari nya, sementara mita, a tengah bergulat dengan pikiran nya bagaimana cara nya ia menyusupkan maya di kehidupan rama dan mengeruk harta rama.


Mya dan mita nampak masih mengawasi rombongan rama dar dalam mobil.


" ma, kita samperin aja sekarang !" geram maya yang merasa panas dengan kemesraan rama dan aya yang sesekali tengah menggoda bayi mereka.


" sabar, sebaik nya kita ikuti dulu, biar kita tahu di mana ia tinggal, " tahan mita.


" tapi ma, pasti si j*lang itu adalah gadis yang telah merebut kak rama dari ku, " gusar maya dengan marah.


" sabar, sayang. Kita harus tahu di mana rumah mereka, bar anti kita susun rencana untuk mendatangi wanita itu, " ucap mita menenangkan sang putri yang tengah di landa emosi.


maya menggembungkan bibi nya marah, tetapi tak urung ia juga mengikuti ucapan mita untuk menunggu mereka di mobil.


...****************...


" uy bos, balik ajalah kita, udah mulai panas, " ucap zain sambil mengambil kipas tangan dari tangan kekasih nya dan mulai menggerakkan nya di depan wajah acha yang nampak kemerahan.


" heem bang, matahari pagi nya udah cukup buat si kembar, " sahut revan menyetujui usulan zain untuk pulang.


rama yang sedang melihat ke arah si kembar, segera membenarkan ucapan revan. Terik matahari nya sudah mulai tinggi.


" ya sudah, kita pulang, " jawab rama. Aya dengan telaten menghapus butir - butir peluh di dahi aqil dan aqila. Ke Dua bayi itu nampak anteng meski sedang berada di luar mansion dalam waktu lumayan lama.


" kamu nggak mau beli apa gitu ? Jarang - jarang kan mas bisa temanin kamu jalan - jalan begini?" tanya rama kepada sang istri.


Aya nampak sedikit memikirkan apa yang ia ingin dan perlukan, tapi sejenak ia langsung menggeleng.

__ADS_1


" cis, si ya mah mana mau di ajak belanja, " cibir mira yang sedikit gemas karena memang sahabat nya yang satu ini rada susah untuk di ajak sekedar belanja ke mall. Padahal kurang apa dia ? Rama dengan senang hati memberikan nya dua kartu black card, belum lagi debit biasa.


" ya memang kan nggak ada yang aku butuhin, mir. Semua nya sudah tersedia di rumah, " balas aya dnegan santai.


" aya mah emang begitu, emang nya lo lo pada, heh! Liat kartu item aja mata langsung warna ijo !!" cibir revan yang di tujukan kepada mira, rani dan acha.


SRING


Tiga tatapan tajam segera melayang ke arah revan. Tiba - tiba saja punggung revan terasa dingin, wajah nya dnegan perlahan menoleh ke arah tatapan itu berasal dan mendapati jika tiga gadis kekasih abang - abang nya tengah menatap nya bak serigala melihat domba.


" SERBUUUUUUUU ..."


Entah siapa yang pertama kali berteriak, segera saja rani, mira dan acha berlari ke arah revan dan memukuli badan pria muda itu.


Zain, zul, dan aric hanya menggelengkan kepala mereka tanpa ada niat untuk membantu revan yang di serang oleh para gadis - gadis itu.


Sementara aya sudah tertawa tertahan jika saja bukan berada di ruang terbuka.rama nampak acuh seperti biasa karena lebih fokus untuk menggoda aqil dan aqila serta sesekali nampak menggoda aya sehingga aya merona di tengah tertawa nya.


" hah .. Haah .. Peace, kalian ciwi - ciwi buas amat, " keluh revan yang sudah nampak mengatur nafas setelah di 'gebuk' in para gadis it.


" lagian bibir kak revan lemes amat ! Nama nya juga cewe, pasti suka belanja lah !" sewot acha yang di angguki oleh rani dan mira.


" tapi aya nggak buk ... "


" udah, ayo kita balik," rama nampak menginterupsi dengan berjalan memimpin ke parkiran mobil mereka.


Rama dan yang lain nya sama sekali tida tahu jika mereka tengah di ikuti karena maya dan mita memilih tetap berada di dalam mobil, di mana ada begitu banyak mobil yang terparkir di sana.


Setelah semua sudah masuk mobil masing - masing, rombongan rama melajukan jalan dengan santai menuju mansion.

__ADS_1


" may, kita ikutin mereka dari jarak aman saja, yang penting kita tahu mereka ke mana, " titah mita.


" ma .. Mama, kita nggak salah lihat kan ? Area MANSION ... ?"


__ADS_2