Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
122


__ADS_3

" ck, ini wanita j*lang yang merebut kak rama dari ku?" terdengar suara menghina dari mulut wanita muda, alis aya sedikit terangkat sebelah.


' menarik sekali, ' gumam aya pelan.


Aya menatap kedua tamu yang tidak di undang itu dnegan tenang. Beruntung at menyeringai tadi, mita dan maya tidak mengetahui karena tertutup oleh cadar,


Sungguh, setelah kejadian alika dulu, aya semakin memiliki mental yang kuat. Ia sangat sadar, jika menjadi seorang istri dari rama itu bukan hal yang mudah.


Suami nya begitu hebat sehingga ia harus selalu siap mental untuk menghadapi serangan - serangan mental dari musuh rama.


" apa maksud ucapan anda, nona ? Apakah kita saling mengenal ?" tanya aya santai menanggapi ucapan sarkas dari maya.


Maya dan mita saling mendengus, mereka langsung duduk tanpa di persilahkan.


Tangan maya bersidekap dan membusungkan dada nya, bahkan dagu nya terangkat angkuh seolah ia adalah nyonya rumah di sini. Sementara mata mita nampak menjelajahi interior mansion dengan tatapan serakah nya.


" bukan kah sudah jelas ? Apa kuping lo t*li ? Lo ngerebut kak rama dari gue, " ucap maya sombong. Membuat mata aya menyipit dan terkekeh kecil.


" anda sungguh lucu nona, jangan bilang anda dan nyonya datang untuk bilang jika kalian adalah tunangan dari SUAMI KU ?" balas aya menekan kan kata suami. Membuat maya meradang.


Maya menyenggol mita dan menyadarkan wanita paruh baya itu dari acara pengamatan nya.


Mita Yang tersadar langsung berdeham dan mengubah sikap nya menadi sosok anggun dan berwawasan tinggi.


" ehm, begini nak, perkenalkan, kami adal ... "


" anda, adalah ibu tiri dari mas rama bukan? ups tepat nya adalah wanita yang masuk di kehidupan ayah dan ibu mertua ku ?" potong aya sebelum mita sempat memperkenalkan diri.

__ADS_1


DEG


' bagai ..bagaimana ia bisa tahu ? Bukan kah ini pertemuan pertama kami?'


Pertanyaan yang sama segera terlintas di pikiran pasnagan ibu dan anak itu.


" ba .. Bagai mana kau bisa tau ?: tanya mita dengan tergagap.


Di balik cadar nya, aya tersenyum mengejek ke arah dua orang yang sedang ingin menghancurkan rumah tangga nya.


" ehhmmm. Bagai mana ya saya bisa tahu ? Menurut anda, bagaimana 'kami' bisa tahu ?" ucap aya dengan santai.


" bu. Tolong sajikan minum dan camilan untuk tamu, " pinta aya kepada bu mirah yang kembali dari supermarket dengan di ikuti oleh pak nardi di belakang nya. Wajah pak nardi nampak datar saat melihat tamu nona muda nya. Ia tentu sudah di beri tahu oleh rama wajah - wajah dari masa lalu nya.


Sementara bu mirah yang mendengar ucapan aya hanya mengangguk patuh dan hormat tanpa tahu siapa tamu dari nona nya itu.


" .... eh, siapa nona ini sebenar nya ?" tanya aya berpura - pura tidak tahu. Ia hanya ingin apa yang akan di ucapkan oleh ibu tiri dari suami nya ini.


Saat mendengar jika aya tidak tahu mengenai maya mita sedikit bernafas lega, dengan ini ia bisa memanipulasi otak aya.


" ehm, nak.. Ehm siapa nama mu ? Kamu istri rama ?" tanya mita yang memang belum tahu nama istri dari rama itu.


" aya, nama saya rahyana apriska, bu" jawab aya dnegan tersenyum.


" eh .. Iya, nak aya. Maafkan kedatangan kami yang mendadak, kami sebenar nya sudah mencari rama selama bertahun - tahun. Rama kala itu kabur dari rumah papa nya karena tidak menerima perjodohan nya dengan maya, gadis ini, " mita mulai menjalankan akal bulus nya. Maya hanya diam sambil mengepalkan tanga nya. Ia masih sangat marah saat melihat aya yang nampak sombong dengan status nya sebagai istri rama.


Ia sedikit merasa kaget saat mama nya membahas mengenai rama yang kabur dari pertunangan, tapi ia memilih diam saat merasakan tangan nya di remas oleh sang mama.

__ADS_1


Maya terdiam dan menurut karena ia yakin jika sang mama pasi memiliki rencana yang bagus mengenai ini.


Aya hanya mencibir di balk cadar nya, mata nya tetap melirik ke arah maya yang nampak melihat nya dnegan pandangan tidak suka.


Aya segera menundukkan kepala yang di salah artikan oleh mit. Mita berpikir jika aya pasti tengah shock saat mendengar jika rama kabur karena pertunangan nya. Mita yakin jika aya adalah gadis polos yang akan bisa ia stir dengan mudah..


" lalu, ibu ingin saya bagaimana , bu?" tanya aya dengan nada yang melemah. Membuat mita semakin melengkungkan bibir nya saat mendengar nada bicara aya yang terdengar putus asa.


mita beranjak dari tempat duduk nya dan duduk di samping aya. Pak nardi yang melihat ini langsung ingin mencegah nya, tetapi aya memberi kode kepada pria paruh baya kepercayaan sang suami untuk tidak mendekat dengan isyarat mata. Pak nardi kembali pada posisi nya.


Mita nampak menggenggam tangan aya yang sedikit bergetar, membuat mita semakin menyeringai. Ia langsung merubah mimik wajah nya menjadi iba.


" bisakah .. Kamu meninggalkan ra .. Ma ?" ucap mita hati - hati. Membuat pak nardi yang turut mendengar menjadi geram. Tangan tua pak nardi nampak mengepal erat. Ingin sekali rasa nya ia menjedut kan kepala ibu tiri dari tuan muda nya ini.


Aya yang mendengarkan juga turut tercengang. Diam - diam ia menghela nafas kasar mendengar permintaan konyol dari wanita ini. Tidak kah ia berpikir jika rama dan ia sudah menikah?


" tapi bu, kami sudah menikah, kami juga sudah memiliki sepasang putra dan putri, " ucap aya penuh sesal.


Mendengar aya yang menyebutkan putra dan putri bersama dengan rama, tangan maya kembali mengepal hingga kuku nya menancap buku jari nya. Mata nya menyorot tajam ke arah aya seakan ingin melahap nya bulat - bulat.


" mereka biar kami yang asuh, nak ku mohon, pertunangan ini sudah menjadi rahasia umum di ibukota, dan tidak bisa di batalkan, " bual mita menggenggam erat tangan aya.


Dalam hati aya mendecih, gila ternyata ibu tiri dari suami nya sungguh berbahaya. Ia melakukan segala cara untuk membuat rama menikah dengan anak nya sendiri.


" .... Kakek rama sudah menunjuk pertunangan ini dengan keluarga gadis ini, karena memang pertunangan ini sudah terjalin saat rama masih kecil dan gadis ini baru lahir, .. " mita melanjutkan bualan nya.


" saat itu rama sedang marah dengan maya, karena kesalahpahaman, sehingga ia kabur dari rumah dan menghilang, maya menjadi sakit- sakit an karena memikirkan rama, kami juga sudah mencari keberadaan rama dan baru sata ini kami menemukan jejak nya. Siapa sangka, karena kesalahpahaman nya ia berani menikahi mu, bahkan melupakan janji nya kepada maya, "

__ADS_1


" bukan kah kamu wanita sholehah ? "


__ADS_2