Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
129


__ADS_3

" kenapa ? Masih tetap ngotot jika harta yang bunda berikan kepada ku adalah harta pria tua itu ? Ck ck ck, nampak nya masih ada yang terlewat dari otak licik mu, ya ?" ejek rama saat ia melihat mita terdiam.


" haaah, bar ku kenalkan kepada mu dan kepada anak tersayang mu ini, " tekan rama sambil menatap tajam ke rah ita dan maya secara bergantian.


" bunda ku, adalah nona muda dari keluarga MAHESWARI, laksmi maheswari. Putri satu - satu nya pasangan MAHESWARI yang sempat merajai dunia perbisnisan di kota ini "


Ucap rama dengan tegas. Membuat mata mita membola. Siapa yang tidak pernah mendengar rumor tentang keluarga MAHESWARI di masa lalu ? keluarga dermawan yang memang berkuasa di kota B ini. Meski akhir nya setelah beberapa saat menghilang bak di telan waktu.


Siapa yang menyangka jika nona muda mereka menikahi seorang pemuda dari kalangan biasa?


" jadi, apakah menurut mu, bunda ku tidak memiliki harta warisan dari kakek dan nenek ku ? Lalu dari mana pikiran mu yang mengatakan jika harta itu adalah harta ilik ardhana ? JANGAN MIMPI, WANITA TUA, " desis rama di telinga mita.


Ita nampak terbengong, ia terhuyung ke belakang. Untung saja maya dengan sigap menangkap badan mama nya dengan cepat.


Pikiran mita blank, kosong saat mendengar ucapan rama. Ia sama sekali tidak menyangka jika Laksmi adalah nona muda Maheswari. Kebencian dan iri hati semakin menebal di hati nya.


Kenapa bukan ia yang menjadi nona muda tersebut ? Kenapa Laksmi begitu beruntung ?


Kenapa harta itu bukan menjadi milik nya dan malah menjadi milik rama ?


Kenapa ia begitu ceroboh hingga ia tidak melihat latar belakang laksmi terlebih dahulu ?


Mita terkejut sampai ia tidak bisa melakukan apa - apa lagi.


" sekarang, PERGI DARI RUMAH KU !! Jangan sampai aku melihat mu dan anak mu mendekati mansion MAHESWARI lagi !" teriak rama.


Mita yang masih saja tertegun segera di seret keluar oleh maya. Gadis Itu gemetaran mendengar teriakan murka dari rama. Di dalam pikiran nya saat ini ia hanya lah harus segera peri dari sini.


Kini, pupus sudah harapan nya untuk menjadi nyonya besar di mansion mewah ini. Jangan kan menjadi seorang nyonya, bahkan rama tidak sudi mengakui nya sebagai adik tiri nya karena mereka memang tidak ada terikat darah sama sekali.

__ADS_1


Rama memberi kode kepada zain da revan yang ternyata sudah sampai dan melihat aksi rama di depan pintu, rama menyuruh keda orang itu untuk memastikan maya dan mita keluar dari mansion. Dan tidak lupa menyuruh satpam agar memasukkan wajah mereka pada sistem blacklist agar di masa depan mereka tidak bisa masuk lagi ke dalam mansion.


...****************...


" mereka di biarkan begitu saja, bos?" tanya zin setelah kembali lagi. Revan segera duduk di samping rama yang masih terlihat memijit kening nya, nampak frustasi dan sedang menenangkan gejolak emosi nya.


Rama belum berani menemui aya dan si kembar yang ia yakin tengah tertidur di ruang bermain si kembar. Ia hanya tidak ingin emosi nya nanti malah terlampiaskan kepada aya atau si kembar.


" akan ada kejutan yang menanti mereka, " jawab rama ambigu. Zain dan zul saling berpandangan, mereka tentu saja tidak tahu perihal rama yang sudah mengirimkan pesan kepada ayah nya.


Tapi ke dua nya tidak bertanya lagi. Mereka tentu saja tahu jika saat ini rama tengah emosi.


" bagaimana perusahaan keamanan ?" tanya rama kepada revan dan zain setelah beberapa saat ia menenangkan diri.


Revan dan zan memang belum beranjak. Sementara pak nardi juga belum berani untuk mengusik rama untuk sekedar memanggil nya makan siang.


" semua lancar, kemungkinan besar sebulan lagi semua bisa clear lah, " jawab zin dengan santai.


" ada apa ? Tanya kan saja, gue udah nggak apa. " ucap rama membuat Zain dan revan rileks.


Tak lama sebelum revan mengajukan pertanyaan, aric dan zul bergabung dengan mereka, sementara rani menyusul aya dan si kembar, tidur di ruang bermain si kembar.


" kenapa mereka begtu nekat ke sini ? Lalu dari mana mereka memperoleh alamat mansion ?" tanya revan.


zain dan yang lain nya juga setuju dengan pertanyaan revan kali ini. Dari mana wanita ular itu tahu alamat mansion?


Rama sedikit terdiam sebelum menjawab pertanyaan, tapi zul segera mengambil laptop ang tadi di letakkan nya di samping meja, lalu seperti biasa, mengutak utik keyboard dan berusaha mendapatkan rekaman cctv selama hampir seminggu belakangan.


" nah, gue tahu. mereka seperti nya ngikutin kita Minggu kemarin, " celetuk zul.

__ADS_1


Rama, aric dan yang lain merapat ke arah zul. Mata mereka melihat rekaman cctv komplek yng menunjukkan sebuah mobil berwarna merah tengah mengikuti rombongan mereka saat mereka pergi ke taman minggu lalu.


Zul juga mencocok kan plat mobil merah itu dengan mobil yang di bawa oleh maya dan mita tadi, dan semua nya terbukti.


" cis, ternyata mereka memang sudah tahu sejak hari itu, " desah zain,


" oh iya, bang. Gue baru inget. Kemarin mira dan kawan - kawan sempat bilang kalau tuh anak penyihir beberapa kali terus - terus an datang ke kantin jurusan bisnis, " sahut revan saat ia tiba - tiba teringat apa yang di katakan oleh mira kepada anya.


...' *kak rev, tuh cewek sund*l nggak ada capek - capek nya deh nongkrong di kantin bisnis, emang nya nggak nyerah aja apa buat kejar kak rama, ' sungut mira dan rani kala itu*...


" aku lupa mau bilang bang rama, soal nya aku pikir emang udah kebiasaan nya buat ngintilin abang, " ringis revan dengan wajah merona.


Rama hanya tersenyum tipis dan tidak marah. Bagaimana pun juga memang revan tidak salah.


" nggak apa,


...****************...


Kini maya dan mita tengah menuju rumah mereka, di sepanjang perjalanan, mita masih saja terdiam dan maya pun demikian. Mereka masih nampak shock dengan kejadian hari ini.


" ma.. ,


" MAMA !!" maya berteriak memanggil mita saat mereka sudah berada di halaman rumah mereka,


Mita seketika tersadar, jika ia sudah sampai. Ia menoleh ke arah maya dengan wajah muram. Tak menyangka jika rencana yang selama ini di susun malah berbalik seperti ini. Beruntung ardhana masih belu tahu akan kebenaran nya, mungkin ?.


" ay masuk ma, setelah itu kita pikirkan apa yang harus kita lakukan, " ucap maya sambil memapah mita untuk keluar.


" maya nggak rela jika harta itu jatuh ke kak ra ...."

__ADS_1


JATUH KE TANGAN SIAPA !!"


__ADS_2