Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
56


__ADS_3

' si***an lah, gue kan cuma ngomong asal, iya sih, harus nya gue dulu nggak gu***in tuh janin, gue malah bisa buat anak itu menjadi ancaman untuk rama, toh rama nggak tahu kalo anak itu milik leo, ' batin aya sambil berteriak geram


" nggak apa - apa kok, ya. Tapi maukah kamu nanti bicara dengan rama ? Bisa kah kamu bantuin bicara supaya dia mau kembali dengan ku ?" harap aya.


" ehmm, gimana ya, abang tuh kalau di rumah suka jarang ada di rumah. Abang kan harus kerja paruh waktu untuk biayain kuliah aya, " ucap aya merasa tidak enak. Padahal dalam batin nya, ia sudah nampak mencak - mencak.


' enak aja, nggak mau lah, toh aya yakin, sebenarnya mas rama sama kakak - kakak lain nya sedang mendengarkan semua ini, ' batin aya sambil melirik bros berbentuk lebah madu di bahu kiri nya itu.


" oh iya kah ? Gimana kalau kakak yang akan bantuin buat biayain kuliah kamu dan juga rama ?" ucap alika antusias. Ia berpikir jika aya pasti tidak akan menolak niat alika.


" waahh, kakak sudah memiliki penghasilan sendiri kah ?" tanya aya pura - pura antusias. Kepala alika kembali menyusut. Sial, ini anak tidak mudah di taklukan !.


" ehm, ehm. Bukan begitu, ehm kakak tenu saja akan meminta daddy kakak untuk membayar biaya kuliah kalian, " ucap alika sambil menggeram tertahan.


" ouhh,, ya jangan dong kak lika, nanti kakak malah kena omel sama daddy kakak, " tolak aya dengan muka polos.


" nanti aya coba bilang ke abang, aya juga akan tanya mengenai kebenaran kakak dan abang, " ucap aya dengan santai.


Alika terkejut. Bagaimana mungkin ia membiarkan aya bertanya keada rama. Pasti rama akan marah karena semua omongan nya hanya omong kosong saja.


" ehm ehm, it .. Itu aya, "


" kenapa kak " tanya aya sambil memiringkan kepala nya yang tertutup dengan jilbab panjang nya. Mata hijau nya mengerjab gemas.


" kamu nggak usah lah tanya soal tadi , " kata alik nampak terbata - bata.


" loh ? Memang kenapa kak ? Aya pasti akan memarahi abang habis - habis an jika ini memang benar ! " kata aya sambil mengepalkan tangan nya seolah - olah geram.


" nati rama malah semakin marah jika aya mengungkit cerita itu, maksud kakak, bantu kakak untu bisa menjadi dekat dengan rama saja, " panik alika,

__ADS_1


Aya nampak mengamati gerak gerik alika yang nampak sangat gugup.


' hah, dasar. Baru seperti ini saja kamu sudah seperti cacing kepanasan kan ? ' batin aya.


" po.. Pokoknya aya nggak usah ungkit masalah ini lagi ya, cukup bantuin kakak untuk dekat dengan rama saja, tolong bujuk dia agar mau mengangkat atau sekedar membalas email kakak. Eh ngomong - ngomong, kakak boleh minta nomor ponsel rama ?" tanya alika dengan mata berbinar.


" ehm .. Aya juga nggak punya nomer abang, hape abang seperti nya rusak pas kemarin kerja " balas aya dengan muka sendu.


" yaaah, sayang sekali. Masa sampai ia tidak bisa membeli ponsel yang baru lagi ?" gumam alka agak sedikit sanksi dengan ucapan aya. Tapi ia segera menepis pikiran jika aya bisa saja bohong. Ia cukup melihat kesan aya yang polos dan masih bisa ia tipu.


" lagian aang juga nggak terlalu suka menghubungi aya, abang kan lebih suka menemui atau berbicara secara langsung dengan aya atau nggak lewat kak aric atau yang lain nya, jelas aya sambil mengangkat kedua bahu nya acuh.


" atau kak lika mau aku beri nomer kak aric saja ? Atau kak zain mungkin ??" tawar aya yang langsung membuat alika bungkam.


Tidak ! Tentu saja ia tidak akan mau ! Dari pada berhadapan dengan sahabat - sahabat rama yang lebih terlihat berandal itu, lebih baik untuk alika menghadapi rama sekalian.


Padahal, yang sebenar nya rama akan menjadi kejam dan menakutkan jika ada orang yang mengusik orang di sekitar nya.


" no.. No kakak nggak mau. Ha ha ha, terima kasih deh tapi nggak usah kasih kakak nomor aric, " tolak alika langsung.


" hmmm oke deh, " jawab aya cuek.


' duh, sampai kapan sih ? ' batin aya sambil melirik jam tangan khusus nya pemberian dari rama.


" eh kak, yuk balik ke kampus, sebentar lagi mata pelajaran aya akan segera di mulai lagi, " ucap aya sambil memperlihatkan jam tangan nya.


" eh, oh iya. Yuk deh kalau begitu, " ucap alika dengan sedikit enggan.


Padahal tadi nya ia ingin menahan aya hingga jam pelajaran aya usai dan ia bisa melihat rama menjemput aya. Tapi ternyata gadis ini adalah tipe orang yang rajin belajar.

__ADS_1


Setelah selesai dengan makan nya, aya segera membayar bagian makan nya sendiri. Awal nya alika memang ingin membayar bahkan terkesan mendesak aya untuk menerima traktiran nya.


Tetapi tentu saja aya tidak mau. Selain karena ia memiliki uang sendiri, uang jajan dari rama tentu nya. Ia juga tidak akan mau menerima traktiran dari cewek yang ingin merebut suami nya.


Kedua nya lantas berjalan menuju parkiran mobil dan alika segera mengantar aya ke kampus yang hanya di seberang kafe.


Saat berada di parkiran kafe, mata aya nampak menyipit saat ia melihat sebuah mobil yang nampak sangat familiar bagi nya.


Terang saja, mobil yang di lihat nya adalah mobil milik nya, hasil dari pertukaran mobil mewah sang suami dengan mobil biasa hanya untuk menuruti permintaan nya.


Sudut bibir aya melengkung di balik cadar, tapi alika tidak akan bisa melihat nya. Ia masih saja mengoceh mengenai rama tapi aya tidak berminat untuk menanggapi nya selain hanya tersenyum saja.


Mereka segera meninggalkan parkiran kafe.


💨💨💨


Suasana hening menyelimuti mobil milik aya yang berisi dengan pria - pria tampan. Rama melihat sang istri yang sempat melirik ke arah mobil mereka.


Ia sangat yakin jika istri nya sudah tahu jika mereka mendengar semua yang di bicarakan oleh aya dan alika.


" setelah ini gimana bos, ?" tanya aric memecah keheningan di antara mereka.


Mereka cukup shock dengan apa yang di tawarkan oleh alika kepada aya. Membayari biaya kuliah rama dan aya ? Heh jangan bercanda !


Bahkan rama sangat cukup mampu hanya untuk sekedar membeli universitas elit tempat mereka bernaung saat ini.


Bahkan tanpa di ketahui identitas nya, rama memiliki sedikit saham di kampus itu meskipun bukan saham mayoritas.


" ha ha ha, dia ingin membayari mu bos, "

__ADS_1


__ADS_2