Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
66


__ADS_3

" telpon dokter rani, bilang aku akan ajak aya buat konsul, usahakan dia nggak terima pasien dulu sampai aku selesai, " perintah rama. Tangan nya masih bertengger di kepala aya.


Revan membeku. Dokter Rani ? Spesialis kandungan kan ? Jangan - jangan aya ...


" iya benar, aya kemungkinan sedang hamil " kata rama sambil tersenyum tipis.


" APAAA ... "


" HAMIL ??"


Revan dan ketiga sahabat aya langsung berteriak heboh. Dokter annisa yang berada di ruangan nya hanya menggelengkan kepala maklum mendengar kegaduhan di kamar pasien aya.


" gue bakal jadi uncle ? " suara revan nampak terdengar bergetar.


" kita bakalan jadi aunty " tak kalah bergetar, mata mira, rani an acha bahan sudah berkaca - kaca.


Dengan cepat mereka bertiga langsung menyerbu ke arah aya dan berebutan memeluk aya. Sampai - sampai rama harus menyingkir.


" selamat ay. Hu hu hu kamu bakal jadi mommy" isak rani pertama kali.


" terima kasih ya kalian, " jawab aya terharu dengan kepedulian ketiga sahabat nya.


" nah, sekarang kami akan segera ke rumah sakit. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada kalian karena sudah menjaga aya, " ucap rama membubarkan acara peluk - pelukan aya dengan sahabat nya.


Dengan cepat, ketiga sahabat aya segera melepaskan pelukan aya karena aya akan segera di bawa ke ruah sakit untuk menjalani pemeriksaan.


" kami pergi ulu ya, revan tadi sudah meminta ijin kepada dosen kalian, kalian bisa langsung pulang, " pamit rama sambil memapah aya.


Sedangkan revan lagi - lagi sudah menghilang dari pandangan mereka berlima. Nampak nya revan sedang berada di ruangan dokter annisa untuk berpamitan dan meminta ijin untuk membawa aya pulang.


" aku pulang duluan ya, assalamualaikum, " pamit aya kepada sahabat nya.


" hati - hati di jalan, ay. Kabarin kami hasil nya , " teriak rani. Aya tersenyum dan mengangguk.


Rama menggandeng tangan aya dan menempatkan aya seperti barang pecah belah.

__ADS_1


" mas, nggak usah gini juga kali, aya kan nggak apa - apa " cebik aya manja.


" sssttt diem, kamu nurut mas aja, atau kamu mau mas gendong sampai tempat parkir ?" ancam rama. Aya mencebikkan bibir nya dan akhirnya hanya bisa pasrah.


Revan sudah berjalan duluan menuju tempat parkir. Ia tentu nya ingi ikut ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan kakak ipar nya.


......................


" bukan nya itu rama ? Kenapa dia ada di kampus ? Bukan nya dia lagi magang ?"


" lalu kenapa dia gandeng - gandeng aya ?"


" kenapa kelihatan nya mereka mesra banget ? Masa kakak adik mesra - mesra kayak gitu ?"


" sial, gara - gara si leo, gue harus di rumah sakit sebulan penuh ! Belom lagi tugas kuliah juga banyak banget, "


" sebenar nya gimana bisa leo tahu kalo gue pernah hamil anak dia ? Bukan nya nggak ada yang tahu soal kejadian 6 tahun yang lalu ?" gerutu nya pelan.


Ya, wanita yang nampak sedang marah - marah dan mendumel tidak jelas itu adalah alika. Nampak nya ia baru aja masuk kuliah setelah keluar dari sakit karena siksaan leo.


" gue harus selidiki dengan benar. Apa aya benar - benar adik dari rama ? Apa malah mereka sebenar nya punya hubungan yang intim ! " ucap nya sambil mengepalkan tangan dan pergi ke ruang kelas nya


......................


Rama dan aya serta revan sampai di parkiran MAHES HOSPITAL. Ketiga nya langsung menuju ke ruang praktik dokter rani dan menunggu beberapa saat.


Saat ini dokter ran sedang menyiapkan beberapa persiapan untuk melakukan pemeriksaan terhadap istri dari pemilik rumah sakit, revan memberi tahu perihal identitas aya kepada dokter rani.


" mas, apa nggak berlebihan jika harus mengosongkan jadwal dokter rani ?" tanya aya yang merasa tidak enak.


" kenapa yank? Tentu saja tidak apa - apa. Toh kita hanya mengambil waktu praktek dokter rani hari ini saja, " jawab rama sanai. Sultan mah bebas, ay !.


" ini juga buat kenyamanan kita, yank. Mas nggak mau kamu harus menunggu ama, apalagi jika benar dia sudah ada di dalam sini, kamu tentu tidak boleh kecapekan, " lanjut rama sambil mengusap perut aya dari luar gamis nya. Belum apa - apa saja sudah posesif kan !.


" udah nurut ae lah, kakak ipar. Si bos mah nggak bakalan bisa di ganggu gugat keputusan nya, " sela revan. Nampak nya revan memang sudah harus terbiasa dengan kebucinan dan keposesifan sang bos.

__ADS_1


' jika benar ada bos junior di dalam perut kakak ipar, nampak nya bang rama akan benar - benar mengundurkan diri dari jabatan ketua geng, ' pikir revan sambil melirik pasangan muda di samping nya ini.


Beberapa menit kemudian. Zul, zain dan juga aric sampai di depan lorong ruang periksa dokter Rani. Ketiga nya langsung bergabung dengan rama, revan dan aya.


" bagaimana? Kenapa aya bisa pingsan tadi ? Terus kenapa ke dokter rani periksa nya ?" zain melontarkan pertanyaan yang berturut - turut tanpa membiarkan rama atau pun aya menjawab.


" satu satu atuh zain, nanya nya, " gerutu zul menggeplak belakang kepala zain. Aric hanya menggelengkan kepala nya melihat zain yang terlalu aktif bertanya.


" aya nggak apa - apa kak zain, alhamdulillah. Mungkin hanya sedikit kecapekan, " jawab aya sambil tersenyum.


Zain, aric, dan zul langsung mengalihkan tatapan mereka kepada rama. Seolah - olah mereka serempak menyalahkan rama.


" apa ? Kenapa kalian ngeliat saya seperti itu ?" sinis rama yang tersinggung dengan tatapan ketiga sahabatnya.


" lo yang bener aje ram, pengantin baru sih pengantin baru. Tapi mbok ya kasian gitu sama aya, main gempur ae lo ! " sinis zain blak - blakan. Membuat rama mengernyitkan kening nya dan aya merona malu.


PLAK


" apa maksudnya, dodol ! " geplakan rama mendarat sempurna di bahu zain. Gemas, rama merasa keki dengan ucapan nyeleneh dari zain. Meskipun ya memang benar sih,


" loh, bukan nya aya lo buat kecapekan mulu ? " tanya zain. Aric dan zul sudah menutup mulut mereka dan menutup telinga revan. Hei, bos. Revan kan calon dokter. TApi memang dasar nya abang nya semua tidak ingin telinga nya terkontaminasi saja.


" bukan begit .... "


" Nyonya aya, tuan rama, "


Sebelum rama melakukan sanggahan, terdengar suara perawat yang memanggil mereka untuk masuk ke dalam pemeriksaan.


" nanti saya jelaskan, " ucap rama. Membuat ke empat sahabat nya mau tidak mau mengangguk dan memilih untuk menunggu di luar ruangan.


Dengan sabar, rama menuntun aya untuk memasuki ruangan dokter rani.


" selamat siang, tuan rama, " sapa dokter rani sopan. Meskipun umur nya jauh lebih tua dari rama, dokter rani tetap memanggil rama dengan sebutan tuan. Karena ia bekerja di rumah skit milik rama.


" panggil rama saja, bu. "

__ADS_1


__ADS_2