
" waaahhh, ganteng banget.. Aku harus dapetin dia, " gumam maya. Rupa nya ia tidak sengaja melihat rombongan rama yang memasuki parkiran depan gedung jurusan bisnis dan manajemen.
Maya juga sempat melihat rama yang turun dari cullinan sehingga ia dengan jelas bisa melihat paras tampan dan karismatik nya rama. Meskipun ke empat pria yang bersama nya juga tidak kalah tampan, tetapi maya merasa jika pria yang berada di urutan paling depan adalah ang paling tampan. Memang pesona mantan bad boy insaf sekaligus papa muda sungguh menggoda.
Sayang nya maya tidak tahu dengan siapa ia berhadapan.
Maya memang tidak tahu jika ia memiliki seorang kakak tiri dari pihak sang ayah. Ia tidak terlalu perduli ketika mama nya marah - marah saat membahas tentang mantan istri papa nya yang sudah meninggal. Yang hanya di dalam pikiran nya adalah dapat hidup mewah dan berfoya - foya tanpa memikirkan yang lain.
Saat itu maya dan sekelompok teman nya akan mengikuti seminar yang di adakan di aula yang memang berdekatan dengan gedung jurusan bisnis dan manajemen.
" bener woy, ganteng banget mereka. Apalagi yang paling depan, " ucap nina, salah satu sahabat maya.
' yang paling kecil tadi bay face banget, " sahut tina, yang mengacu kepada revan.
" mereka senior kita jurusan bisnis mungkin ya, hebattt. Ganteng - ganteng dan kaya banget " ucap windi dengan mata yang berbinar.
Ke empat sekawan itu adalah geng dari SMA di kota J. Itu adalah geng nya maya. Mereka semua mengambil jurusan teater meski dengan prodi yang berbeda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara rama dan yang lain nya tidak tau jika ternyata mereka menjadi bahan gosipan para mahasiswa baru.
" bang, revan langsung nemuin profesor will ya, " pamit revan yang langsung ngacir pergi menuju gedungnya sendiri.
Rama dan yang lain nya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah revan yang sudah biasa.
Di depan kelas aya, ketiga sahabat aya sudah menunggu kedatangan rama. Tapi mereka hanya bisa menahan kekecewaan karena ternyata aya akan mengambil cuti nya.
" kak, aya beneran ambil cuti ?" tanya mira kepada rama setelah memberikan kotak bekal kepada aric.
__ADS_1
" hmm, " jawab rama dengan singkat.
" hai, gadis kalem nya zain, " goda zain kepada acha yang membuat acha tersipu ! What ?! Acha si gadis super kalem sedang merona !! Rani dan mira yang melihat nya segera melebarkan mulut mereka. Dan tersadar setelah aric dan zul kompak menutup mulut mereka.
Sungguh menakjubkan ! Tanpa harus di jelaskan, mereka berdua tahu jika acha sudah ke sirep dengan tingkah absurd zain.
Apakah mereka berdua harus menangis atau tertawa ? Tentu saja mereka merasa berterima kasih kepada zain, dan juga kepada aya tentu nya. Karena tanpa mereka berteman dengan aya, mereka berdua tidak akan berkenalan dengan anggota INTI BLACK KING secara langsung dan intens.
" lo .. Lo sadar kan , cha ?" ucap rani sambil menggoyang - goyangkan lengan acha ynag masih saja tersipu itu.
" apa sih, ya masih lah, lo kira gue gila " jawab acha sambil mendelikkan mata nya sebal dengan reaksi rani dan mira.
" cieeeeee,, acha udah cair, ra, ha ha ha " rani akhirnya nya tertawa di ikuti oleh mira.
" dasar sableng semua emang, " kekeh zul yang sedari memperhatikan tingkah tiga sahabat nyonya bos nya ini bersama dengan yang lain nya.
" sudah bercanda nya ?" tanya rama yang mulai jengah dengan sikap kekanakan mereka. Sungguh setelan rama tidak cocok untuk menanggapi ocehan garing dari kawanan badut kampus ini.
3 bulan terus menerus membantu aya untuk mengurus si kembar, nyata nya malah membuat rama ketagihan untuk terus berdekatan dengan mereka. Maka dari itu rama ingin cepat - cepat mengajukan judul skripsi nya.
" su .. Sudah kak, " jawab mira dengan nada sedikit takut. Memang meskipun sudah mendapat gelar PAMUD, rama tetap saja bersikap garang kepda yang lain nya.
" nanti setelah pulang kampus, bisa kah kalian menemani aya dan si kembar. Kalian hanya ada satu jadwal matkul kan ?" tanya rama to the point.
Mendengar ijin dari yang mulia raja, tentu saja membuat mata ke tiga sahabat aya itu berbinar terang. Pasal nya selama 3 bulan ini, mereka sangat jarang mengunjungi aya dan si kembar karena rama sempat melarang dengan dalih si kembar butuh suasana tenang. Sementara jika ada mereka ? Apalagi di tambah dengan pasangan masing - masing, beuuh pasar malam saja kalah ramai nya.
Maka ketika rama menawarkan diri untuk berkunjung, mereka tidak akan menyia - nyia kan kesempatan emas itu.
" ASHIAAAAAPPPPPP " jawab tiga gadis itu serempak setelah itu tertawa karena baru sadar mereka kompak sekali menjawab rama.
__ADS_1
" dasar, toa pas, " ucap zul sambil mengorek telinga nya yang sungguh pengang !
Aric aja refleks menutup mulut nyaring mira karena tidak tahan dengan lengkingan paduan suara mereka.
Sedangkan zain asyik menoleh ke kanan dan ke kiri meminta maaf kepada beberapa mahasiswa yang langsung menoleh saat mendengar suara nyaring itu.
Sementara itu, rama hanya bisa menggelengkan kepala nya. Diri nya sudah tidak asing dengan tingkah absurd ke tiga sahabat istri nya.
" ya sudah, nanti kalian bisa langsung ke mansion, saya akan menghubungi pak toto untuk langsung mengijinkan kalian masuk." ucap rama sambil beranjak menuju kantor dosen nya.
" yank, nanti abang nggak bisa ikut ke mansion, abang mau ke kantor, pamit aric kepada mira. Mira tersipu dan hanya mengangguk. Tentu ia paham, sebagai asisten dan sekaligus tangan kanan dari rama, aric akan kebagian ribet nya jika rama lebih memilih untuk menemani aya dan si kembar,
" akang ganteng juga, beb. Akang bakal temenin aric buat kontrol perusahaan, " susul zul yang berbicara kepada rani.
" hmmm, no problemo, " jawab rani.
" cih, mereka nggak bakalan ada waktu buat cemas pada kalian kalau udah berhadapan sama aqil, kita mah lewaatttt .. " cibir zain sambil asyik menggoyang - goyang kan jari acha.
" ha ha ha, kak zain tahu aja deh, " tawa mira dan rani langsung pecah.
" ya dah, ayo. Kita ada kelas sebelum ke perusahaan, " ajak aric. Ia langsung berpamitan kepada mira dan yang lain di susul oleh zul.
" bye byye, girl. Nanti revan yang akan menyusul kalian ke mansion. Kalian boleh bareng dengan revan, " zain ikutan melambaikan tangan dan segera berlari menyusul aric serta zul yang sudah jauh berada di depan.
...----------------...
" kira - kira siapa sekumpulan pria tadi ya ?"
" edan lo, kita baru ikut MPLS udah langsung dapat pemandangan dan target "
__ADS_1
" gue nggak mau tahu, pria paling depan tadi adalah milik gue !"