
" selamat siang, tuan rama, " sapa dokter rani sopan. Meskipun umur nya jauh lebih tua dari rama, dokter rani tetap memanggil rama dengan sebutan tuan. Karena ia bekerja di rumah skit milik rama.
" panggil rama saja, bu. " pinta rama dengan sopan.
Dokter rani nampak menyunggingkan seulas senyum ramah. Ia dapat melihat jika bos nya tidak memiliki kesan tuan muda yang sombong seperti kebanyakan tuan muda lain nya.
" baiklah, nah ini dengan nyonya aya ..."
" panggil aya aja bu, atau neng juga boleh, " sela aya cepat. Bagaimanapun, dokter rani terlihat seumuran dengan mendiang umma nya.
" baik, jadi neng aya. Apa keluhan nya ?" tanya dokter rani mulai melakukan sesi taya jawab kepada gadis / wanita cantik di depan nya ini.
" tadi pagi, setelah bangun tidur ia mual dan muntah dok, lalu di kampus ia malah sampai pingsan. Dokter jaga di kampus menyarankan untuk melakukan pemeriksaan di dokter kandungan, " bukan aya yang menjawab, tetapi malah rama yang begitu semangat menjelaskan keadaan aya.
Sekali lagi dokter Rani tersenyum hangat. Ia sama sekali tidak menduga jika bos muda nya ini begitu mencintai istri kecil nya. Nampak terlihat jelas jika rama memperhatikan setiap detail keadaan aya.
" baik sudah periksa testpack ?"
" belum dok, "
" hmmm, ingat nggak terakhir kali neng aya menstruasi ?"
" ehhhmm seperti nya bulan lalu, dok"
" tepat nya tanggal 20 dua bulan lalu dok, " tanpa aya dan dokter rani duga, rama justru menjawab dengan mantap pertanyaan yang di ajukan oleh dokter rani. Membuat aya merasa malu saja. ( anggap saja sekarang bulan juni tanggal 8, jadi menstruasi aya terakhir kali adalah tanggal 20 bulan april)
" wah wah, rama sampai hapal ya, " goda dokter rani. Rama menjadi tersipu sendiri. Tapi hanya sebentar, karena selanjut nya ia langsung memasang wajah datar andalan nya lagi.
Aya menunduk malu dengan rona merah di pipi nya. Ia tidak menyangka jika suami nya begitu menghapal jadwal menstruasi nya.
__ADS_1
" nggak usah malu, neng. Ini tanda nya nak rama sangat memperhatikan mu, " hibur dokter rani. Tentu Saja ia tahu perasaan malu aya.
" baik,mari kita timbang dan cek darah terlebih dahulu, lalu nanti kita lanjut testpack dan USG setelah hasil nya positif, " dokter rani segera mengintruksikan perawat pendamping nya untuk menimbang dan mengukur tensi darah aya.
" untuk tensi darah nya agak rendah dok, berat badan nya 55kg, " lapor sang perawat.
Dokter rani nampak mencatat nya, lalu ia memberi sebuah alat testpack dan menyerahkan kepada aya. Perawat mengantar aya menuju kamar mandi yang berada di dalam ruangan tersebut.
Tidak sampai 5 menit, aya sudah keluar dengan sebuah cawan kecil di tangan nya yang sudah ada testpack tercelup di sana
Perawat nampak melihat hasil dan menyerahkan nya kepada dokter rani stelah di bias terlebih dahulu,
" alhamdulillah, positif hasil nya, " seru dokter rani riang. Aya dan rani saling memandang dan tersenyum gembira. Rama bahkan sudah menciumi tangan aya yang berada di dalam genggaman nya.
" mari kita lakukan USG untuk mengetahui usia janin dan keadaan nya sekarang, " ajak dokter rani. Rama menuntun aya dan membantu aya berbaring di atas ranjang.
Dokter rani nampak sudah bersiap dengan tranducer di tangan nya. Perawat dengan sigap membantu mengoleskan gel khusus setelah meminta izin aya untuk menyingkap sedikit gamis nya ke atas.
" waaahhh... Masya allah .. Ini nih calon dedek nya ... "
jantung rama dan aya berdetak cepat. Aliran hangat terasa di hati mereka, aya dan rama nampak berkaca - kaca. Mata mereka saling memandang dan kemudian mengalihkan kepada monitor yang menunjukkan kehadiran janin calon anak mereka.
" tapi bentar ... "
Deg
Seketika senyum aya dan rama menghilang kala dokter rani menyela penjelasan nya. Ada apa ? Kenapa dengan calon anak mereka ? Perasaan gelisah berganti menyusup di hati mereka.
" masya allah !! Coba kalian lihat ini ... "
__ADS_1
Mata aya dan rama nampak lebih menyipit dan memperhatikan gambar d monitor yang di tunjukkan oleh dokter rani. Dokter rani nampak mengarah kan mouse pada dua buah titik kecil di sana,
" ini .. Kalian lihat ada dua buah titik kan ?" tanya nya penuh semangat.
" ya dok, ada apa ? Kenapa dengan nya ? calon anak kami baik - baik saja kan ?" tanya rama dengan panik. Aya bahkan sudah meneteskan air mata nya karena ketakutan. Dokter rani memandang kedua nya dengan sedikit bingung.
" hei neng aya, calon bunda. Jangan menangis, tidak ada apa - apa yang mengkhawatirkan dengan kondisi janin calon anak kalian, "
" ini malah berita yang masya allah akan menggembirakan untuk kalian, " lanjut dokter rani dengan senyum di bibir nya. Rama dan aya saling berpandangan lagi.
" insya allah, kalian akan memiliki dua anak sekaligus, "
JEGER
Seketika, kegelisahan yang sempat melanda langsung hilang. Mereka akan memiliki dua anak sekaligus ? Kembar ? Anak mereka kembar ?
Rama langsung bersujud di lantai. Aya bahkan menangis haru lebih deras. Mimpi nya tadi menjadi kenyataan ? Ia dan rama akan di karunia i anak kembar ? Masya allah, sungguh nikmat mana lagi yang kau dustakan ?!.
Rama segera bangkit dar sujud nya. Rasa gembira nya seakan - akan meluap begitu saja. Ia menciumi hampir seluruh wajah aya tanpa perduli dengan kehadiran dokter rani dan seorang perawat di sana.
Dokter rani dan perawat pun nampak tidak keberatan dengan pemandangan manis ini. Mereka tentu saja sudah terbiasa dengan berbagai macam ekspresi yang akan di berikan oleh calon orang tua.
Apalagi ini adalah kehamilan kembar yang belum tentu setiap orang merasakan nya. Dokter rani dapat melihat jika di depan nya ini adalah pasangan uda yang baru menikah. Kemungkinan sekitar 4 bulanan yang lalu. Dan mereka langsung di beri kepercayaan besar berupa anak kembar sekaligus. Siapa yang tidak akan gembira?
Rama dan aya menyudahi rasa gembira mereka. Setelah perawat membantu aya membersihkan sisa gel di perut nya, rama kembali membantu aya untuk turun dari rajang dengan perlahan.
Rama dan aya kini duduk di hadapan dokter rani. Bersiap untuk mendengarkan wejangan mengenai kehamilan aya kali ini. Dokter rani menatap kedua nya dengan tersenyum lembut dan hangat.
" selamat ya sekali lagi, nah mari kita lihat hasil laporan nya .. "
__ADS_1
" ehhm, insya allah usia mereka berdua sudah 7 minggu ya, dalam trisemester pertama ini, neng akan merasakan yang nama nya mual, muntah,. Itu sudah menjadi hal yang biasa. Sebisa mungkin vitamin harus tetap masuk. Makan masih oke kan ?" ucap dokter rani.
" masih dok, hanya terkadang pada makanan tertentu seperti aroma daun seledri akan terasa mual, "