
" gimana skripsi lo, bos?" tanya zul. Ia mulai mengeluarkan laptop nya dari tas. Namak akan membuka email perusahaan.
Mahasiswa yang berada di samping zul mulai menajamkan pendengaran mereka.
Skripsi ?
Rama ingin menyusun skripsi ?
Bukan kah rama baru semester 6 kemarin, jadi sehabis magang ia sudah akan mengajukan skripsi?
Dahsyat...
Langsung saja, bisikan demi bisikan mulai terdengar. Bukan hal umum lagi, rama memang baru berusia 22 tahun, ia sudah akan lulus S1 nya.
" hmmm, di terima, gue langsung boleh susun bab 2 karena selain judul nya, gue udah siapin bab 1 nya .. " jawab rama sambil tetap menatap layar ponsel nya. Bagi nya berbalas pesan dengan aya adalah hal yang paling penting daripada menikmati suasana kantin yang di penuhi dengan hingar bingar penggosip.
" syukurlah, lo pasti nggak mau pisah lama - lama dari aqil sama aqila, kan ?" sahut aric.
" sama emak nya juga, " sahut zain nimbrung.
Rama hanya terdiam, namun bibir nya tersungging senyum tipis tanda ia mengiyakan ucapan sahabat - sahabat nya.
" pssstt, gue dapat info, perusahaan bokap lu ... " sebelum zul meneruskan omongan nya, rama nampak mendongakkan wajah nya dan menatap zul dengan tajam.
Seketika itu juga, punggung zul terasa dingin kerana ngeri.
" so.. Sorry, gue cuma mau ngasih kabar aja, " cicit zul pelan. Aric dan zain hanya tersenyum kecut menertawakan nasib zul yang kena delikan tajam dari bos nya.
Rama menghela nafas nya kasar. Cepat atau lambat, pembahasan mengenai ayah nya memang pasti akan terjadi, tapi ia sama sekali tidak menyangka, jika ini akan cepat terjadi setelah ia dan aya sedikit tenang setelah beberapa peristiwa yang terjadi.
" haaaah, katakan, " ucap rama dengan nada dingin. Zul menelan ludah nya kelat. Kali ini ia salah strategi, harus na ia tidak menyinggung suasana hati rama, meskipun tad nya rama tengah tersenyum karena chat dengan aya, tetapi semua kebahagiannya langsung sirna. Senyum tipis nya langsung membeku hanya karena ucapan zul.
__ADS_1
Tapi bagaimanapun, zul memang harus menyampaikan berita itu!.
"ARDHANA group sedikit mengalami goncangan. Nampak nya produk nya kalah saing dengan pendatang baru, KITCWARE Inc. Perusahaan baru itu mampu mengembangkan inovasi pada varian peralatan rumah tangga. Contoh nya, produk rice cooker mereka, kini tidak hanya berbentuk tabung bulat, tetapi sekarang ada yang berbentuk kotak. Mereka juga menyediakan aksesoris penghias agar tampilan rice cooker tidak hanya berwarna polos, " jelas zul mulai menjabarkan hasil penyelidikan nya.
" jadi ? Inti nya mereka hampir bangkrut ?" tanya aric yang juga ikut mendengarkan penjelasan zul. Zul mengangguk.
" hampir, saat ini mereka masih mengandalkan konsumen lama dan merk mereka, " jawab zul.
" tapi, gue rasa itu tidak akan berlangsung lama. Gue pernah denger MERK yang baru ini. Mereka juga menyediakan botol minuman yang fashionable. Sudah jelas mereka mengambil pasar bagi anak - anak muda, " sahut zain dari samping,
Rama hanya terdiam mendengar diskusi dari ketiga sahabat nya, ia sama sekali tidak berniat untuk ikut berunding. Bagi nya, ia sudah tidak lagi ada urusan dengan ARDHANA Group. Meskipun dalam surat yang di tinggalkan sang bunda jelas di sebutkan jika pembangunan ARDHANA Group ada campur tangan sang bunda.
Rama sama sekali tidak ingin perduli pada pria tua yang sayang nya bergelar sebagai AYAH nya itu. Hati nya sungguh mati rasa !.
" yaahh, apa - apa pun, semua nya nggak ada hubungan nya dengan gue, " ucap rama setelah yang lain terdiam.
Zul, zain dan aric tentu saja tidak bisa mengatakan apa - apa. Bagaimana pun mereka tahu bagaimana perasaan rama setelah kematian sang bunda.
" makanan dataaang " teriakan revan dengan apan di tangan nya dan satu nampan lain di tangan petugas kantin datang memecahkan keheningan yang terjadi di meja rama dan Cs nya.
Rama dan yang lain nya nampak segera menikmati makanan yang sudah datang itu.
...----------------...
Rama harus pergi ke perusahaan karena ada beberapa hal yang harus ia lakukan setelah aric dan zul tidak bisa menghandle nya.
Sementara zain dan revan, mereka berdua sibuk mengawasi pembangunan perusahaan keamanan.
Janji rama untuk membawa aya jalan - jalan di sekitar taman komplek nampak nya harus di tunda terlebih dahulu. Lagi pun, aya sudah terhibur dengan kedatangan para sahabat yang rama ijinkan untuk berkunjung.
AYa pun juga tidak keberatan untuk membiarkan rama pergi ke perusahaan. Rama tentu nya memilih menghubungi ya dan menjelaskan detail nya agar tidak ada kesalahpahaman yang tidak berarti. Rama tidak ingin ada satu hal pun yang mereka sembunyikan.
__ADS_1
Setelah jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, rama bersiap untuk pulang. Aric dan zul sudah terlebih dahulu menuju ke markas, ikut revan dan zul.
✉️My little wife
" mas, bisa minta tolong ? Popok si kembar habis, ini nyisa setengah ball. Minta tolong beli ya mas ya 🥹🥹🥹 "
Rama nampak mengecek pesan yang di kirim oleh sang istri. Rama terkekeh pelan saat melihat emoticon sok imut yang di gunakan oleh aya.
Terbayang wajah aya lengkap dengan rona malu - malu nya. Terkadang rama gemas dengan sikap aya yang masih saja merona saat ia menggoda nya.
Uhhh, jadi kangen umma nya si kembar !.
Rama tak menunda untuk mampir ke supermarket terdekat dengan komplek nya. Ia juga harus mengejar waktu agar berada di rumah saat waktu magrib.
Sampai di supermarket, beres memarkir mobil nya, rama langsung melenggang santai menuju rak kawasan perpopokan untuk bayi - bayi nya.
Rama ingat dengan jelas jenis popok yang di gunakan oleh si kembar karena ia memang selalu menemani aya jika wanita itu berbelanja kebutuhan untuk si kembar.
Kedatangan rama di kawasan popok bayi sempat membuat heboh para pengunjung lain nya. Bagiamana tidak, tampilan nya yang menggunakan jas necis, wajah tampan rupawan, sorot mata yang tajam dan sikap dingin tak tersentuh malah mau - mau nya pergi ke kawasan yang rawan akan berkumpulnya lawan jenis ini dengan mendorong sebuah troli belanjaan.
Banyak yang nampak berbisik mengagumi tampang rama, atau sekedar berbisik betapa beruntung nya sosok wanita yang mendapatkan rama.
Sedangkan rama ? Dia cuek saja. tatapan nya lempeng menuju ke suatu tempat di mana para popok si kembar berderet.
Rama dengan cepat mengosongkan rak popok tersebut. Ia berpikir jika sekalian saja untuk stok beberapa hari kemudian. Lalu masih dengan tapang cool nya rama segera menuju tempat pembayaran.
Beruntung ia mendapatkan slot yang sepi dengan petugas kasir pria, sehingga ia bisa mengindari kontak dengan kasir wanita dan malah berakhir di persulit pembayaran nya.
Rama segera menuju tempat mobil nya terparkir, bagaimana pun ia memakai cullinan yang di pakai saat kuliah tadi sehingga ia cukup mencolok.
" wah ... Wah .. Bukan nya ini adalah putra mahkota keluarga ARDHANA ?"
__ADS_1