Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
37


__ADS_3

CETREK


DEG


Jantung rama terlonjak kaget dengan pemandangan yang berada di depan nya.ia menaikkan satu alisnya.


Di dapati nya aya yang sedang berbaring di ranjang mereka dengan pose yang cukup menan tang. Meski masih ada gesture malu - malu. Ia mengenakan baju tidur berbahan satin yang amat tipis. Bukan lingerie, hanya baju tidur biasa yang tipis saja.


Aya nampak menyunggingkan senyuman malu - malu nya menatap ke arah mata rama yang tengah memindai diri nya.


" apa maksudnya ini sayang, " tanya rama dengan suara yang serak. Kentara sekali jika ia kini tengah menahan ha****Tnya.


" ehhmm. Apa yaa, " aya mengerlingkan mata nya malu - malu. Rama tersenyum dan segera menghampiri istri nya. Menaik tubuhnya ke dalam pelukan nya dengan nafas yang berat.


" jadi, hari ini kamu sudah bersih ?" tanya rama. Tangan nya mulai mengusap - usap rambut aya yang tergerai indah.


" hmm, aya sudah sholat ashar tadi, " jawab aya malu. Ia semakin merapatkan pelukan nya pada sang suami.


" kamu yakin ingin memberikan nya kepada mas malam ini ?" tanya rama meyakinkan istri nya. Jika pun aya ingin ia menahan nya, maka ia juga akan menuruti istri nya. Bagaimana pun ia ingin istri nya nyaman dengan kehidupan pernikahan mereka.


" mas, aya ridho lillahi taala. Lagi pula aya akan berdosa jika aya menunda - nunda. Ini sudah menjadi hak untuk mas, " jawab aya sungguh - sungguh. Rama menyunggingkan senyuman manis nan hangat ya.


Ia mulai meraih ubun - ubun sang istri, berdoa dengan pelan di sana dan mulai melaksanakan kewajiban batin mereka.


💨💨💨


Alarm yang di pasang oleh aya berbunyi dengan nyaring. Mengusik tidur rama yang di rasa baru beberapa jam ia terlelap setelah kegiatan dengan sang istri. Ia mematikan ponsel sang istri


Masih pukul 4 pagi, rama kemudian melirik ke arah sang istri yang nampak tertidur lelap karena kelelahan dengan olahraga malam mereka.


Diam - diam rama bersyukur, ia sangat senang dan bahagia saat mengetahui jika diri nya adalah yang pertama untuk sang istri. Di belai nya wajah istri nya yang nampak gembil. Pipi chubby yang selalu memerah saat di goda itu.


Mata lentik dengan bola berwarna hijau zamrud yang akan meneduhkan setiap orang yang menatap nya. Meski hanya dengan melihat bola mata saja.

__ADS_1


Rama mengagumi setiap lekuk wajah istri nya. Hidung mancung, pipi chubby, bibir kecil yang penuh dan membuatnya candu setiap kali menye sap nya.


Gerakan jari rama yang sedang menyusuri wajah aya, nampak nya memberi sensasi geli hingga akhirnya membuat aya terganggu. Di lihatnya aya sedang mencoba membuka mata nya, berusaha bertarung dengan hawa ngantuk nya.


Seketika mata hijau nya mengerjab secara perlahan. Dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tampan sang suami. Ia segera sadar jika semalam mereka telah melakukan malam pertama yang sempat tertunda karena tamu datang bulan nya.


Aya reflek menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang masih polos itu.


" selamat pagi, babe." sapa rama dengan senyum di bibir nya.


" selamat pagi mas, " cicit aya malu - malu.


" kenapa hm ? Malu ? Atau kamu malah menyesal ?" goda rama.


Sontak saja membuat aya menggelengkan kepala nya berulang - ulang.


" ihh, enggak mas, aya malu, " cicit nya lagi.


" terima kasih sayang, sudah memberikan nya kepada mas, " kata rama dengan tulus dan lembut. Aya tersenyum tak kalah manis dan mengangguk. Bagi nya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri sudah memberikan mahkota nya untuk suami yang di cintai nya.


" ayo bangun dan segera mandi, babe. Sebentar lagi waktu subuh, " ajak rama.


" mas saja duluan, aya masih malu, " kata aya di balik selimutnya. Ia hanya menyisakan kepala yang sedikit menyembul karena kembali menarik selimutnya saat rama mengajak nya mandi.


" mau bareng aja ?" tanya rama sambil menaik turunkan alisnya. Aya menggeleng kuat di dalam selimut.


Rama terkekeh lalu ia beranjak untuk mandi meninggalkan istri nya yang masih saja malu - malu itu. Padahal kan rama sudah melihat semua nya.


Sementara rama mandi, aya bangun dengan menyeret selimut untuk menutupi tubuhnya, piyama yang semalam ia pakai entah berada di mana.


Dengan langkah tertatih karena bagian bawahya masih terasa ngilu, aya melangkah menuju lemari sang suami dan menyiapkan pakaian koko untuk suami nya.


Sudah tidak canggung lagi saat aya mengambil c****** dalam sang suami karena ia sudah terbiasa.

__ADS_1


15 menit emudian rama nampak keluar dari kamar mandi mereka, ia hanya mengenakan handuk dari perut sampai lutur nya. Dada nya di biarkan polos begitu saja. Dengan menggunakan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya, rama kemudian melangkah menuju sang istri yang nampak sedang membereskan kekacauan di ranjang mereka.


Rama terkekeh pelan saat melihat aya nampak kesulitan dalam gerakan nya, karen harus tetap menjaga selimutnya agar tidak melorot jatuh.


GREP.


" mas, ih, bikin kaget aja, " pekik aya tertahan. Rama membuatnya kaget karena pelukan dari belakangnya.


" mandi lah babe, biar mas yang bereskan semua nya, mas sudah siapkan air hangat untuk mu," kata rama sambil menyesap aroma tubuh aya.


" hmmm, apa tidak apa - apa ?" tanya aya, ia merasa tidak enak hati jika sang suami yang membereskan kamar tidur mereka.


" ya, mandi lah, sebentar lagi masuk waktu subuh sayang, " jawab rama. Aya mengangguk dan ia mulai melangkah dengan perlahan.


Rama mengernyitkan kening nya saat melihat cara jalan aya yang nampak aneh. Ia langsung sadar dan segera menggendong aya.


" astagfirullah, mas ih, " jerit aya lagi. Selimut nya terjatuh karena gerakan rama yang tiba - tiba. Aya reflek menyilangkan tangan nya di depan dada nya.


" ha ha ha, mas sudah melihat semua nya sayang, " tawa rama lagi. Aya mali dan menenggelamkan wajah nya di dada sang suami.


" maafin mas, pasti sakit, " kata rama, aya hanya mengangguk di dalam dekapan rama.


Rama meletakkan tubuh aya di dalam bath tub yang di penuhi dengan air hangat dan telah di beri aroma terapi.


" berendam lah sebentar untuk mengurangi perihnya, babe." kata rama. Ia segera beranjak meninggalkan sang istri. Membiarkan sang istri berendam terlebih dahulu.


Sementara itu rama keluar, ia segera berganti pakaian yang sudah di siapkan oleh aya. Dan kini ia mulai beranjak untuk membereskan bekas pertempuran berdarah nya dengan aya.


Rama tersenyum - senyum sendiri saat ia mengingat pertempuran mereka semalam. Sekali lagi ia bersyukur mendapatkan seorang istri seperti aya.


Rama kini mulai menarik sprei yang terdapat jejak darah di atas nya.


' terima kasih sudah menaga nya untuk ku"

__ADS_1


__ADS_2