
Keesokan hari nya, maya benar - benar masih berharap jika windi, nina dan tina akan memohon - mohon kepada nya untuk kembali berteman.
Namun, nampak nya semua harapan maya hanyalah harapan kosong, saat ke tiga gadis itu melihat nya, mereka bahkan dengan terang - terang an memalingkan wajah mereka.
Membuat wajah maya yang awal nya angkuh sombong, menjadi kesal dan malu sendiri.
' sial, apa papa belum memutuskan kontrak dengan perusahaan orang tua mereka ya ?' pikir kesal maya sambil menghentak - hentak kan kaki nya.
Ia pun segera merogoh ponsel dari tas nya dan menghubungi sang mama.
📞 : " halo, iya kenapa sayang ?"
📞 : " ma, maa udah bilang papa kan buat putus kontrak sama orang tua temen - temen ku ?"
Maya nampak kesal saat mengubungi mita. Tanpa basa basi ia langsung menyembur marah.
📞 : " sudah, semalam mama langsung nelpon papa. Papa marah dan langsung memutuskan hubungan kerja mereka, ada apa nak ?"
mata maya membola saat mendengar kenyataan yang di ucapkan sang mama. Lalu, kenapa mereka bertiga masih berani untuk mengabaikan nya ?
TUT TUT TUT
Tanpa menjawab pertanyaan sang mama, maya langsung menutup ponsel nya. Mata nya menatap taja ke arah tiga sahabat nya yang berada di kursi barisan belakang. Tangan nya nampak mengepal erat, ia sudah kehilangan para dayang - dayang nya.
' sial, mereka sekarang benar - benar berani meninggalkan aku' pikir maya dnegan emosi.
Sementara itu,
windi, nina dan tina bukan tidak tahu jika saat ini maya sedang mengamuk, tapi apa yang menjadi peduli mereka ?
" semalam, bokap sama nyokap gue langsung marah, pas gue bilang selalu di suruh -suruh sama tuh orang hanya karena mereka ada kerja sama dengan papa nya, " ucap tina, setelah mengamati ekspresi mengamuk maya dari belakang.
__ADS_1
" bener, gue juga. Emak gue malah nangis - nangis minta gue pindah kampus aja, " sahut nina setuju.
" apa gue bilang, kita hanya parno aja dari dulu, sekarang orang tua kita malah jadi sedih karena kita di jadikan pesuruh, " kata windi.
" haaahh, kita memang bodoh, " hela nafas nina nampak lesu saat mereka mengingat jika sejak SMA mereka begtu menurut kepada maya.
...****************...
Hari ini, maya kembali menguntit rama meskipun harus kembali menelan kekecewaan. Rama tidak muncul lagi di gedung jurusan nya. Bahkan para sahabat nya juga tidak ada yang masuk, hanya ada revan serta ke tiga pacar abang nya yang tengah makan di kantin.
Maya mengepalkan tangan nya kembali, mengapa begitu sulit bagi nya untuk menemui sang kakak.
' haah, jika nanti sudah berhasil mengeruk kembali kekayaan nya, gue akan campakkan tuh laki !' geram maya.
Revan sebenar nya sudah melihat maya yang mengendap - endap, bersembunyi di balik pilar depan kantin. Ia mengkode ke pada tiga sahabat aya.
" sssttt, tuh serangga berulah, " bisik nya kepada mira, acha dan rani.
Ketiga gadis itu segera melirik ke arah yang di tunjuk kan oleh revan. Mira mendengus.
" a ha ha ha, pesona kak rama memang bukan kaleng - kaleng, sampe ulet bulu aja nggak mau nyerah buat menebar bulu nya, " tawa rani.
" tuh anak belom kapok gue semprot juga, " decak sebal revan.
" udah biarin aja, kak ram akan hanya bilang buat awasin aja, biarin jadi urusan kak rama, " peringat acha yang di angguki ke tiga nya.
Tidak ada yang mereka lakukan selain melanjutkan obrolan mereka. Secara tidak langsung, revan menjadi dekat dengan para calon kakak ipar nya di masa depan itu.
...****************...
sudah hampir seminggu, maya melakukan pengintaian nya dnegan tangan kosong.
__ADS_1
Rama benar - benar hilang dari peradaban kampus nya.
Ya iyalah, lha wong yang sedang di intai tengah bersantai dengan keluarga nya sambil sesekali mengurusi kantor.
Skripsi nya masih di kerjakan sambil menunggu dosen pembimbing nya kembali dari kampung halaman nya.
" haaaahhh . SIAAALLLLLLL " pekik maya berada di ruang tamu. Membuat maya yang berada di samping nya mau tak mau terjingkat kaget.
" kenapa sih teriak - teriak ? Mama kan kaget, " ucap mita dengan sewot.
" masa hampir seminggu aku nggak nemuin kak rama di mana, ma. Coba deh, kalau kayak gini, kapan kita akan menguasai harta papa yang di curi nya ?" curhat maya dengan mimik wajah ingin menangis.
Mita juga sama frustasi nya dengan si anak, ia bahkan tidak bisa melakukan apapun selain menunggu kabar dari maya. Tentu saja karena ia juga tidak tahu harus mencari ama ke mana, karena memang tidak ada informasi apapun yang berada di forum kampus sang anak selain nama lengkap dan tanggal lahir nya saja.
Ia menyesal karena tidak meminta ardhana untuk mengikuti rama malam itu, hingga akhir nya ia kehilangan petunjuk tentang rama.
Pernah sekali ia mengikuti maya untuk ke kampus sang anak hanya untuk ikut memantau rama, tetapi hasil nya tetap nihil, rama sama sekali tidka muncul dan hanya beberapa pria muda yang maya katakan sebagai sahabat rama.
Tentu saja mereka mengikuti sahabat rama, namun kala itu, para pria muda itu malah membelokkan kendaraan mereka menuju sebuah cafe dan malah nongkrong selama ber jam - jam hingga akhir nya mita memutuskan untuk menghentikan penguntitan nya.
" haaah, mama juga bingung. Jangan kan merebut, kita saja bahkan tidak tahu di mana ia tinggal, " desah mita. Baru kali ini ia merasa di permainkan oleh bocah tengik yang ia anggap remeh.
Belum lagi, Ardhan sudah berkali - kali menelpon nya untuk segera berangkat ke ibukota karena ia merindukan sang istri, tapi mita menolak nya dengan alasan maya masih belum terbiasa di tinggal sendiri hingga ardhana hanya bisa mengalah.
" mama kemarin ketemu nya di mana ? " tanya maya sambil memejamkan mata nya. Di otak nya jelas masih saja berusaha menyusun rencana - rencana setelah ia menemukan rama nanti nya. Entah drama apalagi yang ia aka lakukan saat itu tiba.
" itu, di supermarket di depan gerbang komplek, mama dan papa tidak sengaja bertemu dnegan nya saat ingin belanja. Awal nya kami tidak tau jika dia adalah kakak u, karena hal yang pertama mama dan papa lihat ada mobil sport yang cukup menarik perhatian karena terparkir asal di sebuah supermarket komplek, lalu kakak mu muncul dan ternyata itu Mobil milik nya" cerita mita.
" haaah, lalu di mana dia tinggal sebenar nya, " desah maya.
" entah, kepala mama pening, ayo ke taman komplek yang ada di blok C, siapa tahu kita dapat petunjuk," ucap mita. Maya hanya mendengus meski ia menuruti permintaan sang mama. Bagaimana pun, di ibukota sang mama memang sering pergi ke taman hanya sekedar melihat - lihat.
__ADS_1
Maya mengendarai mobil nya perlahan, mita membuka pintu kaca depan agar sirkulasi udara lancar.
" HEI .. ITU KAN .... "