
" ya, kamu punya kakak TIRI !, dan KAKAK TIRI kamu itu lah yang dah merebut harta milik papa !" mita mulai mempengaruhi pikiran maya.
DEG
Ata maya seketika membola mendengar ucapan sang mama.
Ia .. Memiliki kakak tiri ?
Jadi papa nya memiliki anak dari pernikahan nya dahulu?
Dan lagi .. Harta yang seharusnya menjadi milik nya di alihkan ke pada kakak tiri nya ?
" ma .. Apa mama tahu di mana kakak tiri ku ?" pertanyaan ini begitu saja terlontar dari mulut maya, entah apa yang sedang ia pikirkan. Yang jelas, ia merasa tidak akan rela jika harta sang papa harus di bagi.
" dia sempat kabur dari rumah saat ibu nya yang j*lang itu meninggal, lalu kemarin saat mama dan papa ke supermarket depan komplek, kami bertemu dengan nya" jawab mita santai.
Maya kaget jika kenyataan nya kakak tiri nya kemungkinan ada berada di kota ini dan bahkan di sekitar komplek ini.
" .. Dia menggunakan mobil mahal, mama yakin ia menggunakan uang dari harta papa mu, " mita terus mengompori maya. Memang dasar nya maya yang mata duitan , ia langsung percaya begitu saja.
" lalu, mama nggak akan diam begitu saja kan?" tanya maya menatap penuh arti kepada sang mama.
Mita menyeringai ke arah maya, dan maya tahu apa arti nya itu. Ia sangat mengenal tabiat mama nya yang superior dan selalu tidak mau kalah. Pasti saat ini, mama nya memiliki sebuah rencana.
" itu sebab nya, mama ada di sini, mama akan mencari tahu di mana ia berada dan kita akan meminta kembali hak kamu, " ucap mita penuh dnegan seringai.
Maya pun tak kalah menyeringai, anak dan ibu ini benar - benar cocok.
...****************...
" MA ... MAS , JA .. JADI ADIK TIRI MAS ITU BUKAN ANAK KANDUNG AYAH MERTUA ... ?"
__ADS_1
Pekikan kaget dari aya membuat rama dan yang lain nya menoleh.
Rama hanya terkekeh dengan wajah kaget aya, sementara aric dan yang lain nya hanya bisa geleng - geleng, gadis yang bukan gadis lagi itu ternyata bisa berteriak. Ck ck ck, aya seperti nya mulai barbar !.
" sayang, sabar ... Duh duh, kenapa umma malah heboh begini ?" ucap rama sambil mengelus punggung aya, menenangkan wanita nya in.
Aya tersipu malu dan berlindung di dada rama saat aric dan yang lain nya menertawakan tingkah heboh nya.
" maaf mas, aya cuma kaget terus kesel banget, " cicit aya.
" hmmm, wajar lah lo marah, ay. Kami aja juga rasa nya pengen teriak pas tahu ini. Laki lo aja yang gak normal, " cibir zain mengomentari sikap wajar yang aya perlihatkan.
"yaa .. Mau gimana lagi memang nya ? Toh, begitu dia memilih untuk mengkhianati bunda, berarti ia harus menerima konsekuensi. Entah apa pun itu, "
" .... Dan itu juga termasuk jika ia ternyata terkena tipu. Dia mengkhianati bunda, dan ternyata dia juga di khianati oleh selingkuhan nya, bukan kah itu karma yang epic ?" rama menyeringai kejam. Aya yang mencerna ucapan rama seketika tercerahkan dengan apa yang di maksud dengan suami nya.
Jika i pikir - pikir lagi, pantas saja rama terlihat begitu tenang, memang kemungkinan rama sudah tidak memiliki kebencian untuk sang ayah, tapi yang pasti, rama tidak akan melupakan apa yang di lakukan oleh ayah nya.
Masalah nya sekarang adalah, apakah ardhana tahu jika ia sudah di bohongi oleh wanita pilihan nya ?
Aric dan lain nya menggelengkan kepala mereka saat tahu apa yang berada di dalam pikiran bos nya itu.
" alu, lo bakalan kasih tahu ayah lo?" tanya zul. Yang lain juga penasaran dengan langkah apa yang akan di ambil oleh rama.
" untuk apa ?" tanya rama santai.
Rama berpikir, semenjak ia memutuskan untuk keluar dari kediaman ardhana 6 tahun yang lalu, ia sudha bertekad untuk acuh dnegan segala urusan sang ayah, bagi nya saat ini mereka adalah orang asing, bahkan semenjak pertemuan mereka terakhir beberapa hari yang lalu.
ya hanya terdiam, ia ingin mendukung apapun yang menjadi keputusan suami nya. Rama saat ini hanya membutuhkan dukungan dari nya.
Diam - diam, aya mengambil ponsel rama dan melanjutkan membaca informasi mengenai keluarga baru ayah mertua nya.
__ADS_1
' maya putri ardhana, 18 tahun, jurusan teater UNIVERSITAS UNGGULAN KOTA B.. Kota ini ? Berarti adik tiri mas rama kuliah di kampus yang sama dengan kami? Dan ada kemungkinan jika mereka tinggal di sekitar sini ?' aya membatin sambil melirik ke arah rama.
" kenapa sayang ? Kamu mau nanya apa ?" anya rama saat melihat aya yang memandangi nya diam - diam.
" ehhmm,, ini .. Ini mas, adik tiri mas di kampus kita juga ?" tanya aya.
" bukan hanya itu ay. Bahkan kami pernah bertemu dengan nya .. " jawab zain semangat. Membuat rama menggelengkan kepala nya.
" ... Dan lagi, revan bahkan pernah memarahi nya karena dia terang - terangan godain rama, " sambung zul setengah mencibir.
Revan yang menjadi pihak terkait mencebikkan bibir nya dan ma tidak mau ia mengingat tampang bocah songong yang dengan sengaja ingin menarik perhatian suami nya.
Aya yang mendengar apa yang di ucapkan oleh ul, langsung menoleh ke arah rama dan seketika juga mata nya nampak berkaca - kaca.
" kenapa ? Hei,, kok malah mau nangis, a kan nggak ngapa - ngapain. Revan langsung menghalangi nya, " jelas rama meraih aya ke dalam pelukan nya.
" saat itu kami juga belum tahu jika gadis itu adalah adik tiri dari os " aric langsung membantu menjelaskan. Takut jika aya salah paham.
Padahal, menurut pendirian dan sikap rama yang super dingin dan datar bahkan sebelum bertemu dan menikah dengan aya, rama tidak akan pernah mau bersentuhan dnegan cewek yang modelan penggoda.
Tapi, bukan kah perempuan adalah makhluk paling pencemburu ? Dan inilah yang sedang terjadi kepada aya.
" umma sayang, mas nggak akan tergoda sama modelan begitu. Doain mas selalu, ya ?" ucap rama dengan tenang. Aya mencoba untuk menekan rasa tidak nyaman di hati nya dan mengangguk menurut apa yang di ucapkan oleh rama.
SAAT
" bos, ge juga nemuin tempat tinggal gadis titisan j*lang itu, " ucap zul sambil tertawa misterius.
" dan lo bakalan terkejut saat melihat di mana itu .. " lanjut Zul menambah penasaran semua orang.
Zul dengan santai, memutar laptop nya hingga mereka semua bisa membaca alamat yang tertera.
__ADS_1
" KOMPLEK KHATULISTIWA BLOK A NO 1 ... !!!!"