Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
121


__ADS_3

" maaf nya, di luar ada yang mencari nyonya dan mengaku sebagai keluarga tuan muda, " ucap pak joko, satpam ke dua di mansion milik rama, saat ini pak nardi sedang menemani bu atun untuk berbelanja bulanan hingga aya hanya di temani oleh bu narti di ruang tamu itu.


Alis aya terangkat, meski pak joko tidak dapat melihat wajah aya, ia tahu jika majikan muda nya ini tengah merasa bingung.


" keluara mas rama, pak ?" tanya aya meyakinkan kembali.


Pak joko hanya mengangguk hormat dalam menjawab nya. Aya sedikit terdiam sejenak.


' cepat juga mereka bergerak sesuai banget dengan apa yang di ucapkan ms rama, lalu, apa aku harus menghubungi mas rama ?' tanya aya dalam hati nya. Tetapi setelah itu ia menggeleng an sedikit menyeringai dengan pemikiran nya. Beruntung pak joko dan bu narti tidak melihat seringai an kejam dari bibir wanita sholeha ini.


' aku ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh mereka saat mereka bertemu dengan ku, ' pikir aya.


" bapak nggak usah bilang sama mas rama, biar aku yang menemui mereka, ya ?" ucap aya dengan sopan.


Pak joko merasa bimbang sekarang, bagaimana pun keselamatan aya adalah tanggung jawab warga mansion.


" nggak usah takut, pak. Nanti aya yang akan menjelaskan semua nya kepada mas rama. Insya allah aya akan baik - baik saja, bukan kah ada pak joko, pak toto, dan bu narti di rumah ?" ucap aya meyakinkan pak joko yang seperti nya sedang dilema.


" baik nya jika begitu, " ucap pak joko sambil berlalu, bersiap memanggil tamu untuk nyonya muda nya.


" bu, ibu bawa si kembar ke ruang main nya dan tolong jagain mereka sebentar ya, sebentar lagi kak zul dan rani akan sampai, " ucap aya memberi instruksi untuk mengamankan kedua putra putri nya. Saat ini aya tidak ingin bertindak gegabah dan ceroboh, kedua anak nya masih kecil dan ia berjaga - jaga jika saja tamu nya akan berbuat macam - macam kepada si kembar, jika hanya sendiri, ia masih bisa melindungi diri nya sendiri, tapi jika salah satu anak nya di jadikan sandera, maka akan sia - sia. Maka aya memilih untuk menghindari kemungkinan itu terjadi.


Saat ini, zul memang memiliki jadwal untuk menemani aya karena ia sedang free dari bimbingan nya dan tugas di perusahaan keamanan nya sedang di handle zain dan revan. Ia tengah menjemput rani untuk menemani nya menjaga aya. Akan tidak etis rasa nya jika hanya ia yang menemani aya, kan ? Beda jika dengan revan, pria muda itu akan menjaga aya bersama dengan pak nardi dan bu narti serta bu atun. Nasib jomblo ya begitu, poor revan !.


Segera setelah mendengar perintah aya, bu narti segera memindah kan aqil dan aqila ke dalam ruangan bermain mereka dan segera menutup nya.

__ADS_1


Aya sedikit menghela nafas, menyiapkan mental nya untuk menghadapi ibu tiri dari sang suami, yan konon sudah merebut suami dari ibu mertua nya itu. Aya sedikit merasa tegang karena ini merupakan saat pertama ia bertemu dengan keluarga rama meskipun hanya keluara tiri.


Bunyi dua pasang sepatu high heels bergema saat bersentuhan dengan lantai marmer rung tamu. Aya segera mendongakkan wajah nya saat mendengar suara langkah kaki itu.


Yang tertangkap id indera penglihatan nya adalah dua sosok wanita paruh baya dan satu lagi wanita muda seumuran dengan nya dan revan, mungkin hanya berbeda beberapa tahun lebih muda.


Nampak dagu mereka terangkat dengan aura yang sombong dapat aya tangkap dari mereka, bibir aya sedikit menyungging miring, ia segera paham kenapa rama begitu membenci saat melihat sosok wanita paruh baya yang memiliki cap sebagai pel**or itu.


" selamat siang, silahkan duduk " sapa aya dengan sopan an sedikit tersenyum hingga alis nya nampak melengkung.


" ck, ini wanita j*lang yang merebut kak rama dari ku?" terdengar suara menghina dari mulut wanita muda, alis aya sedikit terangkat sebelah.


' menarik sekali, ' gumam aya pelan.


...----------------...


PRAANNNNGGG


Terdengar suara gelas yang terjatuh dari ruang makan, membuat mita yang sedang bersiap karena akan menyambangi istri ya terjengit kaget.


Mita segera bergegas menuju ke ruang makan, saat ia melihat maya tengah menahan emosi sambil tangan yang menggenggam erat ponsel nya.


Di bawah meja makan, terlihat pecahan gelas yang nampak berserakan lengkap dengan susu yang sudah meluber kemana - mana.


" ada apa ? Kenapa kamu marah? Lalu apa - apa an dengan gelas ini ?" tanya mita mendekat.

__ADS_1


Maya menatap mita dengan nanar dan siap menumpahkan air mata nya. Jelas emosi dan rasa ingin menangis bercampur menjadi satu.


' ma,, ma lihat ma, " ucap maya gemetar dengan menyerahkan ponsel nya ke arah maya.


Mita yang merasa bingung, segera menerima ponsel nya dan mulai membaca artikel rilisan surat kabar terkenal itu.


Mata nya membola sempurna sat ia membaca apa yang tertera di sana, tangan nya ikut terkepal dan emosi jelas tergambar di wajah nya.


" ... Akhir nya pemilik dari MAHES MOTO yang memiliki banyak cabang dalam bidang otomotif ini menunjukkan identitas nya.


Setelah hampir 7 tahun bersembunyi dari kacamata publik, kemarin siang pihak mereka membocorkan identitas sang pemimpin.


Sungguh sangat mengagumkan, perusahaan raksasa bidang otomotif ini ternyata masih sangat muda, baru berkisar 20 tahunan awal.


RAMA MAHESWARI, beliaulah sosok pemimpin serta pemilik dari MAHES MOTO Group..... "


" SI***LANNNN ... Anak dari j*lang itu .... " ucap mita mengeratkan gigi nya.


mayya mengambil ponsel nya dan segera mengetikkan sesuatu di halaman mesin pencari sejuta umat. Lalu setelah mendapatkan apa yang ia ingin kan, ia kembali mengangsurkan ponsel nya kepada sang mama.


Mita kembali menahan emosi saat membaca artikel baru yang berisikan aset yang berada di bawah naungan MAHES MOTO Group.


Bukan hanya perusahaan pembuatan mobil dan motor, tetapi juga ada beberapa toko aksesoris terbesar, rumah sakit swasta dengan omzet besar.


Mita semakin menjadi iri dan dengki. Pikiran nya tetap terpacu jika harta itu adalah harta milik ardhana yang sengaja di ambil oleh laksmi dan di berikan kepada rama.

__ADS_1


Ya, rama memang sengaja mengumumkan jati diri nya setelah 7 tahun bersembunyi. Ia berpikir jika ini memang sudah waktu yang tepat. Di tambah ia memang sengaja melakukan nya untuk memancing pergerakan maya dan mita. Sungguh rama ingin segera membasmi semua hambatan yang kemungkinan bisa membuat aya dan anak - anak nya dalam bahaya di masa depan. Sungguh, rama ingin sekali hidup dengan damai.


......................


__ADS_2