Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
69


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit rama segera mengatur ahli gizi untuk aya. Sesuai dengan anjuran dokter rani, ia akan lebih memperhatikan pola makan aya. Karena aya hamil anak kembar, maka asupan gizi yang masuk harus lah di jaga ketat.


Aya hanya bisa pasrah dan menerima semua pengaturan yang rama berikan. Rama bahkan meminta aya untuk menunda kuliah nya. Tapi dengan keras aya menolak. Ia baru masuk kuliah 3 bulan oke, kepalang tanggung tinggal 3 bulan lagi ia akan menyelesaikan semester 1.


mungkin setelah ujian semester 1 ia baru akan mengajukan cuti dan menunda kuliahnya barang 1 tahun. Aya tidak merasa sayang. Bagi nya, anak adalah rejeki yang allah beri dan percayakan kepada nya dan rama.


...****************...


" mas, aya masih boleh kuliah ya, " tanya aya. Saat ini mereka tengah berbaring di ranjang mereka. Rama nampak menghadapkan wajah nya ke arah perut aya yang sudah terlihat menggembung saat aya tidur dalam posisi miring.


" boleh, tapi kamu harus janji, selalu bersama dengan sahabat mu. Jika terasa apa - apa pada perut mu, harus segera menghubungi mas dan revan" ama mulai mewanti - wanti.


Aya menepuk kening nya pelan saat mengingat ketiga sahabat nya. Mereka pasti butuh penjelasan yang sejelas - jelas nya mengenai hubungan nya dengan rama. Belum lagi mengenai kabar kehamilan nya.


Ayya juga sedikit khawatir tentang tanggapan para warga kampus lain nya.


" nggak perlu mikir yang aneh - aneh sayang, cepat atau lambat kita memang harus mempublikasi kan hubungan kita," hibur ra,a. Nampak nya ia tahu apa yang di khawatirkan oleh aya.


Aya menatap rama dengan lembut dan akhir nya mengangguk. Ia percaya kepada rama.


" pakai selalu gelang ini, dan juga bros yang mas berikan, mereka terhubung kepada mas jika amit - amit ada terjadi sesuatu kepada mu, " pesan rama.


💨💨💨


Keesokan hari nya, aya akan berangkat seperti biasa. Yang membedakan saat ini adalah, rama membekali nya dengan berbagai macam makanan sehat. Kali ini ia tidak di perbolehkan untuk jajan di kantin. Rama juga selalu mengingatkan untuk jangan lupa meminum vitamin serta obat anti mual nya.


Aya di buat pasrah dengan tingkah laku rama,bahkan ke empat sahabat rama pun ikut sibuk menyiapkan segala camilan sehat untuknya.


" ay, bawa jeruk in, kulit nya bisa buat meredakan mual mu nanti, "


" jangan dengarkan zain, ay lo harus bawa minyak kayu putih aja,"


" no, sebaiknya bawa minyak telon saja, minyak putih akan terasa panas untuk bayi nya !"


JEGER !!


Semua aktivitas berhenti, mereka semua serempak menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


" apa ? Kenapa ?" tanya aric dengan wajah tanpa dosa nya,


PLAK !


Dengan gemas zain menggeplak kepala bagian aric.


" apa hubungan nya hidung aya dengan para bayi nya, woy !! " pekik zul keki. Bahkan revan yang calon dokter saja hanya melongo mendengar ucapan nyeleneh aric.


Aa bahkan sampai tidak bisa menahan tawa nya, mata nya sampai basah karena tertawa. Ia begitu merasakan kehangatan dari para calon uncle.


" sayang, ini susu mu , " ucap rama yang baru saja datang dari tugas membuatkan susu untuk aya. Aya menerima degan senang hati. Ia segera meneguk pelan segelas susu beraroma vanila itu.


" ada apa dengan mereka ?" tanya rama heran, melihat aric yang nampak sedang di gelut oleh yang lain nya.


" hi hi hi, mereka semua lucu mas, " ucap aya. Rama hanya mengernyit heran karena mendengar jawaban aya. Tapi akhir nya ia mengangguk. Selma aya tersenyum, dan ke empat sahabat nya tidak membuat aya tidak nyaman, maka rama akan mengabaikan semua.


" oke, sudah, zul, zain, aric kalian harus segera berangkat kerja. Revan, kamu berangkat kuliah, aku akan mengantarkan aya. nanti pulang nya semisal aku masih sibuk, maka aya pulang dengan mu, " ucap rama kepada revan.


" ayayay kapten, " ucap revan dengan posisi hormat.


" mas, apa nggak apa - apa mas nganterin aya dulu ? Mas nggak kesiangan ke kantor nya ?"tanya aya khawatir.


" nggak, sayang. Kalian adalah prioritas mas sekarang, sebisa mungkin mas malah ingn antar jemput amu, " ucap rama dengan sayang.


" lagi pula mas kan magang nya di perusahaan sendiri, jadi nggak akan ada yang marah ke mas, " lanjut rama mencubit pelan hidung aya.


" hmm, iya deh, aya mah nurut aja. " ucap aya.


" nah gitu dong, " kata rama.


" ya udah ayo berangkat mas, aya ada kelas jam 9, " ajak aya. Rama segera bangkit, mengambil kunci mobil dan berkendara dengan aya.


Tak sampai 30 menit, kedua nya sampai,, rama sudah melihat moil revan yang terparkir rapih di sana. Semenjak rama dan yang lain nya magang, revan di wajib kan menggunakan mobil karena ia pulang bersama aya.


Tidak mungkin kan aya di bonceng dengan menggunakan motor sport milik revan !.


" sayang, mas berangkat dulu ya. Ingat, jangan pecicilan, makan bekal nya. Jangan lupa juga vitamin nya " pesan rama. Aya menggembungkan pipi nya yang tertutup itu.

__ADS_1


" kapan aya pernah pecicilan mas, " protes aya tidak terima.


" ha ha ha, ya kan mas cuma mau mengingatkan," raa menyentil pelan kening aya.


" ya udah, mas berangkat. Nanti kesiangan. Mas jangan ngebut ya, " ucap aya sambil menyalim tangan suami nya. Tidak lupa pula ama mencium kening aya.


Aya keluar dari mobil rama, melambaikan tangan saat rama mulai bergerak. Dan ia bersiap ke kelas.


" ayaa ... "


DEG


Aya menoleh dengan malas. Ia sangat hafal suara siapa yang tengah memanggilnya ini.


Benar saja, sosok itu tengah berdiri dan melambaikan tangan nya. Meminta aya untuk melihat eksitensi nya.


Aya menunggu dengan jengah, ia ingin sekali tahu, apa yang akan di ucapkan oleh wanita ini. Tangan nya nampak mengelus lembut perut yang terlindung dengan jilbab panjang nya. Seakan ia tengah menenangkan kedua janin yang masih bersemayam di perut nya.


" ada apa kak alika, "


......................


Di kota j


Di sebuah rumah ang cukup megah..


Ruang makan..


Terdengar dentingan sendok garpu dan piring tanpa ada nya suara mengobrol. Di ujung kursi terdapat pria paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan. Sekilas wajahnya nampak seperti rama.


Ya, pria paruh baya itu adalah tuan ardhana putra, ayah dari rama. Di samping kursi urutan pertama, nampak wanita paruh baya yang berusia kurang lebih sama dengan nya dan di depan nya ada seorang gadis berusia 18 tahunan mengenakan seragam sekolah menengah atas.


" yah, gimana keadaan perusahaan ?" tanya nyonya mita, ibu tiri dari rama. Namun rama enggan mengakui nya.


" haaaahhh, klien banyak yang mengeluhkan kualitas produk kita, bu " desah pelan ardhana.


Nyonya mita nampak tertegun. Tangan nya terkepal erat.

__ADS_1


' sial, aku nggak nyangka jika Laksmi memindahkan seluruh warisan nya kepada bocah terk**uk itu !'


__ADS_2