Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
82


__ADS_3

" yank, tolong bertahan " ucap rama dengan air mata yang terus menetes. Rama mendekap aya di pelukan nya sementara anggota nya yang bernama ronald mengemudi mobil dengan cepat. Di belakang mobil nya, ada beberapa anggota geng BLACK KING yang mengikuti mobil rama, sebagian berada di depan bertugas untuk membuka jalan agar mereka lancar menuju rumah sakit.


" mas. Sa. Kit mas, " rintih aya. Mata nya sudah sembab akibat air mata yang sedari tadi keluar. Tatapan nya sudah say dan wajah nya terlihat pucat. Sesekali rama mendengar desisan aya yang menahan rasa sakit. Rama merasakan gejolak tendangan dari anak - anak nya di perut aya yang sekarang tengah di pangkuan nya.


" sayang, to .. tolong bertahan buat mas, jangan sampai kamu nutup mata kamu, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit, " pinta rama.


Sungguh jantung nya rasa nya berdebar lebih cepat 3x lipat.


" ma. Mmas, ma. Sstttt maafin aya, ya"


Rama nampak menggeleng cepat saat aya mengucapkan kata - kata maaf.


" stop yank, jangan ngomong apa - apa, jangan bicara apa - apa lagi, " rama tidak tahan jika harus melihat aya berbicara ngelantur.


" mas, ini salah aya, jika saja aya tadi mau di temenin mira, aya nggak akan bahayakan anak - anak kita. Ssstttt sakit mas, "


" nggak sayang, ini memang sudah takdir untuk kita, kamu harus berjuang buat kami, " ucap rama menggenggam jari aya dengan erat.


" ron, percepatt mobil nya " raung rama saat melihat aya mulai menutup mata nya. Ronal hanya bisa mengangguk tanpa berani menjawab apapun. Dia tersinggung. Ia tahu ketua nya tengah kalut saat ini.


" sayang, jangan,, jangan tutup mata kamu, kita akan segera sampai, " teriak rama.


" mas, mas harus ingat janji mas, mas harus selamatkan anak - anak kita .. " ucap aya terkahir sebelum ia menutup mata nya.


" ayyyaaaaa.... " teriak rama.


Ronal yang berada di kursi kemudi, juga ikut meneteskan air mata melihat pemandangan yang menyakitkan di belakang kemudi nya. Ia sama sekali belum pernah melihat ketua nya begitu terpuruk seperti ini. Sosok rama adalah sosok yang kuat dann dingin bagi semua anggota geng BLACK KING.


Tanpa menunda atau menunggu perintah, ronal segera melajukan mobil nya. Beruntung anggota lain bisa menghalau kendaraan di depan mereka sehingga saat ini jalan menuju rumah sakit MAHES HOSPITAL relatif lancar.


Tak lama kemudian, sekitar 15 menit, mobil yang membawa akhirnya sampai di pelataran rumah sakit MAHES. Sejumlah dokter dan perawat udah berada di depan bersiap dengan brankar di sana. Nampak pula dokter rani yang memang di minta untuk bersiaga. Bahkan dokter kepala juga ada di sana menunggu dengan sabar kedatangan pemilik rumah sakit itu.


CKIIIITTT


Bunyi ban mobil yag bergesekan dengan aspal pelataran parkir rumah sakit beradu. Tanpa menunggu waktu, rama bahkan dnegan kasar membuka pintu mobil dan segera membopong aya untuk segera di letakkan di brankar.

__ADS_1


" dok .. Dokter rani, to .. Tolong istri ku, ' ucap rama ter bata - bata. Suara kesedihan bercampur air mata menambah suasana kacau di depan sana.


Dokter rani hanya berani mengangguk dan segera meminta para perawat untuk segera membawa aya ke meja operasi. Dokter rani melihat kondisi aya yang cukup memperihatinkan. Terlihat jelas darah menetes dari gamis aya.


Rama terlihat berontak saat aya di bawa masuk ke ruang tindakan, ia memaksa untuk ikut masuk ke dalam sana.


" maaf tuan muda, anda tidak masuk, biarkan kami menangani nona muda, " tahan seorang perawat laki - laki.


" BIARKAN SAYA MASUK, SAYA INGIN MELIHAT ISTRI SAYA, " teriak rama. Beruntung ruah sakit hari ini di kosongkan, semua di alihkan ke ruah sakit yang berada di depan.


Aric dan zain datang di saat yang tepat, mereka melihat rama yang mulai menggila di depan ruang operasi aya.


" ram, rama , tenang. Tenang dulu oke, " tarik aric dan zain bersamaan. Rontaan rama begitu kuat, hingga mereka berdua merasa kewalahan.


" biarkan mereka melakukan tugas mereka, lo harus tenang" bujuk zain. Mereka berdua tahu, rama saat ini berada di titik terpuruk nya.


Rama perlahan - lahan mulai sadar, badan nya jatuh luruh ke lantai, zain menyuruh perawat yang tadi nya menahan tadi untuk membiarkan rama, zain yang mengambil alih tubuh rama.


Dengan bantuan aric, zain memapah tubuh rama dan meletakkan nya di kursi tunggu yang berada di luar.


...----------------...


" dok, pasien mengalami pendarahan yang hebat, "


" ... "


" segara siapkan dua kantung darah.. "


"... '


" denyut jantung nya melemah,, "


" .... "


" mari kita siapkan operasi caesar ... "

__ADS_1


" ..... "


Terdengar suara silih berganti di ruangan operasi. Perawat dan dokter silih berganti mengeluarkan suara mereka.


Aya di berlakukan anestesi di separuh tubuh nya. Saat ini, ia tersadar dan samar - samar bisa mendengar a[pa yang mereka ucapkan. Meskipun masih keadaan linglung, aya mulai mengingat apa yang sebenarnya terjadi kepada nya.


' ya allah, anak - anak hamba, ' kejut aya saat ia mulai mengingat runtutan kejadian yang menimpanya. Namun, saat ia ingin bangun, ia sudah tidak merasakan setengah tubuhnya. Rupa nya anestesi nya sudah mulai bekerja efek nya.


" alhamdulillah, kedua bayi nya masih sselamat, jantung nya masih berdetak, "


" ... "


" dokter rani, pasien sadar " ucap seorang perawat yang menyadari aya sadar.


Terlihat dokter rani menghampiri aya dengan senyuman lembut dan hangat nya.


" nak, semua akan baik - baik saja, " ucap dokter rani. Aya hanya bisa mengerjabkan mata nya untuk merespon ucapan dokter rani.


" m ... Ma.. Mas ra... Maa ,"


" kamu mau rama ? Akan aku bawakan dia, " ucap dokter rani yang nampak nya tahu dengan ucapan aya. Aya nampak menyipitkan mata nya, bibir nya yang nampak pucat melengkung senang. Kain cadar nya memang sengaja di buka, dokter rani sudah menyiapkan tim dokter dan perawat dengan gender wanita semua sesuai dengan pesan revan tadi, sehingga rama tidak akan protes.


" sa . Sayang " tak lama setelah dokter rani memerintahkan untuk memanggil rama, pria malang itu masuk dan langsung menghambur ke arah aya yang tengah berbaring.


aya melirik ke arah rama, dan mengulas senyum hangat seperti biasa. Tangan nya perlahan, dengan gemetar terangkat hendak meraih wajah suami nya.


Rama yang tahu dengan apa yang akan di lakukan oleh aya, langsung meraih jari jemari nan lemas itu dan mencium nya berulang kali.


" ma .. maafin a ... Ya .. " ucap nya putus - putus.


Rama menangis lagi dan hanya bisa mengangguk. Suara nya tercekat. Diam - diam ia melirik ke arah para dokter dan perawat berkerumun. Mereka tengah berusaha menyelamatkan dua nyawa buah hati nya.


" mas, aya sangat bahagia memiliki suami seperti mas, jaga anak - anak kita ya, " ucap aya sebelum akhirnya menutup mata nya. Tangan aya terkulai, jath dari genggaman rama yang hanya bisa melongo shock.


OEK .... OEEKKKKKKK

__ADS_1


__ADS_2