
" mas, aya sangat bahagia memiliki suami seperti mas, jaga anak - anak kita ya, " ucap aya sebelum akhirnya menutup mata nya. Tangan aya terkulai, jatuh dari genggaman rama yang hanya bisa melongo shock.
OEK .... OEEKKKKKKK
Terdengar dua suara tangisan bayi yang memekakkan telinga, sangat nyaring. Sehingga membuat rama tersadar dari keterkejutan nya. Di satu sisi ia bahagia karena dua anak nya lahir dengan selamat meski harus prematur. Ya, si kembar lahir di usia 32 minggu. tetapi di satu sisi, keadaan aya ....
Setelah berucap hal yang ambigu, aya langsung tidak sadarkan diri, rama di giring menjauh dengan keadaan linglung. Ia menatap kerumunan dokter dan perawat yang berbondong -bondong memberi penangan untuk istri nya.
..." tekanan darah menurun dok "...
..." .... "...
..." denyut jantung nya melemah, "...
..." .... "...
..."siapkan lagi kantong darah "...
..." .... "...
..." .... "...
Rama hanya bisa mendengar beberapa kata yang silih berganti di ucapkan oleh para petugas medis.
Ia masih saja terdiam, hingga dua perawat datang menghampiri nya dengan membawa masing - masing buah hati nya dan aya.
" tuan muda, "
" ah, iy .. Iya, "
" selamat tuan muda, nona kecil dan tuan kecil berhasil kami selamatkan meski prematur, kami akan melakukan skinship untuk nona muda dan tuan kecil, ' jelas perawat.
" ah, iya. Apa yang harus saya lakukan, " tanya rama dengan masih linglung.
" silahkan tuan muda duduk di kursi di sana, lalu di harap tuan muda melepaskan baju, kami akan membantu nona dan tuan kecil untuk berbaring di dada tuan muda, " jelas perawat itu.
Rama dengan patuh mengikuti arahan para perawat itu, ia segera melepas baju nya, memperlihatkan tubuh bagian atas nya yang sangat atletis. Beruntung, perawat yang di tunjuk oleh dokter rani adalah para perawat profesional dan sudah menikah, sehingga mereka tidak akan mencoba merayu atau melakukan tindakan yang di atas nalar.
Satu persatu, dua bayi - bayi imut itu di letakkan di dada rama. Air mata rama menetes, dengan tangan gemetar, ia menyentuh permukaan kulit merah bayi - bayi nya. Ia menoleh ke ranjang yang masih di kerumuni oleh dokter dan perawat. Di sana masih terbaring wanita nya, kekasih nya, bidadari nya, umma dari anak - anak nya ini.
__ADS_1
Sekitar 10 menit berlalu, para perawat mengangkat satu persatu bayi rama, sementara rama segera mengancingkan baju nya kembali.
" silahkan meng- adzani mereka tuan muda, " perawat tersebut mempersilahkan rama untuk mengumandangkan adzan di telinga kanan putri nya, kemudian iqamah di telinga kiri. Setelah selesai dengan si putri, bayi pertama nya itu di masukkan ke inkubator sementara rama bergantian meng - adzani putra nya.
Setelah melakukan skinship dan meng - adzani kedua bayi kembar nya, rama di giring untuk keluar dari ruang operasi. Aya masih membutuhkan penanganan medis di dalam sana.
Rama yang kembali linglung, hanya bisa keluar dengan pasrah. Di luar sana, ternyata sudah berkumpul keempat sahabat nya, seta di tambah tiga sahabat aya.
Mereka semua nampak menatap rama dengan sendu tapi bercampur dengan penasaran.
" kak, bagaimana dengan aya ? Bagaimana dengan si kembar ?" tanya acha menjadi yang pertama orang yang memecah keheningan.
" bagaimana keadaan aya ?"
" si kembar ?"
Satu persatu pertanyaan bergantian di lontarkan oleh mereka semua. Rama mulai menatap mereka satu persatu. Dengan air mata yang kembali menetes, ia menjawab.
" si kembar selamat dan sehat, meski pun mereka lahir prematur, " ucap rama menggantung.
" tapi .. Aya ... "
" kenapa ? Kenapa dengan aya ?
" aya nggak sadar, kata dokter kekurangan darah hingga akhir nya ia tidak sadarkan diri setelah melahirkan si kembar ..... "
...****************...
Sudah sehari setelah melahirkan si kembar, aya masih terbaring di ruang perawatan. Si kembar masih di inkubator, tetapi rama meminta untuk i tempatkan di ruangan yang sama dengan aya.
Saat ini rama sedang menggenggam jari tangan aya. Istri nya masih terbaring, bernafas teratur meskipun wajah nya masih pucat.
" .... Pendarahan kemarin memang sangat berat, nak rama. Sebelum di bawa kesini di duga aya sudah banyak kehilangan darah. Bisa terjadi karena dia terjatuh dari kursi dan tekanan di perutnya saat ia di tendang. Beruntung aya masih melindungi si kembar dengan tangan nya, dan juga si kembar memiliki daya tahan tubuh yang masya allah sangat bagus sehingga mereka tidak terlalu kena dampak dari tendangan itu, ... "
" .. Kita harus selalu berdoa, ajak bicara terus aya nya, meskipun ia dalam keadaan tidak sadar,, ia tetap bisa mendengar suara orang ang bicara di samping nya, .. "
" .. Coba nanti diskusi kan dengan dokter anak,kita bisa menerapkan metode skinship antara si kembar dan aya, semoga saja kita bisa membawa nya kembali, "
Sekilas, ucapan dokter rani terus membayangi rama. Air mata rama menetes lagi. Bayangan mendiang bunda nya yang pergi meninggalkan nya di meja operasi kembali menghantui nya. Dan saat ini, istri nya juga mengalami hal yang sama. Rama takut, ia sangat takut.
__ADS_1
Meskipun begitu, rama masih menyempatkan diri untuk menengok dan merawat putra putri nya. Rama terlihat sedikit semangat. Kehadiran kedua buah hati nya nyata nya mampu menambah mood nya.
" .... Selamat, nak rama. Bayi pertama adalah perempuan, bobot nya 1,6 kg, sedikit lebih kecil dari pada adiknya. Panjang nya 45cm, ..."
" .... Sementara sang adik, laki - laki. Dengan berat 1,7 kg dan panjang 46cm,"
" mereka adalah bayi - bayi yang hebat, mereka bisa bertahan dengan baik,"
Kembali ucapan dokter rani terngiang di benak rama. Ia semakin menggenggam erat tangan aya.
" sayang, buka mata mu, kamu nggak rindu mas, hmm ?"
" lihat, si kembar juga sudah menanti mu untuk bangun, "
" mas harus gimana agar kamu bangun, hm?"
Terdengar suara rama lirih terus mengajak aya berbicara. Di iringi dengan tangisan rama.
CEKLEK
Terdengar pintu di buka, rama tidak mau repot untuk sekedar menoleh,, melihat siapa yang telah datang.
Segerombol manusia masuk, rupa nya ada dokter rani, dokter nisa selaku dokter anak, serta ke empat sahabat rama.
" tuan muda, "
" nak rama, "
Dokter rani dan dokter nisa sama - sama menyapa rama, yang hanya di jawab anggukan oleh rama.
KEempat sahabat nya hanya diam, mereka tentu mengerti suasana hati rama. Mereka duduk di sofa yang terdapat di ruangan VVIP itu.
" mari kita lakukan metode skinship antara nyonya muda dengan si kembar, " ucapan dokter rani memecah keheningan yang tercipta. Rama hanya mendongakkan kepala nya, menatap penuh harap kepada dokter nisa dan dokter rani.
Kedua nya tersenyum dan mengangguk, rama kembali menatap istri nya, mengecup kening aya dan beranjak. dokter nisa dan dokter rani segera mengambil si kembar dari dalam inkubator. Sementara rama membuka kancing di baju aya bagian dada. Tidak ada kilatan n**su seperti saat melakukan kegiatan rutin nya, hanya ada tatapan kasih sayang dari rama.
Dokter rani dan dokter nisa meletakkan si kembar tepat di dada kanan dan kiri aya.
Si kembar mulai membuka mata kecil mereka, merasakan hawa hangat dari dada umma mereka. Meresapi detak jantung aya.
__ADS_1
Rama dan kedua dokter menunggu dengan gugup. Keajaiban datang. Tepat saat si kembar mulai menangis kencang, rama juga ikut menangis.
" ma ,, mas rama ... "