Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
21


__ADS_3

" jadi maksud mas, aku akan kuliah di tempat yang sama dengan kalian ?" tanya aya.


" iya tentu, dengan begitu kami bisa menjaga mu " jawab rama yakin. Di angguki oleh ke empat sahabat nya.


Aya nampak memilin jari nya gelisah. Bukan ia tidak suka dengan perhatian yang di berikan oleh rama kepada nya, tetapi ia hanya bingung. Melindungi aya dari siapa ? Apa sebegitu berpengaruhnya sang suami hingga ia juga harus di lindungi?.


Sebenarnya ia cukup kaget saat pertama kali ke empat sahabat rama memanggil rama sebagai bos dan memanggilnya nyonya bos. Ia sempat berpikir ada kemungkinan jika sang suami memiliki sebuah usaha dan ia bertindak sebagai bosnya. Tapi pikiran itu di patahkan saat ia mendengar cerita jika ternyata suami nya memiliki sebuah geng dan juga memiliki sebuah musuh.


Tapi sekarang pikiran aya bertambah banyak. Sebesar apa memang geng sang suami, hingga ia juga harus di lindungi. Nampak nya ia akan bertanya banyak hal nanti nya setelah mereka berbincang berdua.


" hmmm baiklah, aya mau deh, " putus aya akhirnya.


Rama dan yang lain nya menghela nafas lega setelah mendengar jawaban dari aya. Akan sangat susah menjelaskan nya jika aya sampai terus bertanya saat ini. keempat sahabat rama berpikir jika rama saja yang menjelaskan situasi dan identitas nya kepada sang istri. Agar aya juga bisa mengenal siapa sebenar nya rama.


" Baiklah, sekarang masalah kampus juga sudah deal kan. Kami akan pulang dulu ke mansion untuk bersiap untuk pergi ke kelas hari ini, " pamit zul dan revan. Meskipun mereka baru saja keluar dari rumah sakit dan juga luka - luka memar mereka masih ada, mereka tetap akan menghadiri kelas.


Zul mengambil jurusan teknik informatika. Sedangkan revan adalah kedokteran. Aric dan juga zain mengambil jurusan yang sama dengan rama, yaitu bisnis manajemen. Mereka semua sudah memasuki semester 6 kecuali revan yang memang berbeda usia dengan mereka dan terlalu malas untuk mengikuti program akselerasi seperti ketiga saudara lain nya.


Setelah zul dan revan pergi dengan menggunakan motor rama, kini hanya tersisa aric dan zain yang menunggu aya mengambil persyaratan untuk masuk kuliah yang akan di bawa mereka berdua sebelum mereka berangkat ke MAHES MOTO. di samping mereka ada rama yang sedang duduk bersandar di sofa.


" usahakan aya tidak perlu mengikuti MOS, " ucap rama tiba - tiba.


" tapi ram, itu malah akan menonjolkan keberadaan aya. mereka akan berpikir jika aya spesial dan malah akan menarik perhatian semua, " bantah aric tidak setuju. Zain setuju dengan aric. Jika nyonya bos nya terlihat di istimewakan malah akan menimbulkan banyak pertanyaan dan salah - salah aya malah akan di targetkan.


Rama mengangguk, sebenarnya ia juga ragu. Tapi di hati nya muncul perasaan tidak rela jika sampai sang istri terkena perpeloncoan.

__ADS_1


Sebenar nya aya juga akan mendapatkan perhatian public karena keberadaan nya yang berada di tengah - tengah anggota inti BLACK KING. Dimana mereka di kenal sebagai mahasiswa dingin tidak tersentuh wanita.


" biarkan saja ia ikut kegiatan itu, kita awasi dari jauh, gue yakin jika nyonya bos akan bisa menempatkan diri di berbagai situasi," tambah zain bijak.


" hmm. benar apa kata kalian, ya sudahlah, atur saja bagaimana baiknya, tetapi kita harus tetap waspada," peringat rama yang di setujui oleh aric dan zain.


" saya yakin, leo saat ini sedang kebingungan mencari saya," kata rama dengan mata menerawang.


" benar, ia pasti akan mencari keberadaan lo, apalagi saat itu dia melihat kalo lo terluka," sahut zain.


" saya hanya heran, kenapa hanya karena wanita bernama alika, leo sampai segitunya," kata rama. Wajahnya nampak berkerut karena memikirkan jawaban yang tepat atas pertanyaan nya sendiri.


" Ya nama nya juga iri bos, bos" sahut zain dengan enteng. Terkadang ia tidak habis pikir dengan jalan pikir bos nya itu. Apakah rama tidak sadar jika ia bukan hanya menarik dan tampan di hadapan wanita. Nampak nya penderitaan nya selama ini sudah membentuk karakter rama agar terlihat acuh terhadap penilaian sekitar terhadap diri nya. Yang ia tahu hanya orang yang tulus atau orang yang hanya ingin menjilat saja.


" wah kakak ipar, nilai - nilai mu sangat mengagumkan, " puji aric ketika ia sedikit mengintip ke dalam map. Aya tersipu malu mendengar pujian aric.


"gue yakin sih, besok ujian buat kakak ipar akan terasa mudah jika otak kakak ipar se encer ini," tambah nya lagi.


" sudah, sana bawa saja syarat - syarat nya. biar besok aya melakukan tes dan juga pembayaran nya," perintah rama. Aric dan zain patuh dan segera bergegas dengan mengendarai mobil a*ya yang semalam di gunakan oleh zain.


" nah sayang, sekarang mari bersiap untuk ke bank, " ajak rama. aya mengangguk dan segera mempersiapkan diri.


mereka akan berangkat menuju bank menggunakan motor milik aya yang di berikan oleh abah nurdin. Aya juga memiliki mobil warisan sang abah dengan tipe yang sama seperti yang tadi di kendarai oleh zain. Ya, mobil A*ya warna putih terparkir rapi di garasi samping rumah aya.


" mas, nggak pakai mobil aja ?" tawar aya. Sebenarnya aya merasa gugup dan malu jika harus berboncengan motor dengan rama. Bagaimanapun ia baru berinteraksi dengan lawan jenis se intens ini hanya dengan rama. Jadi ia masih begitu canggung dan belum terbiasa.

__ADS_1


" Kenapa yank? malu ya ? " goda rama tepat sasaran. Lihatlah, semburat merah yang terlihat di balik kain cadar aya.


" Nggak apa - apa sayang, bukan nya kita sepakat untuk saling mengenal satu sama lain, " kata rama sambil memandang wajah aya dengan lembut. Aya tertegun mendengar ucapan rama, ternyata suami nya bukan hanya membual mengenai hal ini semalam.


' ya allah, anugerah kan rasa cinta karena mu di hati kami,' doa aya dalam hati.


Aya membalas tatapan rama dan mengangguk serta senyum manis tersungging di pipinya. Rama menggandeng tangan aya dan mengajak nya keluar rumah untuk berangkat.


" Selamat pagi, pak malik," sapa rama dengan ramah saat ia melihat ketua Rt baru nya tengah duduk di teras rumah nya. Terlihat secangkir kopi dan juga singkong rebus menemani aktifitas nya tersebut.


" Wah, selamat pagi mas rama, neng aya. Mau pergi keluar sepertinya ?" jawab malik sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya ke arah pasangan baru menikah ini.


" iya pak, mau jalan - jalan " kekeh rama.


" ha ha, iya sok mas, hati - hati di jalan" pesan malik.


Setelah sedikit berbasa basi ria, akhirnya rama dan aya meluncur menuju pusat kota. Rama memilih kantor bank yang berada si dekat kota karena ingin membawa aya ke mansion nya nanti.


Setelah berkendara kurang lebih setengah jam, mereka sampai di pelataran parkir sebuah bank swasta.


Suasana nampak masih sepi, hanya ada segelintir orang yang mengantre di gerai ATM. Karena aya dan rama ingin mengecek saldo, maka rama memilih antrean untuk cetak buku saja. Toh memang aya tidak di beri ATM untuk buku tabungan tersebut. Ia memiliki atm pribadi lain nya yang mencakup kebutuhan pribadi nya dulu.


Saat sudah berada di giliran nya, petugas meminta uku tabungan aya dan mulai mencetak nya.


" Masya allah mas, ini beneran ? Banyak banget "

__ADS_1


__ADS_2