
" kamu wanita yang sholehah, yang pasti tahu akan hukum islam kan ? "
' ck, apa hubungan nya woe, lama - lama semakin memuakkan begini. Duhh mas rama lama banget sih' batin aya.
" Kamu pasti tahu kan jika janji itu adalah hutang ? Kamu tidak ingin rama berhutang janji kan, " cerocos mita yang semakin melantur arah cerita nya.
Pak nardi yang sedari tadi mendengar bualan mita hanya menggelengkan kepala nya. Ia semakin membenci sosok wanita yang hampir seumuran dengan nya ini yang dengan lihai membual.
Siapa pun pasti akan langsung tahu apa tujuan nya pergi menemui rama, pak nardi cukup menyesal karena terlambat datang tadi. Tapi melihat aya yang nampak sangat tenang, pak nardi pun hanya bisa ikutan tenang. Ia sangat yakin jika wanita bercadar yang memasuki mansion sebagai nyonya MAHESWARI itu pasti memiliki rencana nya sendiri
" maaf bu, tapi saya mencintai mas rama, " lirih aaya masih meneruskan akting nya.
Mendengar ini, mita sedikit menyentak tangan aya. Ia sudah tidak bisa berpura -pura untuk bersikap sabar layak nya ibu mertua yang baik.
" kamu hanya lah ingin harta rama saja kan " tuding mita menaikkan intonasi nya.
' cih, dia sudah tidak tahan rupa nya, ' batin aya.
Aya menggeleng kuat dan sedikit menjauh dari mita, ia menyangkal tuduhan mita.
" ti.. Tidak bu, bahkan saya tidak tahu jika mas rama seperti ini saat menikah dulu, " ujar aya tidak bohong, toh memang sebelum nya ia sama sekali tidak tahu jika rama adalah konglomerat muda dengan aset trilyunan rupiah kan, mengigat pertemuan dan pernikahan mereka sungguh sangat mengesan kan.
" bohong, pasti lo cuma ngincer harta kak rama kan ! Hah sudah gue duga sih, lo pasti ngerayu kak rama pake tubuh j*lang lo ! ... " sembur maya.
" APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI !
DEG
__ADS_1
...****************...
Rama yang berada di kantor merasa tidak tenang, berkali - kali ia mengecek ponsel nya salah - salah jika aya menghubungi atau orang rumah lain nya.
Perasaan nya semakin tak karuan saat menerima telepon dari zul yang tidak bisa langsung ke mansion setelah menjemput rani karena gadis sahabat aya itu tiba - tiba sakit perut karena masa periode nya. Sementara zain dan revan sedang mengurusi masalah pembangunan area latihan dan juga rumah sakit mini di perusahaan keamanan BLACK KING.
TUK TUK TUK
Sudah berkali - kali ia mengetukkan jari nya ke meja keja nya. Membuat aric yang tengah memeriksa dokumen kerjasama di meja seberang sana merasa terganggu.
" sebenar nya lo kenapa si, bos " tegur aric yang merasa sudah gatal untuk menegur bos nya ini.
" perasaan gu nggak enak banget, pen pulang " jawab rama lugas. Membuat aric akhir nya mau tidak mau menegakkan badan nya. Karena aric tahu, intuisi rama jarang meleset.
" sudah menghubungi aya ? " tanya aric. Ia akan langsung mengaitkan intuisi rama kepada aya dan si kembar sekarang.
" kita tunggu setengah jam lagi, jika belum bis di hubungi dan tidak ada kabar, lo boleh balik, " ucap aric akhir nya. Masalah dokumen, aric akan menyampingkan nya. Karena percuma juga jika memaksakan rama yang tidak bisa fokus saat ini.
" ehm, " jawab rama.
" lo udah kirim pesan ke bokap lo " tanya aric mengalihkan sedikit perhatian rama agar ia tidak merasa gelisah.
Benar saja, rama langsung mengalihkan pandangan nya dari ponsel nya ke arah aric. Ia nampak menunduk dan terlihat bimbang.
" harus kah gue menghubungi nya ?" tanya rama kemudian setelah diam beberapa menit.
Aric tersenyum kecil saat melihat rama seperti ini. Rama masih merasa susah untuk melepas kebencian nya jika seperti ini.
__ADS_1
" lo, mau semua segera selesai kan ?" tanya aric balik,
" ehm tentu saja, gue ingin sekali membongkar kebusukan dari wanita pilihan nya itu hingga berani - berani nya ia mengkhianati bunda dan lebih memilih mengurus anak yang bukan darah daging nya, " ucap rama. Nada nya sedikit menggebu karena terbalut emosi.
" maka dari itu, hubungi dia, " balas aric acuh. Bagi nya tidak ada masalah jika rama memilih untuk tidak memaafkan sang ayah dan membiarkan pria tua itu di bohongi, tetapi mengingat jika perusahaan yang sedang di pimpin oleh ardhana masih memiliki jejak ibunda rama, ia membenarkan usulan aya untuk rama memaafkan sang ayah.
" ric, gue bukan nya mau mencari perhatian dari nya, gue hanya tidak mau perusahaan yang dulu nya di bangun dengan susah payah oleh bunda menjadi runtuh tak tersisa hanya karena menuruti gaya hidup mewah istri dan anak palsu nya, " lirih rama,
Benar kan tebakan aric, rama sebenar nya sudah mati rasa dengan keberadaan sang ayah. Rama sudah terbiasa dengan sikap ardhana yang berubah semenjak umur 3 tahun.
Ya gue tahu, tapi aya benar. Dengan memaafkan orang, hidup kita akan tenang dan tidak ada yang mengganjal. Dengan ini lo bisa mengajarkan kepada anak lo untuk bersikap nanti nya, " jawab aric.
Ke dua nya kembali terdiam, ric kembali memeriksa berkas nya sementara fokus rama kembali terbelah menjadi dua. Antara ayah nya dan memikirkan aya yang masih belum membalas pesan nya.
" ric, akan kah ia akan mempercayai omongan ku ?" tanya rama setelah hampir 5 menit mereka berdiam.
Jari tangan aric yang sedang menari dalam dokumen seketika berhenti dan mendongak ke arah rama.
" lo takut ? Bukan kah lo bilang lo nggak perduli dengan apa yang akan ia lakukan ? Lo hanya perlu mengirimkan bukti - bukti itu secara anonim, setelah ia merespon baru lo suruh ke sini, " ucap aric. Ia nampak merapikan dokumen yang ia periksa dan menyerahkan nya kepada rama untuk di periksa lagi serta di bubuhi tanda tangan rama.
rama menerima dokumen itu dan menaruh nya d atas meja. Ia tent tidak aka mengerjakan nya sekarang jika ia tidak ingin banyak yang salah.
Aric terlihat duduk di kursi depan rama, ia menatap pria yang sudah menjadi ayah sepasang anak itu lekat - lekat. Guratan lelah terlihat meskipun tidak terlalu jelas. Ia sangat ingat, jiak di wajah tampan pria ini tidak ada ekspresi yang berarti selain hanya datar saat mereka pertama bertemu dulu. Di mata nya hanya ada ketegasan dan kewibawaan yang terkadang berubah menjadi ketegasan dan arogansi. Membuat siapapun yang menatap nya aka gemetar ketakutan.
" ikuti kata hati lo, dan ku rasa memang aya benar, ia pasti tahu bagaimana baik .... "
BZZZZTTTT BZZZZTTTT BZZZZT
__ADS_1
DEG