Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
45


__ADS_3

" dia baik kok, tenang aja, " kata aya menenangkan sahabat nya yang nampak ketakutan.


" gil** lo ya, ba .... "


" nah kakak ip ... Astagfirullah kepleset mulu ni mulut. Hmm kakak sepupu, yok ke kantin. Si bos udah nungguin, " potong revan sebelum mira menyelesaikan omongan nya.


Ke empat gadis mahasiswa baru itu langsung mendongakkan kepala nya menatap ke arah revan.


" ehhmm revan, apa aku boleh membawa mereka ? Pasti tidak enak jika aku hanya cewek sendiri, " tanya aya. Ia mempertimbangkan posisi nya nanti jika di kantin. Pasti akan sangat menarik perhatian semua orang jika berada di tengah - tengah para most wanted di kampus ini.


" hmmm oleh, bos bilang nggak apa - apa. Oh iya, bos bilang buat buka pesan dar nya, " kata revan sekaligus menjawab pertanyaan aya.


Sedangkan ketiga teman aya hanya terbengong mendengar pembicaraan antara aya dan juga senior mereka. Dalam hati mereka bertanya - tanya siapa kah sosok bos yang sedang di bicarakan oleh teman mereka ini. Pikiran rani dan mira sudah ke mana - mana. Tampak menduga - duga siapa sosok bos dari revan.


" baiklah, mari kita ke kantin, " ajak aya sambil meraih tangan mira dan menyeretnya keluar di ikuti oleh acha yang juga nampak menarik tangan rani yang masih saja melongo itu.


Sedangkan revan nampak mengikuti ke empat gadis tersebut dari belakang. Berjalan santai dengan memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku celana dan Hoodie yang terus menutupi rambut nya.


Tidak banyak mahasiswa yang berlalu lalang di sana kaena kebanyakan dari mereka masih ada kelas dan yang lain sudah pasti berhamburan ke kantin untuk sekedar mengisi perut dan menunggu jam pelajaran berikut nya.


" ya, siapa bos yang di maksud dengan kak revan ?" tanya mira dengan berbisik.


" bener ya, siapa ? Jangan bilang jika itu kak rama ? Setahu ku bos kak revan ya cuma kak rama, " imbuh rani yang ikut merangsek maju ikut barisan mira dan aya. Sedangkan acha hanya mengikut langkah rani dengan menggelengkan kepala nya.


" hmmm, kakak ku, " jawab singkat aya. Dalam hati ia hanya bisa meminta maaf karena sudah menyebut suami nya sebagai kakak nya. Karena aya berpikir nanti nya jika ia hanya menyebut rama sebagai sepupu nya akan menimbulkan pertanyaan besar saat tanpa sengaja mereka berduaan.


Dengan penampilan aya yang serba tertutup, sudah banyak spekulasi jika aya sangat menjaga batas nya dalam berdekatan dengan lawan jenis. Maka akan sangat riskan jika nanti nya rama dan aya berdekatan tanpa ada ikatan mahram yang jelas. Meskipun saat ini aya jelas sedang berbohong.

__ADS_1


" haaah ??? Jangan bilang juga kalo kakak lo itu kak rama ?" pekik tertahan mira. Aya hanya tersenyum tanpa menganggukkan kepala nya.


Hanya dengan melihat mata aya yang menyipit, mira sudah tahu jika aya tengah tersenyum dan senyuman aya mengonfirmasi jawaban dari pertanyaan mira.


" Gil****** kenapa lo nggak ngomong dari tadi, bambang ! Ihhh gemes banget gueee, " pekik mira lirih yang gemas akan jawaban aya


" he he he, lagian kamu juga nggak nanya, " jawab aya singkat.


" jadi sedari tadi kita nge ghibah panjang kali lebar itu ngomongin kakak lo ?' tanya rani yang juga kaget. Hanya acha saja yang nampak kalem meski raut keterkejutan tetap terlintas di wajah nya.


Di belakang para gadis yang tengah berbisik - bisik ria ini, revan jelas mendengar semua nya. Ia hanya bisa terkekeh tanpa suara mendengar pekikan tidak percaya yang salah satu gadis itu ungkapkan.


Revan jelas saja langsung mengetikkan sesuatu kepada rama. Mengonfirmasi jawaban aya untuk menyinkronkan jawaban jika nanti nya ada yang bertanya tentang hubungan sang bos dengan nyonya bos nya.


📨kakak pertama


💨💨💨


Suasana kantin kampus nampak mencekam. Hening menyelimuti hampir semua sudut kantin. pandangan semua pengunjung kantin tertuju pada meja yang rama tempati. Di mana di sana sedang terlihat ada nya penyebab yang membuat suasana kantin menjadi hening.


" babe, " lagi, terdengar sapaan dari seorang gadis yang mendekati rama.


Alika, ya gadi itu adalah alika. Gadis yang sudah mengklaim diri nya sebagai kekasih dari snag ketua BLACK KING.


" TUTUP MULUT MU, ALIKA !" peringat aric mengambil peringatan kepada gadis yang membuat bos nya nampak menahan emosi nya.


Alika menahan geram di hati nya. Sebenar nya ia sudah tidak terima dengan perlakuan rama pagi tadi yang dengan tega ( menurut versi nya ) mengabaikan pelukan dari nya dan berakhir dengan jatuhnya diri nya. Membuatnya malu bukan kepalang tadi pagi.

__ADS_1


Tapi alika tetap menebalkan muka nya dan kembali bertaruh dengan keberuntungan nya untuk kembali mendekati rama . Sama seperti saat SMP dulu.


Rama memang sedari tadi hanya diam saat alika tiba - tiba muncul dan ingin duduk di samping nya. beruntung aric yang rupa nya sudah menyadari kedatangan makhluk ini langsung berpindah posisi memepet rama hingga tubuh rama mepet di tembok.


" ihh, aric. Aku kan mau duduk di samping babe aku, " kata alika dengan naa manja.


Seketika bisik - bisik pergunjingan mulai terdengar. Banyak yang hanya menonton dan bahkan mencibir tindakan yang di lakukan oleh alika terutama para fans rama yang tahu dengan pasti bagaimana sikap rama terhadap wanita yang genit kepada nya.


Fans rama, hanyalah sebuah fans sebagaimana perempuan yang mengidolakan seseorang. Mereka tidak menggunakan perasaan dan hanya murni mengagumi idola nya.


kebanyakan wanita yang mendekati rama secara agresif berasal dari luar kampus mereka yang dengan nekat menerobos masuk ke kampus hanya untuk melihat bahkan sengaja merayu rama mesipun berujung sia - sia.


" lo nggak lihat tampang bos kami liat lo ?" ejek zain yang juga merasa jengah dengan nada manja alika.


" muka nya sepet kek nahan muntah tau nggak !" sarkas zain kemudian.


Marah, malu bercampur. Tapi alika tetap menebalkan muka nya. Terus berusaha merayu rama yang sekarang tengah asyik dengan layar ponsel nya. Tanpa mau menatap ke arah nya sedikitpun.


" ram, kamu nggak kangen sama aku ?" mengabaikan sindiran zain, alika tetap berusaha mengajak bicara rama.


" ck ck ck lika lika, lo nggak pernah berubah ya sedari SMP, bos kami nggak pernah ngeliat lo anj**r, mendingan lo pergi deh. Malu tau nggak " ini giliran zul angkat bicara.


" bukan urusan kalian ya, gue kembali ke negara ini lagi untuk menemui kekasih gue ! Jadi tutup mulut kalian !" sarkas alika.


Alika hanya mendelik sinis ke arah zul. Tatapan mata nya berubah melembut saat melihat ke arah rama lagi.


" rama say .... "

__ADS_1


" BOS, YUHUUUUU KAMI DATAAANG ... "


__ADS_2