Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
130


__ADS_3

" maya nggak rela jika harta itu jatuh ke kak ra ...."


JATUH KE TANGAN SIAPA !! HARTA SIAPA YANG KALIAN MAKSUD !"


DEG


mita dan maya mendongakkan wajah mereka saat mendengar sebuah suara yang amat sangat familiar.


Belum sembuh rasa terkejut mita akibat kejadian di mansion rama, kini ia kembali di kejutkan dengan keberadaan ardhana di rumah mereka.


" pa .. Papa, papa ada di sini ? Kenapa papa nggak ngabarin kalau mau ke sini ? Mama kan bisa menjemput papa di bandara, " ucap mita setelah ia menguasai keterkejutan nya.


Maya juga segera meraih lengan ardhana dan mengapit nya manja, kebiasaan yang ia lakukan saat ardhana sudah mulai terlihat kesal.


Ardhana nampak menghela nafas untuk meredam amarah nya, nampak nya selama ini mata nya sudah tertutup lumpur, ia sama sekali tidak menyangka jika wanita pilihan nya begitu licik.


Rama memang sudah mengirimkan link berisi rekaman kejadian yang ada di mansion nya, sehingga ardhana bisa dengan jelas melihat apa saja yang di ucapkan oleh mita di sana,


Saat menyaksikan nya secara live, ardhana nampak mengepalkan tangan nya erat. Ia begitu emosi dan marah saat melihat kelakuan asli mita dan maya.


Ardhan bisa melihat dengan jelas bagaiman rupa rama, putra nya yang hampir 0 taun ia acuh kan. Ia bahkan mengusap lembut layar ponsel nya yang menampilkan wajah perpaduan milik nya dan juga laksmi.


" sayang, aku sangat menyesal, maafkan aku " gumam nya.


" kalian belum menjawab pertanyaan papa, dari mana kalian ? Lalu harta milik siapa yang kalian tidak relakan ? " tanya ardhana mengabaikan ucapan dan rayuan mita dan maya.


" ehm, , kami nggak ngomongin siapa - siapa, mas." maya hanya sedang membahas teman nya, iya ngomongin teman - teman nya, " jawab mita dengan gugup.


Maya pun tak kalah gugup nya, keringat nya sudah membasahi punggung nya saat ini.


Ardhana mengangguk - angguk layak nya orang yang sudah mengerti dan menerima ucapan maya dan mita.

__ADS_1


Mita mau tidak mau menghela nafas kasar, seperti nya ardhana memang masih bisa untuk di bodohi oleh nya.


Ardhana semakin yakin jika video yang di kirimkan oleh rama itu adalah kenyataan, ia menahan rasa sakit dan kecewa di hati nya. Ia hanya ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh maya dan mita sebelum ia menyerahkan mereka kepada polisi.


" papa kenapa nggak bilang kalau mau ke sini, tahu gitu mama akan masakin masakan kesukaan papa, " mita mengulang pertanyaan nya dnegn nada yang seolah - olah menyalahkan ardhana.


" hmm, saya hanya ingn berkunjung saja, kenapa ? Apa tidak boleh ? Atau adakah sesuatu yang sedang kalian sembunyikan dari saya?" telak ardhana membuat mita kembali gemetar.


" ha ha , apa yang papa ucap kan, mama dan maya nggak ada nyembunyiin apa pun dari papa, "


" .. Hanya saja kan, kita tadi bisa menyiapkan sesuatu yang enak untuk papa, " ucap mita mengemukakan alasan nya.


" iya nih, papa mah ada - ada saja, mana mungkin kita sembunyiin sesuatu dari papa, " sahut maya yang masih saja bergelayut manja di lengan ardhana.


Jika dlu ardhana akan langsung luluh begitu melihat sikap manja maya, kini ardhana malah merasa jijik saat mengingat maya bukan lah darah daging nya.


Dan perasaan menyesal kembali menelusup sat ardhan mulai mengingat sosok rama yang ia telantarkan sedari berumur 3 tahun.


Saat ia mulai tergila - gila dnegn mita yang memberi nya seorang putri untuk nya, tanpa tahu jika mita juga lah yang sudah membunuh calon anak nya juga.


Ardhana melenggang naik ke atas, tanpa memperdulikan maya dan mita yang melihat nya dengan kebingungan.


" ma, papa kenapa ?" tanya maya setelah ardhana menghilang dari pandangan mereka berdua.


" mama juga nggak tahu, nggak biasa nya papa gak bilang kalau mau ke sini, apa lagi kantor sedang tidak berjalan dengan baik kan, " jawab mita mengungkapkan isi hati nya.


" apa jangan - jangan papa tahu sesuatu, ma?" tanya maya bergidik takut.


Membayangkan jika ardhana memang benar - benar tahu mengenai perbuatan mereka tadi, membuat maya gemetar. Mita sebenar nya juga merasa sedikit cemas da khawatir, tetapi ia begitu rapi menyembunyikan perasaan nya.


" nggak mungkin lah, dari mana papa bisa tahu ? Jangan sembarangan bicara kamu, " sengit mita sedikit ragu.

__ADS_1


" tapi bisa saja kan si rama ngasih tahu papa tentang semua, " bantah maya masih tetap kukuh dengan dugaan nya.


" jika papa tahu, bukan kah kita akan di usir, lalu selama ini yang mama tahu, rama begitu membenci papa mu karena sudah mengkhianati j*lang laksmi, " ucap mita setengah mencibir.


Maya akhir nya mau tidak mau setuju dengan argumen mita. Bagaimana pun, jika ardhan memang mengetahui semua nya, ia dan mama nya pasti sudah di usir sedari tadi.


" lalu, kenapa papa bisa tiba - tiba di sini ?" tanya maya lagi. Mita menggeleng karena ia memang juga tidak tahu.


" coba nanti mama tanya kan, sekarang kamu bersih - bersih dulu. Mama akan minta bibi buat masak hidangan kesukaan papa kamu, " suruh mita ke pada maya.


Mya mengangguk setuju dengan perintah mita dan beranjak menuju ke kamar nya. Sementara mita beranjak menuju dapur untuk mengintruksikan bibi untuk memasak.


...****************...


✉️


nak, apa papa boleh meminta alamat mansion mu ?


Rama nampak menatap datar email yang ia baca dari laptop nya. Alamat email yang di gunakan nya untuk mengirimi ardhana pesan tadi siang.


Aya yang berada di samping rama, setelah menidurkan si kembar nampak mengernyit heran melihat sang suami yang hanya diam menatap lurus ke arah laptop tanpa bergeming sedikit pun.


" kenapa mas, " ucap aya sambil menyentuh pundak rama. Rama sedikit terjengit kaget karena sentuhan pelan dari istri nya. Aya hanya terkekeh karena mendapati rama yang terkejut. Sementara rama manyun manja.


" apa ? Lagian kenapa malah ngelamun di sini ? Udah mau waktu magrib loh, " tegur aya. Rama menarik tangan aya dan mendudukkan wanita yang sudah memberikan nya sepasang malaikat itu di pangkuan nya. Ia malah nampak menikmati raut merona milik aya.


"kenapa ih, malah diem aja. Aya kan jadi mal mas, " sungut aya manja. Kini giliran rama yang terkekeh.


" masih aja malu, yank yank." ucap rama mencuri ciuman di bibir umma dari anak - anak nya ini.


" he he, jadi sebenar nya ada apa, mas ? Kok kayak nya bete gitu ?" tanya aya sekali lagi.

__ADS_1


Rama membalikkan posisi aya sehingga aya menghadap ke layar laptop nya. Meskipun bingung aya akhir nya membaca yang ada di depan nya.


" masya allah ... "


__ADS_2