Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
79


__ADS_3

Tangan nya nampak di biarkan bebas, sementara badannya di ikat di kursi di perbatasan perut nya, sehingga perut nya yang membuncit terlihat dengan jelas


" akhirnya lo sadar juga .. Ja*lang sialan ! "


Terdengar suara yang cukup familiar bagi pendengaran milik aya. Aya mendongakkan kepala nya dan melihat sosok pemilik suara.


" KAK ALIKA ?"


Ucap aya dengan lirih. Alika nampak menyeringai kejam. Tatapan nya jauh pada perut aya yang nampak membuncit. Seketika darah nya menggelora karena emosi.


Melihat tatapan mata alika yang mengarah ke perut nya, membuat aya semakin waspada. Tangan nya masih merasakan jika jam tangan dan juga bros nya masih terpasang dengan baik. Nampak nya alika memang nggak ngeh dengan alat canggih tersebut. Kini aya hanya berharap, jika rama segera menemukan lokasi nya.


" HEH. Gue nggak nyangka lo se jal*ng ini, aya ! "


Alis aya nampak mengernyit. Ia jelas bingung dengan ucapan alika. Dalam hati ia berkat, apakah alika akhirnya sudah tahu mengenai hubungan nya dan rama.


" maksud kakak apa ?" tanya aya menekan rasa marah nya, masalah nya bukan karena ucapan alika, hanya saja ia marah karena nampak nya alika tidak segera sadar dengan posisi nya.


Di mana istri sah di sebut ja*lang oleh gadis yang mengejar suami orang ? Bukan nya ini terdengar lucu ?


" nggak usah sok ngeles lo, lo pura - pura polos hingga rama bisa tergoda ? Heh, nggak nyangka gue, lo bisa sampai hamil seperti ini ! " cecar alika.


" lalu ? Aku istri SAH mas rama, " jawab aya dengan menekankan kata sah nya.


" aku aku adalah istri sah nya, kenapa aku nggak boleh mengandung hamil anak nya ? " tantang aya mengungkapkan kekesalan hati nya selama ini.


Mendengar jawaban berani aya, semakin menyulut api amarah alika. Ia bergegas maju dan mengayunkan tangan nya.


PLAK


Suara tamparan nampak menggema di ruangan gudang yang nampak tinggi itu, aya sempat terkejut, sakit. Tentu saja, tetapi sebelum hamil, rama sudah membekali nya dasar - dasar bela diri hingga tamparan alika tidak terlalu menyakiti nya. Tangan alika hanya tercetak di pinggir mata aya karena sebagian wajahnya masih terlindungi kain cadar nya.

__ADS_1


" rasakan ! Itu balasan untuk wanita ja*lang yang berani - berani nya mengambil rama dari ku," geram alika. Alika cukup terkejut mendapati aya yang asih nampak santai setelah terkena tamparan nya.


" sebenar nya aya penasaran, kenapa kak lika bersikeras selalu mendekati mas rama, yang aya dengar adalah, mas rama selalu menolak kakak, apa karena mas rama adalah lelaki pertama yang menolak kakak ?" aya masih saja terus menantang batas kesabaran alika. Tangan nya masih setia melindungi perut nya dan di dalam hati nya ia tetap ber-istighfar.


Aya melakukan ini juga karena terpaksa, ia hanya ingin sedikit mengulur waktu hingga rama bisa melacak keberadaan nya, karena aya percaya, sinyal yang di berikan tadi cukup untuk rama segera bertindak.


" tutup mulut mu ! " raung alika semakin marah.


' ya allah lindungi aya, mas rama cepat ' batin aya saat merasakan sakit di perut nya. Perut nya juga sedikit mengencang. Mungkin bayi - bayi nya juga merasakan kegelisahan nya.


" gue sangat penasaran sama wajah lo, kenapa harus lo tutupi seperti ini ! Apa wajah lo rusak sampai - sampai lo malu buat buka kain si**lan ini, " ujar alika. Ia bergerak maju, tangan nya mulai menjangkau kain cadar aya.


Aya bersikeras menggelengkan kepala nya dan memberontak hebat. Di sana bukan hanya ada alika dan diri nya, tetapi masih ada dua pria yang aya yakin adalah bawahan alika yang membawa nya ke sini tadi.


" ja .. Jangan kak, jangan di buka " teriak aya histeris. Ia tidak akan rela jika kai nya di buka.


" kenapa heh ? Apa jangan - jangan benar wajah lo jelek ? Kemana keberanian lo nantangin gue tadi " seringai kejam muncul di sudut bibir alika,


SRET BRET


Alika shock, ia tidak bisa memungkiri jika paras ayu aya sangat melebihi ekspetasi nya. Aya selalu berpikir jika diri nya adalah wanita tercantik yang berada di dekat rama. Itu karena alika selalu menyingkir kan wanita di samping rama saat masih sekolah smp dahulu. Sementara saat SMA, tidak ada yang berani mendekati rama.


Melihat wajah aya, membuat alika semakin marah dan melampiaskan nya dnegan cara menampar pipi aya berulang kali.


PLAK PLAK PLAK PLAK.


" nggak ada wanita yang boleh di samping rama selain gue ! Lo harus nya tahu diri !" alika menampar aya dengan ganas. Seolah - olah ia tengah kesetanan. Anpa ada rasa kasihan sedikit pun dengan kondisi aya yang tengah berbadab dua.


Justru alika semakin emosi saat melihat perut aya yang membuncit. Mengandung bayi milik rama.


' harus nya gue yang hamil anak rama ! Bukan si ja*lang ini ' selalu kata - kata ini yang tertanam di pikiran alika saat pandangan nya berada di perut aya.

__ADS_1


Wajah aya kebas, aya menjadi pusing seketika. Mata nya memandang alika dengan tajam sekaligus sayu secara bersamaan.


Air mata nya tidak mampu ia tahan dan akhir nya menetes. Perut nya semakin sakit saat ini.


' ya allah, tolong, tolong lindungi anak - anak hamba '


' mas rama, aya minta maaf, cepatlah datang mas,' doa nya dalam hati.


DUG


Alika dengan kejam menendang ke arah perut aya sampai akhirnya aya terjatuh dengan kursi yang terikat di kaki nya. Aya masih berusaha melindungi perut nya dengan tangan nya sehingga tendangan alika tidak langsung menuju ke perut aya.


" ha ha ha, mat* saja lo, ja*lang sia**n ! Mati dengan anak lo yang hina iu !! " teriak alika kesetanan. diri nya tertawa - tawa saat melihat aya merintih kesakitan.


Aya dapat merasakan darah yang merembes dari bagian kewanitaan nya. Hati nya seketika menjerit dan panik tangis nya pecah seketika. Ia sangat menyesal, kenapa tadi ia menolak mira untuk menemani nya. Jika saja ia tadi bersama dengan sahabat - sahabat nya, ini tidak akan terjadi kepada nya. Setidak nya sahabat - sahabat nya masih ada dan menjaganya.


' maafin aya, mas ' dalam tangis nya ia membatin


" to .. Tolong , tolong aku kak lika, "


" awwwsshhh sakit, ya allah,.. Astagfirullah, mas rama.. " rintih aya dengan pilu.


" APA ?? APA LO BILANG ? TOLONG ? HEH, LEBIH BAIK LO MA*I AJA SEKALIAN !! DENGAN BEGITU GUE BISA GANTIIN LO !" teriak alika lagi. Kaki nya sudah mulai mengarah ke perut aya yang tengah meringkuk.


" ma*i lo sama bayi lo !!" teriak alika sambil bersiap menendang perut aya.


Aya hanya bisa memejamkan mata nya. Ia pasrah saat ini.


' maafin aya, mas. Maafin umma, sayang '


" AYAAAAAAAAAAAAAAA'

__ADS_1


DOR DOR


...----------------...


__ADS_2