
" perhatikan belakang, ada yang mengikuti .. " ucap rama menyadarkan aric dari lamunan sesaat nya.
Aric terkejut dan segera memeriksa spion depan dan melihat situasi belakang mobil mereka.
Benar saja, aric bisa melihat sebuah mobil tipe bri* tengah mengikuti mereka.
" bagaimana ?" tanya aric meminta pendapat rama.
" coba arahkan ke gang depan, kita pastikan terlebih dahulu, mereka beneran ngikutin atau cuma kebetulan searah dengan kita, " ucap rama datar.
Wajah nya nampak tenang, tapi pikiran nya tengah menerka siapa gerangan yang memiliki kemungkinan untuk mengikuti nya.
Aric segera mengikuti perintah rama, ia segera mengarahkan mobil nya menuju sebuah gang kecil. Sementara rama nampak mengawasi mobil yang berada di belakang dari spion depa nya.
Benar saja dugaan rama, mobil itu memang sedang mengikuti mereka, rama mendengus pelan. Siapa yang berani - berani mengikuti nya kali ini. musuh mana lagi yang mencari gara - gara dnegan nya.
" di depan ada lampu merah, coba berhentikan mobil agak ke samping tepat di sebelah bahu jalan, gue bakal lihat siapa yang berada di dalam mobil itu, " ucap rama yang d angguki oleh aric.
Aric memberhentikan mobil nya sesuai dengan instruksi rama. Sangat kebetulan lampu lalu lintas menunjukkan lampu merah sehingga rama bisa menjalankan rencana nya.
Mobil yang mengikuti mereka nampak berhenti di sebelah mobil rama. Beruntung mobil rama memiliki kaca gelap, sehingga hanya rama dan yang berada di dalam mobil yang bisa melihat keluar.
Entah b*doh atau bagaimana, mobil yang mengikuti rama malah menurunkan kaca nya sehingga nampak jelas siapa yang sedang mengikuti rama. Tapi, kaca nya langsung di naikkan lagi dan terdengar bentakan dari dalam mobil, menegur si pelaku penurunan kaca.
" cis, bocah itu terlalu berani, " ucap aric yang juga tahu siapa yang tengah mengikuti nya dan rama.
Sementara rama hanya terdiam, namun tangan nya mulai terkepal. Pikiran nya tertuju pada informasi yang di berikan oleh zul tadi.
' apa wanita tua itu sudah tahu tentang ku ? kenapa bisa kebetulan sekali anak nya kuliah di kampus yang sama dengan ku ?' batin rama.
' anak ? Cis, pak tua, ternyata kesalahan mu bukan hanya karena mengkhianati bunda ku, tetapi kau bahkan memiliki benih dari perselingkuhan kalian !' tangan rama nampak terkepal erat. Memikirkan jika fakta sng ayah memiliki anak lain dari wanita jahat itu.
Aric hanya bisa terdiam jika melihat rama yang tengah marah, ia tidak ingin menambah kekesalan rama dnegan mengajak nya berbicara.
__ADS_1
" kita kecoh dia, jangan sampai dia mengikuti kita sampai ke kantor, apalagi ke mansion. Sebelum gue cerita kepada aya, " ucap rama menutup mata nya ketika lampu lalu lintas sudah beralih menjadi hijau.
Aric hanya mengangguk, ia langsung menancap gas begitu lampu menjadi hijau. Sengaja mengencangkan laju mobil agar mobil itu tidak bisa mengikuti mereka lagi.
Aric juga mencari gang yang membawa mereka ke jalan besar utama kembali. Aric nampak sesekali menengok ke spion depan nya, memastikan jika mobil itu tidak mengikuti mereka.
Rama masih tetap menutup mata nya karena ia sangat percaya aric bisa melakukan tugas nya dnegan benar. Bukan sekali dua kla mereka mengecoh lawan mereka.
stelah beberapa menit memacu mobil nya dengan cepat, akhirnya aric yakin jika mereka sudah tidak di ikuti lagi. Mobil maya dan geng nya sudah tidak terlihat semenjak aric berbelok pada gang menuju jalan besar tadi.
Rama dan aric meneruskan perjalanan nya ke kantor dengan tenang,
Sementara itu, di mobil milik nina maya tengah mengamuk.
' ini semua salah lo, aaarrrgghh be*o banget sih. Kenapa mesti buka kaca !! " teriak maya memarahi tina, sang pelaku pembuka kacar.
" ma ... Maaf may, kan emang kebiasaan ku buka jendela kalau di lampu merah " cicit tina membela diri.
" ARARRGGGH kemana belok nya tuh mobil !!" teriak maya frustasi. Ketiga teman nya hanya bisa diam dan menggelengkan kepala mereka melihat maya yang mengamuk.
" antar gue balik ! " ucap maya.
nina segera melajukan mobilnya menuju rumah yang baru di beli maya untuk tinggal selama kuliah.
...****************...
rama dan aric ternyata garus memeriksa berkas yang cukup banyak sehingga mereka baru sampai rumah menjelang magrib.
Di mansion, para gadis sudah tiba sejak pukul 2 siang tadi, sementara zain, Zul, dan revan sampai mansion pada jam 4 sore.
Saat rama memasuki mansion bersama aric, ia sudah di sambut dengan si kembar yang mulai menjulurkan tangan nya minta gendong.
Rama terkekeh melihat kelakuan si kembar. Aya segera meraih tas kerja rama dan mencium punggung tangan rama sebelum akhirnya ia naik ke lantai 4 untuk menyiapkan air mandi buat rama. Sementara raa tengah menggoda si kembar tanpa menyentuh mereka.
__ADS_1
" sebentar ya, ab mandi dulu, nanti abu gendong " ucap rama sambil melambaikan tangan nya da da ke arah si kembar yang nampak berkaca - kaca.
" eh eh, keponakan uncle, jangan nangis oke, sini sama uncle dulu. Abu biar mandi, " ucap revan yang memang di mintai tolong aya untuk mengajak si kembar. Sementara para gadis, setelah sholat magrib mereka memilih membantu para bibi untuk menyiapkan perlengkapan barbeque.
Rama melihat zul yang tengah berkutat dengan laptop nya sementara zain berada di samping zul. Entah merecoki atau membantu, rama tidak tahu.
" bos, lo pasti bakalan kaget sama sesuatu yang gue temuin, " ucap zul saat a tak sengaja melihat rama melintas di hadapan nya, hendak menuju ke lantai 4.
" hmmm, nanti saja, gue mau mandi dan sholat dulu," jawab rama acuh. Ia langsung beranjak menuju ke lantai atas, sementara zul sudah biaa dengan tanggapan datar dari rama
" edan ya, tuh tua bangka kelakuan nya menjijikkan banget, kasihan amat nyokap si bos, " celetuk zain yang lebih dulu membaca informasi yang di dapat oleh zul.
" hmmm, manusia memang serakah. " jawab zul.
Ia kembali mencari beberapa informasi yang mungkin nanti dapat di gunakan untuk penunjang informasi lain nya.
" haaaahh, entah apa;ah yang bakal di lakuin sama tuh penyihir, ' gumam zain lagi.
" yang pasti, kali ini kita nggak boleh kecolongan lagi. Jangan sampai adegan alika kembali terulang, bos bakalan hancur banget!" ucap zul.
Aric yang sudah selesai mani dan sholat, segera ikut bergabung dengan revan menggoda si kembar yang nampak anteng. Merekasangat suka dengan para ucle dan aunty nya.
...****************...
Di dalam kamar rama,
Rama sudah selesai andi, aya pun juga sudah menyiapkan baju ganti serta sudah menggelar sajadah untuk ibada rama.
" terima kasih umma" ucap rama sambil mendekap mesra aya.
" mas, sholat dulu " ujar aya yang sudah memerah pipi nya.
Rama hanya terkekeh dan sgera berganti baju dan ibadah.
__ADS_1
Aya masih setia menunggu. Setelah rama selesai sholat, ia mendekat ke arah aya dengan menatapya lembut.
" sayang, mas mau ngomong ... "