
" ya, makan di kantin kita ? Jam selanjutnya masih satu setengah jam lagi kan ?" kata mira yang langsung menggandeng lengan aya yang tertutup gamis panjang nya.
" boleh, yuk kit ..... "
" AYAA .. "
Sontak ke empat mahasiswa bisnis semester 1 itu menoleh secara berjamaah saat ada panggilan yang memotong ucapan aya.
mata aya diam - diam memutar jengah saat tahu siapa yang memanggil nya. Dalam hati ia menggerutu kenapa harus secepat ini ia bertemu dengan penghilang mood pagi nya.
Yap, yang memanggil aya adalah alika. Nampak nya ia sedari tadi menunggu keluar nya aya dari kelas nya.
Sedangkan ke tiga sahabat aya mulai memasang wajah waspada. Pasal nya mereka mengenali sosok siapa yang memanggil aya. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah fans fanatik rama.
Tentu nya mereka masih sangat mengingat kejadian kemarin saat dengan sadar wanita itu meneriaki mereka yang notabene tidak tahu apa - apa.
Ada apakah gerangan wanita ini memanggil sahabat nya ?
' haaahh, aku memang harus menyelesaikan urusan ini. Tidak ada guna nya untuk ku menghindar, ' batin aya.
" ehmm, hai kak alika, " senyum aya kepada alika. Meskipun alika tidak tahu secara langsung tapi mata aya nampak menyipit.
"hai, sudah selesai kan kelas nya ? Bisakah kita bicara sekarang ?" tanya alika langsung tanpa berbasa - basi.
" tunggu dulu, aya mau makan bersama dengan kami, " sanggah mira cepat. Bahkan ia mempererat pegangan tangan nya di lengan aya.
" benar - benar, aya sudah mau makan bareng kita, " tambah rani.
Betapa emosi alika melonjak drastis saat mendengar ajakan nya di sanggah oleh gadis - gadis bau kencur yang menurut nya kurang ajar itu. Tapi ia tetap harus menahan diri agar aya tidak ilfil kepada nya.
" ehmm ya, jadi gimana ? Kamu mau kan bicara sama kakak ?" tanya alika tanpa memperdulikan ucapan mira dan rani.
" eh kak, kan kami sudah bilang jik .... "
" kalian tidak bisa diam ? Aya saja belum memberi jawaban. Dan gue yakin aya akan mau dengan ajakan dari calon kakak ipar nya ! " ucap alika memotong omongan rani.
" hah ? Kakak ipar ? Siapa ? Situ ? Emang kak rama mau sama situ ?" gumam mira yang masih terdengar oleh alika. Makin naik saja emosi nya
__ADS_1
" jaga ya omongan lo ! Maksud lo apa hah ?" sudah tak bisa rupa nya alika menahan emosi nya hingga ia membentak mira.
Aya menutup mata nya dan menarik nafas nya pelan. Ia melepaskan pegangan tangan mira.
Mira menoleh ke arah aya dan memperingati aya untuk tidak ikut lewat pandangan mata.
Tapi aya mengangguk dan tersenyum tanda jika ia tidak apa - apa mengikuti kemauan alika. Karena saat ini ia sangat yakin jika alika tidak akan berani berbuat macam - macam, karen ayang ia tahu ia adalah adik dari rama.
" ya sudah, mari kak kita bicara, " aya akhirnya buka suara setelah hanya diam bersama acha mendengar perdebatan antara mira, rani dan alika.
" tuh kan, adik ipar gue aja mau ! Lo nggak usah macem - macem ! " ancam alika tersenyum penuh kemenangan ke arah mira dan rani yang tengah mengepalkan kedua tangan mereka.
Aya dan alika nampak pergi meninggalkan ketiga nya. Lalu mira segera menarik tangan rani dan acha menuju kelas fakultas bisnis senior tempat rama dkk berada.
💨💨💨
Sementara itu di fakultas kedokteran, revan nampak sedang fokus pada jam tangan khusus yang juga hasil rampasan a.ka malak dari gery lawson, asisten pribadi CEO KONDOU Inc.
Eh nggak malak deng. Rama memang sengaja memesan khusus jam tersebut hanya untuk anggota inti geng BLACK KING sekaligus yang menjabat sebagai pemilik saham mayor MAHES MOTO yang tak lain adalah ke empat sahabat nya itu.
' ck ck ck, emang nggak pernah mau santai nih cewek. Langsung gerak gini ' dengus revan dalam hati saat melihat pergerakan alika yang sudah membawa aya pergi.
' harus segera nelpon bang rama ni, ' pikir revan lagi.
Revan ijin pergi ke toilet dan segera menghubungi abang pertama nya itu.
📞 : " assalamualaikum, bang, wanita itu sedang bersama kakak ipar, "
📞 : " ... "
📞 : " oke gue langsung kirim lokasi mereka, maaf bang saat ini revan sedang ada kelas, "
📞 : " .... "
📞 : " oke revan langsung kirim, waalaikum salam, "
Revan yang sudah selesai menelepon segera mengirimkan lokasi di mana alika mengajak aya untuk berbicara dan kembali ke kelas nya.
__ADS_1
💨💨💨
" siapa ? Revan lagi ?" tanya aric yang kebetulan duduk di samping rama. Ia melihat rama nampak menahan kesal setelah menerima panggilan telepon.
" hmm, wanita itu sudah bergerak, " jawab rama sambil mengotak atik ponsel membuka sebuah map yang di bagikan oleh revan dan segera menghubungkan dengan jam tangan khusus nya. Sekarang jelas oleh nya aya dan alika yang sedang duduk di kafe seberang kampus mereka.
" bukan nya it ..... "
" oi ram, ada adek tingkat yang nyariin lo, " teriak salah satu teman rama. Memotong omongan zain yang sekarang sedang berada di samping rama, mengamati layar jam rama yang sedang menampilkan aya dan alika.
" hah ? Adik tingkat ? Sape tuh bos ?" anya zain yang mengalihkan pandangan nya dari jam tangan rama.
Rama hanya mengangkat kedua tangan nya tanda ia juga tidak tah. Namin yak ayal rama beranjak dari kursi nya dan berjalan ke luar di ikuti oleh zain dan aric,
" ehhh,, si kain rombeng " ser zain spontan menunjuk ke arah mira dan rani.
Rani dan mira yang di tunjuk sebagai kain rombeng, sontak mengerucutkan bibir mereka meskipun memang julukan itu sering kali tersemat di nama mereka karena mereka memang sangat amat cerewet.
" ih kak zain, kalau ngomong suka bener, " kikik acha yang tiba - tiba buka suara.
Mira dan rani bahkan sampai menoleh ke arah acha karena mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Seorang acha sedang berbicara kepada lawan jenis yang bahkan bar ia kenal kemarin ? Sebuah kejutan pemirsa ! Standing applause untuk zain !.
" ih, itu nggak penting, kak rama, aya kak, aya di bawa pergi sam .... "
" sudah, saya sudah tahu, " potong rama sebelum mira menyelesaikan omongan nya.
" bag ... Bagaimana kakak bisa tahu ?" tanya rani dengan cengo.
" ada, sudah nggak usah kalian pikirkan, kami akan mengurusnya. Terima kasih sudah memberi tahu kami, " aric mengambil alih perkataan rama karena rama sudah beranjak pergi menuju tempat aya dan alika berada.
Rani ira dan acha hanya bisa terbengong di tempat mereka. Sedangkan aric segera menyusul rama.
" sudah ya ladies, kalian nggak usah pikirkan. Aya akan baik - baik saja, " kata zain tersenyum jenaka ke arah ketiga nya.
💨💨💨
Sementara itu di cafe ..
__ADS_1
" jadi, kakak ingin bicara apa . ?"