Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
16


__ADS_3

" nah, jadi dimana nyonya bos ? Kenapa nyonya bos nggak ikutan turun ?" tanya zul yang sedari tadi menahan diri untuk bertanya karena ada malik di antara mereka. Dan sekarang setelah mengantarkan malik sampai ke depan pintu, zul baru berani bertanya.


Pertanyaan zul adalah pertanyaan yang sama yang ingin di ajukan oleh ke tiga teman rama lain nya. Mereka memang baru bertemu saat setelah proses ijab qabul tadi. Itu pun hanya sekilas. Karena mereka berempat membantu rama untuk menerima ucapan dari warga yang datang dan mengobrol dengan mereka menggantikan rama. Sedangkan untuk nyonya bos mereka sudah di tarik masuk oleh bu sari bersama dengan rama. Untuk membersihkan diri karena memang sudah malam.


" sedang beristirahat di atas, " jawab rama singkat. Rama mengambil kacang kulit dan mulai mengupas nya di ikuti oleh aric dan revan yang sedari tadi haya terdiam karena pertanyaan kedua nya sudah di wakilkan oleh zain dan juga zul.


" hah ? Wah bos lo belum unboxi .... "


PLUK


Lemparan kulit kacang rama tepat sasaran masuk di mulut zain yang akan mengucapkan kata - kaya vulgar. Bagaimana pun masih ada revan si polos yang harus ia jaga telinga nya dari kakak - kakak nya.


" sembarangan aja lo kalau ngomong zain, tengok adik bungsu lo nih ! " pekik zul. Zain hanya meringis lebar saat menoleh ke arah revan yang tengah menatap nya dengan mata nya yang polos.


" jangan dengarkan apa yang di katakan oleh zain, dia hanya sedang mabuk teh," kata aric sambil mengelus kepala revan yang tersisir rapi belah tengah.


Meskipun zul adalah kesayangan mereka dalam bidang IT, tetapi tetap saja revan yang menduduki peringkat adik bungsu yang imut karena memang umur nya yang paling muda.


Tapi jika berada di dalam situasi terdesak, revan bisa berbah menjadi bengis dan kejam. Jadi, jangan pernah mengusik pria kecil itu.


" maaf - maaf, tidak sengaja " sesal zain yang menyayangkan mulutnya yang terkadang overloss.


" tapi bos, lo belum benar - benar ... "


" belum zain, puas sekarang ?" jawab rama cepat. Ia sangat sadar jika ia tidak segera menjawab pertanyaan zain, pria itu akan terus bertanya tanpa henti.


" wa ha ha ha ha, bos lo nggak belok kan ?" ejek zain yang tertawa di ikuti oleh aric dan juga zul. Sedangkan revan memilih memainkan ponsel nya untuk membuka game online nya. Bagi nya sudah biasa jika para kakak nya itu bercanda.


rama hanya mendengus pelan mendengar ejekan zain dan kedua saudara lain nya. Ia lebih memilih memperhatikan revan yang tengah asyik dengan game nya.


Zain dan aric serta zul menghentikan tawa mereka. Bagi mereka sudah terbiasa mengejek bos nya dan tidak di tanggapi karena bos nya terlampau dingin.


" ehm, jadi bos, bisakah menceritakan kepada kami bagaimana bisa bos sampai terkapar di sini dan akhirnya menikah dengan nyonya bos ?" tanya aric dengan mode serius.

__ADS_1


Mendengar perkataan aric, sontak zul dan juga zain memasang ekspresi serius. Ini tentu saja menyangkut harga diri ketua geng nya.


Rama menghembuskan nafas kasar saat melihat muka - muka serius mereka. Lalu ia berdiri. Sontak membuat keempat nya heran.


" sudah malam, besok saja setelah sarapan saya akan bercerita, bukan kah saya sudah bilang jika saya akan bercerita di depan istri saya juga agar tidak berulang - ulang menjelaskan ? " tandas rama tidak ingin di bantah.


Mereka berempat kompak menoleh ke arah jam dinding yang berada di ruang keluarga. Mata mereka melotot saat melihat angka yang tertera. Hampir jam 12 malam !.


" sudah sholat isya semua kan ? Jika sudah, kalian bisa menggunakan dua kamar di sebelah sana untuk beristirahat. Besok setelah sarapan, saya janji akan bercerita, " kata rama sambil bersiap menaiki tangga ke lantai 2.


Ke empatnya mengangguk patuh dan segera bergegas menuju kamar yang sudah di sebutkan oleh rama tadi.


Tak lama kemudian keheningan terjadi karena semua penghuni rumah sudah tertidur lelap.


💨💨💨


Sedangkan di sebuah markas yang lumayan besar. Di jam yang sama ..


" bagaimana ? Apa ada yang bisa menemukan di mana pria brengs*k itu bersembunyi ?" tanya seorang pria yang tampak nya adalah ketua dari perkumpulan tersebut.


" BRENGS*K ! KALIAN SEMUA B*DOH ! MENCARI SATU ORANG YANG TERLUKA SAJA KALIAN TIDAK BISA !" hardik pria tersebut. Wajahnya yang bengis nampak sekali sedang murka.


" ma. . Maaf bos, tapi kami sudah mengelilingi daerah tersebut, bahkan kami sudah memasuki dan meneliti setiap tempat di pemukiman di sekitar nya, " bela salah seorang tangan kanan nya.


" apa jangan - jangan dia sudah mati kehabisan darah bos ?" tebak salah seorang lagi.


" atau malah tercebur sungai, saya melihat ada aliran sungai sumber irigasi sawah di sekeliling pemukiman itu, " jelas seseorang lagi.


Leo nampak diam dan memikirkan apa yang d katakan oleh beberapa anak buah nya. Ia sesekali nampak meringis menahan sakit. Rupa nya tadi rama sempat melayangkan beberapa pukulan yang mengenai tubuhnya dengan telak. Bahkan bisa di pastikan banyak luka memar di balik kaos hitam yang menutupi tubuhnya.


Ya, benar. Pria itu adalah adalah LEONARDI ARSA. Musuh bebuyutan rama sejak rama menginjakkan kaki nya di kota ini sejak pelarian nya dari sang ayah.


Permusuhan yang hanya di picu oleh hal yang sangat sepele jika menurut rama dan saudara - saudara nya. Hanya karena seorang wanita yang menyukai rama bahkan terkesan mengejar - ngejar nya.

__ADS_1


Rama yang hanya cuek terhadap wanita hanya menanggapi santai permusuhan itu awal nya. Tetapi leo malah memantik api permusuhan dengan sengaja mengacau di setiap wilayah kekuasaan rama.


" lo sudah berani merebut perhatian alika ram, maka jangan salahkan gue jika gue akan menghancurkan mu dan juga geng lo, " gumam leo sambil menatap tajam ke arah depan.


" gue harap lo mati saja setelah kejadian semalam ! " lanjutnya lagi.


Tanpa ia sadari jika yang sedang ia sumpahi sedang memeluk hangat tubuh istri kecil yang baru di nikahi nya.


💨💨💨


Alarm berbunyi membangun kan tidur lelap seorang gadis yang baru saja menyandang sebagai seorang istri itu.


Aya nampak menggeliat pelan. Ia masih belum sadar sepenuh nya dari mimpi nya dan mencoba untuk mengumpulkan nyawa nya. Ia mengernyit saat ia merasakan perutnya sedikit berat seperti di tindihi oleh sesuatu.


Aya meraba perutnya. Ia terjengit kaget saat ia merasakan sebuah lengan kekar sedang melingkari perutnya. Kesadaran nya di paksa kembali hingga ia benar - benar sadar dari rasa kantuknya.


' ini siapa ? Apa ada maling ?'


.


.


.


.


.


.


.


__ADS_1


belum lulus review nya dari jam 10 malam tadi 😭😭😭..


maaf jika telat update ...


__ADS_2