
" lalu, bagaimana dengan ALIKA " tanya rama datar.
Pertanyaan rama, membuat suasana hening. Aric dan yang lain nya justru menegang dan tanpa sadar menegakkan punggung mereka. Bahkan zul langsung menghentikan gerakan tangan nya di atas keyboard laptopnya.
tatapan mata mereka semua tertuju kepada aya. Aya yang merasakan atmosfir sekitar nya berubah, dengan perlahan memberanikan diri untuk mendongakkan wajahnya yang sedari tadi menunduk dan mulai memindai mata semua orang yang tertuju kepada nya.
Rama berdecak dengan pemandangan ini. Ia juga idak bisa tidak penasaran bagaimana sikap aya sebenarnya, jadi ia juga ikut - ikutan ke empat saudara nya menatap aya.
Aya yang di pandang oleh banyak ata dengan tatapan intens meneguk saliva nya kelat. Ia meringis mau di balik kai cadar nya.
" kenapa semua nya diam mas ? " tanya aya kepada rama. Rama hanya tersenyum lembut kepada nya.
" hei, nggak apa - apa kak aric, kak zain, kak zul dan juga revan. Jawab saja pertanyaan mas rama, " kata aya santai begitu tahu jika mereka diam karena mereka membahas gadis bernama alika.
Ke empatnya kini mengalihkan pandangan nya kepada rama untuk meminta persetujuan. Kembali rama berdecih.
" ck kenapa sih ? Gue udah ngomong ke aya semua nya, jadi silahkan berbicara sejujurnya, " kata rama cuek. Dasar nya saja ia tidak akan ambil pusing dengan masalah wanita yang entah itu.
Ke empatnya lantas menghembuskan nafas lega. Bagaimanapun mereka tidak ingin ada salah bicara sehingga menyebabkan hubungan rama dan aya yang sedang ranum - ranum nya bermekaran menjadi rusak berguguran.
" ehem, baiklah, " zain berdeham mengusir rasa tidak nyaman nya tadi.
" begitu doi ngeliat gue sama ric di kantor administrasi kampus, doi langsung aja merangsek di antara kami, bahkan dia dengan pede nya ingin menggandeng kami berdua, " cerita zain dengan bergidik ngeri.
Aya yang menyimak terkikik kecil di balik cadar nya. Entah apa yang di pikirkan oleh segerombolan geng jalanan ini, karena mereka tampak risih saat di gelayuti oleh wanita yang nota bene pasti akan melekat di citra seorang geng jalanan.
__ADS_1
" to the point zain, " geram rama. Zain memutar mata nya jengah. Niat hati ingin bernarasi terlebih dahulu kan, siapa yang sangka jika ia lupa bos nya itu tidak suka bertele - tee dalam semua urusan nya.
Aric, revan dan zul terkekeh geli melihat pertengkaran manja antara rama dan zain. Bagi mereka itu semua adalah pemandangan yang sudah biasa.
" haaahh, dasar bos sableng, " gumam zain pelan.
" setelah aku dan aric berusaha menjauh, ia akhirnya menyerah untuk menggelayut bak anak monyet, terus dia menanyakan keberadaan mu bos, "
" dia bilang dia sengaja pulang dan pindah ke kampus dalam negeri karena akan mengejar mu lagi, " tutup cerita zain.
Suasana hening seketika. Rama masih dengan kegiatan usap mengusap. Sedangkan aya tengah melamun dalam diam nya. Ke empat sahabat rama malah menjadi tegang saat melihat nyonya bos mereka hanya terdiam. Jelas sekali mereka tengah menunggu reaksi seperti apa ang akan di perlihatkan oleh aya.
Aya terdiam karena ia tengah berpikir, di luar sana pasti bukan hanya satu atau dua anita yang menggandrungi rama. Ia kini tengah bergelut dengan pikiran nya sendiri, bagaimana cara ia mempertahankan pernikahan nya. Hubungan nya dengan rama bukan hanya sekedar seperti orang yang berpacaran dan bisa putus nyambung dengan mudah kan ?.
Sama sekali tidak terbersit rasa cemburu di hati aya. Meskipun hanya sedikit kurang nyaman karena ada anita yang begitu terobsesi dengan sang suami. Tapi yang penting bagi nya adalah, rma tidak merespon gadis tersebut.
" jadi ? Dia hanya bilang seperti itu ?" tanya rama memecah keheningan yang nampak mencekam bagi ke empat sahabatnya.
Aric dan yang lain cengo. Hei bos, ini ada macan betina yang sedang mengincar mu loh, mbok ya panik sedikit gitu itu muka.
" ya bos, " jawab zain sambil melihat ke arah aya yang hanya termenung.
Diam - diam, keempat nya lalu menatap aya penuh rasa harap. Mereka hanya ingin melihat bagaimana jika seorang aya yang bercadar akan melampiaskan rasa emosi nya.
Nampaknya kini mereka hanya akan gigit jari, merasa di perhatikan lagi, aya langsung menatap ke arah keempat sahabat suami ya itu. Ia mengangkat sebelah alisnya yang nampak menukik indah.
__ADS_1
" kenapa kak ? Ada yang salah dengan wajahku, " tanya aya sambil mengusap pelan permukaan kain cadar nya. Rama terkikik geli melihat interaksi antara istri da para sahabat nya.
" ehm anu ya, lo nggak marah gitu si bos ada yang ngejar - ngejar ?" tanya zul akhirnya. Ia bahkan sudah menutup laptopnya begitu zain mulai bercerita perihal alika tadi. Hanya untuk melihat reaksi aya.
" hah ? Hi hi hi jadi sedari tadi kalian melihatku seperti itu karena penasaran degan reaksi ku ?" tanya aya sambil ikut terkikik geli seperti sang suami.
Keempat sahabat rama serentak mengangguk mengiyakan pertanyaan aya.
" hi hi hi, mas mereka lucu sekali, " tawa kecil aya. Rama hanya tersenyum kecil. Ia juga sebenarnya penasaran bagaimana sang istri akan menjawab rasa penasaran sahabatnya itu.
" ehm.. Aya biasa saja sih. Ya walaupun ada sedikit rasa tidak nyaman di hati aya karena mengetahui jika suami aya ternyata banyak yang suka bahkan ada yang rela mengejar sampai harus kembali ke dalam negara ini, " kata aya sambil menatap lembut netra sang suami. Saat rama ingin mengadakan protes, jari telunjuk nya segera menutup bibir sang suami.
" aya belum selesai mas, ... "
" Dalam ajaran Islam, cemburu dipandang sebagai sesuatu yang penting. Sebuah riwayat dari ‘Amar bin Yasir menegaskan pentingnya keberadaan rasa cemburu dari seorang istri. Bahkan, mereka yang tidak memiliki rasa cemburu sama sekali terhadap apa pun yang berlaku atas suaminya diancam tak akan masuk surga.
Bagaimanapun, cemburu yang berlebihan pun termasuk perbuatan tercela. Bagaimana mengukur cemburu yang sewajarnya dan eksesif, dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin 'Atik al-Anshari secara marfu' sebagai berikut.
"Kecemburuan itu ada yang disukai, dan ada yang dibenci Allah. Di antara sikap membanggakan, ada yang disukai dan ada yang dibenci Allah.
Adapun kecemburuan yang disukai Allah ialah cemburu dalam perkara yang mencurigakan, sedangkan cemburu yang dibenci Allah ialah cemburu dalam perkara yang tidak mencurigakan."
( sumber : google ( republika .co.id) )
" aya percaya jika mas rama tidak sedang melakukan hal yang bisa menimbulkan kecurigaan di hati aya, bukti nya mas rama hanya terlihat biasa saja saat kak zain bercerita mengenai wanita itu, "
__ADS_1
" aya yakin, jika mas rama akan menjaga kepercayaann yang aya berikan, "