Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
17


__ADS_3

' ini siapa ? Apa ada maling ?' batin nya yang mulai panik. Aya menolehkan kepala nya perlahan untuk melihat siapa gerangan orang yang berani berbuat mesum kepada nya.


dengan gerakan patah - patah ia mulai menoleh dan mendapati pahatan sempurna dari Allah. Wajah tampan seorang pria menyambutnya di pagi hari yang pasti cerah ini.


Tapi bukan itu yang membuat nya terkejut. ia baru ingat jika pria tampan ini adalah suami yang baru semalam meng - Ijab kabul nya.


Beruntung aya tidaklah berteriak histeris karena bisa dipastikan jika ia kan merasa malu akhir nya.


Aya mencoba menelisik wajah tampan suami nya ini. Suami ? Terkadang ia masih tidak percaya jika ia sudah menikah di usia nya yang masih menginjak 18 tahun.


Jari telunjuknya menusuk nusuk pipi sang suami. Tak lama kemudian ia mulai menelusuri setiap lekuk wajah suami nya. Terkahir, jari nya berlabuh di bibir merah sang suami yang menandakan jika rama bukan lah tipe perokok.


Tiba - tiba rama membuka mata nya dan menangkap jari telunjuk aya dengan gigi nya. Rama menggigit pelan jari aya yang sudah berani - berani nya menusuk - nusuk pipi nya tadi.


" sudah puas memandangi wajah saya, heh ?" goda rama. Aya hanya menunduk karena malu dan gugup.


Rama yang gemas dengan tingkah aya mendongakkan dagu aya untuk menatap ke arah nya.


" kenapa hum ? Tadi begitu semangat menelusuri wajah mas ? Tapi kenapa sekarang terlihat malu - malu ?" goda rama yang malah membuat aya semakin ingin menenggelamkan wajahnya di balik bantal.


" sayang, tatap mata mas, " kata ama lagi kaena aya napak terus mengalihkan pandangan dari pandangan rama yang teduh.


Dengan malu aya menatap mata rama. Ia dapat melihat ika suami nya sedang tersenyum ke arah nya.


" selamat pagi istri ku, " sapa rama. Aya ikut tersenyum kecil. Dalam hati nya ia sangat bersyukur karena sikap rama yang selalu lembut kepada nya meskipun mereka baru bertemu dengan cara yang tidak terbayangkan.


" se.. Selamat pagi, mas" balas aya.


" sekarang masih jam 5 sayang, ayo segera subuh, " ajak rama yang di setujui oleh aya.


Kedua nya segera beranjak dan bergantian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Aya tidak lupa memberikan sebuah sikat gigi baru untuk sang suami.


Setelah selesai wudhu, aya segera menyiapkan sajadah untuk rama.


" assalamualaikum warahmatullahi wabarrakatuhu "


" assalamualaikum warahmatullahi wabarrakatuhu "

__ADS_1


Setelah salam, rama nampak berdzikir sebentar dan berdoa. Saat menengok ke belakang, rama mendapati jika aya tengah memperhatikan nya. Ia tersenyum saat aya meminta salim kepada nya. Rama juga segera mengecup kening istri nya setelah aya mencium tangan nya


" istri mas cantik banget, " puji rama. Aya hanya bisa merona pipi nya


Mereka segera bangun, aya akan menyiapkan sarapan untuk suami nya dan juga para sahabat sang suami.


" jangan lupa kain cadar mu, sayang " peringat rama sebelum ia keluar dari pintu.


aya hanya mengangguk patuh. Tentu saja ia akan mengenakan cadar nya karena di luar sana bukan hanya ada suami nya tetapi ada ke empat sahabat suami nya.


💨💨💨


Rama turun tangga dan bergegas menuju kamar saudara - saudara nya. Ia akan membangunkan mereka untuk melaksanakan kewajiban mereka.


TOK TOK TOK


Tidak ada sahutan saat rama mengetuk pintu salah satu kamar di bawah.


TOK TOK TOK


" loh bos ? Kenapa ketuk pintu ? " bukan pintu kamar yang di buka tetapi pintu ruang keluarga. Dari sana muncul ke empat sahabat rama yang rupa nya selesai menjalankan kewajiban mereka di mushola keluarga.


" oh syukurlah kalian sudah sholat. Saya baru mau bangunin kalian, " kata rama. Ke empatnya serempak mengangguk.


Rama kemudian mengajak ke empat nya untuk berkumpul ke ruang keluarga sambil menunggu istri nya membuat sarapan.


" jadi, kalian nggak masuk kuliah hari ini ?" tanya rama memulai perbincangan.


" zul ada jadwal siang sama revan. gue sama zain nggak ada jadwal, " jawab aric. Rama mengangguk.


" bukan nya nyonya bos baru saja lulus SMA, bos ?" tanya zain. Tangan nya sudah sibuk membuka kulit kacang dan memakan nya.


" iya, maka dari itu rencana nya saya ingin meminta tolong pada kalian untuk mengurus masuk nya aya ke kampus kita, " kata rama memetakan rencana nya.


" berarti kakak ipar akan satu kampus dengan kita ?" tanya revan. Rama mengangguk.


" untuk berjaga - jaga, karena aya belum mengenal kehidupan kita. " kata rama.

__ADS_1


Ke empatnya tentu saja paham dengan apa yang di maksud oleh rama. Sebagai pemilik MAHES MOTO, meskipun tidak pernah ada yang mengetahui secara langsung siapa pemiliknya. Tetapi tentu nya rama dan keempatnya tidak akan selamanya bersembunyi. Pasti mereka akan memimpin secara langsung dan itu akan membuka identitas mereka suatu saat nanti.


Belum lagi status mereka di dunia bawah. Meski tidak sekelas mafia mafia, tetapi tetap saja hidup di kalangan premanisme adalah hal yang mengancam. Mungkin jika hanya mereka yang di ancam tidak apa - apa. Tetapi jika sampai keluarga mereka.


Maka mereka hanya bisa mengupayakan keamanan sebaik mungkin. Bukan kah mencegah lebih baik daripada mengobati ?.


Ke empat saudara rama cukup takjub dengan perubahan sikap rama yang sangat mencolok. Hanya dalam beberapa jam menikah, rama sudah mau bersikap hangat kepada mereka. Meskipun biasa nya juga sama, tetapi sekarang lebih lebih hangat.


Diam - diam keempatnya ingin mengucapkan banyak - banyak terima kasih kepada aya. Secara tidak langsung aya sudah mengubah sikap rama.


Tidak lama kemudian, nampak ya menghampiri rama dan saudara - saudara nya.


Kedatangan aya seketika membuat sasana hening.


" mas, sarapan nya sudah siap, " kata aya pelan di samping rama.


"pppffffftttt .... "


Terlihat aric, zul dan revan menahan tawa mereka. Bahkan zain tidak bisa menahan nya dan akhir nya tertawa terbahak - bahak.


" mas ? Ha ha ha, duh ... Perutku , " kata zain di sela tawa nya yang begitu gembira.


Aya menatap mereka semua dengan tatapan bingung. Sedangkan rama hanya menatap ke empat nya dengan tatapan datar.


" ha ha haduh, ampun bos, ampun, hu hu ha ha ha, " zain kembali tertawa saat melihat mata rma yang bisa saja memancarkan sinar laser karena kelakuan mereka semua. Di tambah akhirnya aric dan lain nya akhirnya ikut tertawa.


" mas, apa aku melakukan kesalahan ?" tanya aya yang masih heran melihat teman - teman rama tertawa.


" nggak yank, kamu nggak salah. Mereka saja yang memang kurang OLAHRAGA seperti nya," ucap rama sambil menekan kan kata OLAHRAGA hingga akhirnya dapat menghentikan tawa mereka.


" ampun bos, " cicit zul yang langsung terdiam. Mereka sangat tahu dengan kata olahraga yang di tekan kan oleh rama.


Sedangkan aya hanya mengendikkan bahu nya. Ia lalu mengajak semua nya menuju ke ruang makan yang berada di dekat dapur.


Saat sampai di depan meja dan melihat begitu banyak lauk yang tersaji, membuat mereka semua tercengang kaget.


" ka.. Kakak ipar, ini semua masakan mu ?"

__ADS_1


__ADS_2