Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
73


__ADS_3

" pokok nya kamu harus ban ... "


" JAUH KAN TANGAN BU*UK LO DARI AYA, ALIKA !!"


Alika terkejut dengan bentakan yang berasal dari arah belakang nya dan aya. Sementara aya hanya bisa menutup mata arena ia juga cukup kaget saat mendengar suami nya nampak sangat marah.


" RA... RAMA, " cicit alika dengan takut - takut.


Rama segera mendekat ke aya dan menarik aya ke dalam jangkauan pelukan nya. Rama menatap tajam ke arah alika yang masih menunduk karena ketakutan.


" sudah berapa kali saya bilang !. Jauhi aya ! Jangan jadikan aya sebagai alat untuk mendekati saya ! Karena saya nggk akan pernah tertarik kepada mu ! " sarkas rama tanpa tedeng aling - aling.


" TAPI RAM.. "


" nggak usah banyak omong lo, lo jadi perempuan harus tahu diri, lika ! Gue selalu nolak lo sedari dulu, tapi lo selalu mengusikku ! Belum puas kah lo yang dulu ngejebak gue dan berakhir dengan kkegagalan ?" tandas rama.


Alika nampak terkejut, bagaimana bisa rama mengetahui rencana nya itu ? Bahkan rencana itu juga tidak berhasil dan malah berbalik kepada diri nya sendiri. Hingga ia terpaksa mengandung benih leo.


Apa jangan - jangan leo tahu dari rama ?


Tapi bagaimana mungkin ? Malam itu alika bermain dengan rapih ! Bahkan ia bisa langsung pergi dari kamar bar itu ? Bagaimana mungkin rama tahu semua nya ?


" nggak usah kebanyakan mikir. Lebih baik lo pergi dari hadapan saya !" usir rama yang sudah nampak sangat emosi.


Nampak nya rama harus sedikit waspada kepada alika, alika tidak pernah bisa di beri tahu dengan cara lembut.


" apa salah gue ram ? Gue cuma mau lo balik sama gue !, "


" balik apa ? Saya dan lo nggak pernah terlibat hubungan apapun ! Jangan berbicara seolah - olah lo adalah korban !" potong rama dengan cepat. Alika bungkam. Alika malah tanpa sadar membocorkan rahasia nya yang sudah berbohong kepada aya mengenai status nya dengan rama. Tapi saat ia melirik aya, alika sempat tercengang, karena aya tidak menunjukkan ekspresi apapun. Sorot mata nya nampak lembut seperti biasa.

__ADS_1


Alika bertanya - tanya lagi dalam hati, apakah aya sebenarnya sudah tahu jika ia berbohong ? Apakah aya memang tidak memiliki rencana untuk membantu nya ? Mengingat pemikiran nya sendiri, membuat alika mengepalkan tangan nya erat. Nampak nya aya tidak sesederhana yang ia duga.


" kenapa ra ? Gue kaya , gue cantik dan seksi. Banyak pria di luar negeri sana yang mengejar ku! Tapi kenapa lo bahkan nggak suka sama gue ! " teriak alika frustasi. Rama hanya mencibir sedangkan aya sedari rama datang memang tidak mengeluarkan suara apapun.


Beruntung suasana kampus sudah sangat sepi, jika tidak, maka dapat di pastikan akan menjadi tontonan warga kampus.


" cih, lalu kenapa kalau lo kaya ? Jangan mentang - mentang lo kaya dan saya miskin, lo bisa seenaknya mengejar saya !" geram rama. Sebenar nya rama sempat kebingungan harus menjawab apa. Jika alika merasa superior dengan kecantikan nya, lalu kenapa ia malah bersikeras untuk mengejar rama ?.


" gue nggak akan lepasin lo ram, lo harus jai milik gue, " sumpah alika. Wajah nya sudah memerah entah malu atau marah. Rama hanya berdecih jijik melihat kelakuan alika.


" ayo kita pergi, sayang " isik rama di akhir kalimat nya. Rama nampak menuntun aya untuk meninggalkan alika yang masih mencak - mencak di taman,


' lo lihat aja ram, gue bakal pastiin lo jadi ilik gue, "


"cuma anak miskin aja lo belagu selalu nolak gue !"


Alika memiliki kecurigaan kepada rama dan aya. Dan memutuskan untuk menyelidiki nya terlebih dahulu.


💨💨💨


" mas nggak apa ?" tanya aya begitu kedua nya sampai mansion. Rama memutuskan untuk tidak kembali ke kantor. Ia sempat menghubungi aric dan mengatakan jika ia memiliki urusan.


" mas yang harus nya nanya begitu sayang, kamu nggak apa - apa ? Calon anak - anak mas nggak kaget kan dengar kejadian tadi ?" tanya rama langsung berjongkok di depan perut aya dan mencium nya.


Aya terkekeh, ia mengusap lembut rambut rama yang tersisir rapi. Aya dapat melihat sebahagia apa rama menanti kedua anak mereka.


" mereka nggak rewel kok, cuma aya nggak habis pikir aja sama kak lika, " jawab aya.


" kenapa, sayang ?" tanya rama.

__ADS_1


" jika ia tahu mas miskin, lalu untuk apa dia selalu ngejar - ngejar mas ?" tanya aya bingung. Rama terkekeh melihat wajah kebingungan aya.


" yaaa, mas kan ganteng " ucap rama sambil menyombongkan diri. Aya memicingkan mata nya menatap tajam sang suai. Rama malah semakin tertawa.


" ha ha ha , hanya bercanda sayang hmmmm, mungkin dia cuma sedikit terobsesi."


" ya mas akui, memang banyak pria yang mengejar nya dulu bahkan saat di SMP. Dan hanya mas serta ke empat sahabat mas yang nampak biasa. Bahkan mas yang selalu nolak dia, " jelas rama.


" jika kamu d hadapkan di saat banyak orang yang mengejar mu, mengagumi mu, tapi malah ada 1 orang yang napak biasa terkesan paling rendah status nya mengabaikan mu, bukan kah itu akan menjadikanmu penasaran terhadap nya ?" lanjut rama. Aya hanya mengangguk - angguk setuju.


" enggak ah, aya mah biasa aja, " ledek aya. Rama hanya mendengus pelan.


" ngga semua orang berpikir seperti mu, sayang. " rama mencubit hidung aya gemas.


Kedua nya kini tengah berbaring di ranjang mereka tanpa mengganti pakaian mereka terlebih dahulu.


" yang mas dengar dari penyelidikan zul, alika terbiasa dengan kehidupan manja dari kecil. Ayah dan ibu nya sudah lama bercerai, sang ayah kurang memperhatikan dia, hanya memberikan materi yang berlimpah. Setiap ada masalah, ayah nya selalu membela nya, menyelesaikan nya dengan uang. Jadi ia selalu terbiasa membanggakan diri nya sendiri dan terlalu percaya diri, " jelas rama.


" jadi maksud mas, dia kurang pembimbingan orang tua ?" tanya aya.


" hmmm, ya sebenar nya tergantung pola pikir masing - masing sih, bukti nya, mas nggak seperti itu, " ucap rama memandang aya dengan sendu.


Aya yang tahu mengenai kesedihan suami nya segera memeluk erat rama dan menenggelamkan wajah nya di dada rama.


" aya bangga sama mas, aya berterima kasih sama bunda mas, bunda mas berhasil mendidik mas sampai mas selalu menjadi orang yang rendah diri meski ada banyak harta di tangan mas yang bisa mas pamerin, " ucap aya tulus. Rama tersenyum dalam diam.


Di hati nya ia memang sangat berterima kasih kepada ajaran yang mendiang bunda nya berikan.


' terima kasih bun, rama sayang bunda. Rama bisa menemukan kebahagiaan rama di sini. Istirahat lah dengan tenang ' batin rama

__ADS_1


__ADS_2