Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
89


__ADS_3

3 bulan berlalu begitu cepat.


Aya dan rama semakin lihai mengurus keperluan si kembar. Kedua nya bahu membahu untuk mengurusi buah hati mereka.


" mas, biar aya aja ih yang berisihin aqil, "


" nggak apa sayang, mas kan sekalian belajar,"


" hei, belajar kok udah yang kayak profesional begitu. Kalau ada yang lihat mah bisa ngira kalo mas rama tuh bukan pemilik MAHES, tapi petugas baby sitter profesional " cibir aya di balik kain cadar nya.


Rama hanya terkekeh dengan tangan yang cekatan menggantikan popok untuk aqil yang selesai mandi.


Sementara si cantik aqila kini tengah asyik dengan mainan baby bouncer nya.


" nggak apa dong sayang, " ucap rama sambil mencuci tangan nya setelah selesai memakaikan pakaian untuk si bungsu. Rama dengan hati - hati mengangkat aqil dan menggendong nya. Lihatlah, ia sangat menikmati peran sebagai papa muda.


" uhh, ganteng nya umma udah wangi, " aya mengambil alih aqil dari gendongan sang suami. Di kecup nya pipi aqil dengan sayang. Mata aya nampa berbinar. Ia masih begitu takjub dengan bayi tampa di tangan nya.


" kenapa malah sedih begitu ?" tanya Rama sambil merangkul pinggang aya. Aya menggeleng dan meletakkan aqil di samping sang kakak.


" aya nggak sedih, cuma terharu aja. Mereka sudah besar, padahal rasa nya baru kemarin mereka masih masuk di inkubator, " ucap aya sambil menyeka air mata nya.


Rama tersenyum lembut dan mengecup mata aya. Sejujur nya ia pun juga merasakan hal yang sama. Rasa nya baru kemarin ia melihat keadaan aya yang mengenaskan. Dan sekarang anak - anak nya sudah berusia 3 bulan.


Kampus memang tengah melakukan liburan setelah semester selama 3 bulan. Dan besok aya akan pergi ke kampus untuk mengurusi cuti kuliah nya terlebih dahulu.


Rama sempat ingin menyewa baby sitter untuk membantu aya mengurus si kembar, tetapi aya menolak. Aya lebih memilih merelakan satu tahun kuliah nya untuk mengurus si kembar. Nanti nya aya berencana untuk meminta istri pak malik, Rt di pemukiman nya untuk membantu mengawasi si kembar jika aya kembali masuk kuliah.


" terima kasih untuk semua nya, sayang " ucap rama dengan tulus. Diam - diam rama berterima kasih kepada leo yang menyerang nya. Karena dengan itu, rama bisa bertemu dengan aya. Memperistri bidadari seperti aya da akhir nya memiliki anak kembar yang semakin melengkapi kehidupan biduk rumah tangga kecil nya.


Aya hanya tersenyum dan memeluk balik rama. Kedua nya nampak bahagia melihat kedua anak mereka yang tengah bermain dengn bouncer nya

__ADS_1


...****************...


bersamaan dengan rama dan aya yang tengah bahagia dengan kehidupan baru nya sebagai orang tua baru, kini keluarga ardhana juga tengah mendatangi sebuah ruah yang suah di beli oleh ardhana untuk maya tinggal selama nanti kuliah di kota B.


Rumah tipe 45 dengan 2 lantai itu berkisar 800an juta. Ardhana sebenar nya merasa sakit kepala saat menyadari nominal yang harus ia keluarkan. Namun ia juga tidak tega jika nanti nya maya harus mengontrak tau malah kos. ia hanya tidak ingin anak gadis nya mendapat pengaruh buruk dengan lingkungan tempat tinggal nya tanpa ardhana sadari jika ternyata sifat maya tidak jauh beda dengan sang ibu yang sangat serakah dengan harta dan hanya mengincar pemuda yang kaya.


" nak, papa dan mama hanya bisa menemani mu dua hari di sini, apa tidak apa ?" tanya ardhana setelah acara pindahan maya selesai.


" tidak apa pa, maya akan baik - baik saja di sini, maya ka dah gede, " ucap maya sambil menggelayut manja kepada ardhana. Ardhana begitu menyayangi maya ia bahkan memberikan apa saja ang di minta oleh maya.


Mita terlihat membawa sebuah nampan dengan 3 cangkir berisi teh dan di sajikan di depan ardhana.


" teh nya mas, " tawar nya kepada ardhana. Ardhana menerima uluran teh yang mita berikan dan mulai menyeruputnya perlahan.


" ma, kita besok akan mengantar maya sebentar supaya kita tahu kampus nya, " ujar ardhana. Mita hanya tersenyum dan mengangguk.


Ketiga anggota keluarga itu begitu menikmati obrolan hangat. Seperti biaya, maya akan mengeluarkan jurus merayu nya kepada sang ayah untuk membelikan nya sebuah mobil untuk sarana nya ke kampus, dan lagi - lagi si turuti oleh ardhana.


...----------------...


" kamu yakin kamu ikut ke kampus, sayang ?" tanya rama kepada aya.


Saat ini rama tengah bersiap pergi ke kampus. Ia ingin mengajukan judul skripsi nya sekalian ingin mengurusi perijinan cuti aya.


Aya memutuskan untuk ikut rama, ia hanya ingin melihat suasana kampus setelah 3 tahun ia berada di dalam mansion. Tapi aya kemudian bimbang dengan si kembar. Tidak mungkin ia membawa nya dan lebih tidak mungkin lagi jika ia meninggalkan mereka berdua di rumah.


" tapi nanti si kembar ?" tanya aya dengan tatapan sendu nya. Ia tengah mengASIhi aqil setelah aqila sudah kenyang.


" mas bilang juga kita sewa baby sitter aja kan ?" ucap rama dengan lembut. Aya menggeleng kat - kuat.


" hmmmm, nggak mau a, aya mau belajar mengurus mereka, "

__ADS_1


" ya sudah, mas. Aya nggak jadi ikut lah " ucap aya sambil meringis tak enak kepada rama, karena sedari tadi rama masih menunggu nya dan tidak langsung berangkat ke kampus.


" ya udah, mendingan di rumah. Nanti mas janji ajak kalian jalan - jalan di taman komplek, " ucap rama sambil mengecup kening aya.


" hmm, bener ya ? Selama 3 bulan ini mereka kan cuma main di taman sekitar mansion, " ucap aya sambil menggoda aqil yang berada di gendongan nya. Bayi mungil itu nampak terkekeh melihat umma nya yang mengajak nya bercanda.


" eh eh, coba ini liat, si kecil udh mau merebut perhatian umma ? Hemmmmm, "ucap rama sambil menggelitik pelan perut bundar aqil.


Ehek ehek waaaaaaaaa owaaaaa owaaaa..


" ih si mas, seneng banget deh usilin anak nya, " sewot ara kepada rama saat aqil menangis dengan keusilan rama. Rama hanya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


' ada dendam apa nih bocah sama gue, ' pikir rama.


Aya dengan sigap segera menimang aqil. Rama hanya tertawa pelan karena bocah kecil itu nampak menyunggingkan senyuman mengejek kepada nya.


" ya udah mas berangkat ya, kalau ada apa - apa telpon mas, " pamit rama mengecup kembali kening aya dan pipi gembul aqil. Tak lupa ia juga menyarangkan ciuman sayang kepada aqila yang sudah terlelap di box nya.


" ati - ati mas, " ujar aya.


...****************...


Rama, aric dan yang lain datang ke kampus secara bersamaan, kali ini rama tidak lagi menggnakan mobil milik aya. Ia memilih memakai cullinan nya. Toh warga kampus sudah tahu siapa diri nya. Kecuali para mahasiswa angkatan baru.


VROOMMM... VROMMM VROMMMA


gerungan mobil memenuhi parkiran khusus jurusan bisnis dan management.


Sontak saja kedatangan rama tetap memantik kekaguman dari smua warga kampus. Satu persatu rama dan yang lain mulai turun dan branjak menuju kantor dosen tanpa memerhatikan jika mereka sudah membuat gaduh para mahasiswa baru.


" waaahhh, ganteng banget.. Aku harus dapetin dia, "

__ADS_1


__ADS_2