Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
132


__ADS_3

Ardhana duduk di sofa ruang tamu setelah ia menyelesaikan makan nya. Ia begitu tercekik hanya dengan melihat mita dan maya yang makan dengan santai dan tanpa merasakan rasa bersalah.


Memang, ini semua salah nya di masa lalu. jika saja ia bisa peka dengan keadaan sekitar, setidak nya saat ada serigala yang sedang mengancam hubungan pernikahan nya dengan laksmi, maka ia tidak akan mengalami penyesalan seperti ini. Jug ia tidak akan kehilangan sang istri yang sudah menemani nya sedari nol.


Sungguh, memang benar. Penyesalan itu ada di akhir.


Ardhana nampak termenung di sofa nya, sesaat setelah ia sadar jika mita dan maya duduk di sofa dekat nya, ia mengalihkan pandangan nya kepada mereka berdua dan mulai meraih koran di meja.


Ia sangat terlihat sangat menekan amarah dan emosi nya begitu ia mulai melihat mita dan maya lagi di hadapan nya.


...****************...


" mita, ...


... Maya anak siapa ?"


DEG


Pertanyaan singkat dari mulut ardhana, membuat mita dan maya layak nya tersambar ptir di malam hari ini.


Pikiran mita setidak nya kosong dalam beberapa menit. Ia sama sekali tidak ingin mempercayaoi pendengaran nya kali ini.


Samar - samar ia melirik ardhna, yang nampak tenang di hadapan nya. Tetapi ia bisa melihat dengan jels, rat - uurat menegang di sekitr leher dan dahi ardhana.


Mita tidak bisa berpikir dengan jernih kala ini. Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin ia ketahui jawaban nya.


Apa yang terjadi saat ini ?


Apa yang di ucapkan oleh ardhana ?

__ADS_1


Bagaimana ardhana bisa tahu tentang ini ?


Apa yang harus ia lakukan ?


Maya tak jauh berbeda siuasi nya. Ia bahkan menatap linglung ke arah sang ardhana. Pria penyayang yang selama hidup nya ia kenal sebagai ayah nya sebelum ia mengetahui sebuah fakta yag sangat menyakitkan jika sebenar nya ardhana bukan lah ayah kandung nya.


Tapi, bagaimana sang ayah nya ini bisa mengetahui nya juga ? Maya tiba - tiba merasa sgat ketakutan sekarang. Berbagai pikiran melintas liar di otak nya.


Apa yang akan ia lakukan jika ardhana memang benar - benar mengetahui jika ia memang bukan anak nya?


Apakah ia masih bisa menikmati kehidupan mewah seperti dulu lagi /


Apakah ia masih bisa bermanja kepada pria paruh baya penyayang ini?


" mak.. Maksud mas apa sih ? Ha ha .. Tentu saja maya adalah anak mas dong, kenapa mas bisa nanya kayak gini ?" jawab mita dengan sedikit gugup dan canggung.


Ardhana menurunkan koran yang ia gunakan hanya sebagai kamuflase atas rasa amarah nya. Ia menatap tajam ke arah mita. Menatap dengan lekat. Menelisik dengan teliti.


" mita .. "


Panggilan ardhana terjeda. Pria paruh baya itu terlihat menghela nafas kasar sebelum ia meneruskan ucapan nya. Jjak ketidak percayaan terlintas di sorot mata nya yang nampak meredup, tetapi bukti yaang nyata jelas sudah ia lihat bukan ?


" .. Kamu tahu, sejak menjalin hubungan dengan mu kala di bangku SMP, aku begitu mengagumi karaktermu kala itu, "


" kamu lembut, pemalu, jujur dan .. Polos."


" aku bahkan begitu yakin jika nanti nya saat kita dewasa, aku akan memperjuangkan mu, memperbaiki kondisi kehidupan ku agar aku bisa menjadi sukses dan kaya dan akhir nya meminang mu. Heh, pemikiran ku saat masih di bangku SMP begitu naif kan ?"


Ardhana menghentikan ucapan nya dan menatap ke arah mita yang hanya menunduk.

__ADS_1


" tapi, semua angan ku pupus. Kala kamu berubah sedikit demi sedikit. Citra lembut dan polos mu perlahan terkikis saat kamu sudah mulai mengenal budaya kota. Kepribadian jujur mu berubah menjadi kesan yang sombong dan egois. Hingga akhir nya kamu memilih untuk meninggalkan ku, putus dengan ku, "


" kala it, rasa nya hidup ku runtuh, semangat untuk menjadi sukses di hati ku sempat hilang tertiup angin. Aku merasa terpuruk, dan kehilangan semangat. Yaahh, kala itu memang aku baru pertama kali mengalami jatuh cinta, dan perasaan ku kepada mu memang sudah seserius itu, "


Ardhana kembali menghentikan cerita nya, mata nya tidak pernah terlepas untuk melihat ke arah mita.


Mita sendiri semakin memilin jari nya, ia tentu saja ingat kala itu. Ardhana muda memang begitu polos, meski saat itu ia sempat menyukai laki - laki itu, ia dengan cepat berpaling karena memang mengenal pemuda lain yang cukup playboy dan tentu saja .. Kaya.


Mita muda yang mudah di iming - imingi dan terpengaruh, tentu saja dengan mudah menentukan batasan nya dalam memilih kehidupan dan pasangan untuk nya.


Ia memang sudah yatim piatu, ia tinggal dengan keluarga bibi nya yang memperlakukan nya sebagai pembantu. Perasaan tertekan tentu saja tumbuh di hati nya. Mendapatkan perhatian kecil dari ardhana muda sedikit menyembuhkan perasaan nya.


Tapi, begitu ia mengenal uang, mengenal hiburan di luaran sana, ia seakan terlena dengan keadaan. Di tambah ada yang menyokong untuk menikmati semua al baru yang ia lihat, ia segera dengan mudah melupakan perasaan tulus nya kepada ardhana dan menarik batas tinggi dengan pemuda saleh itu.


Saat itu, ia meninggalkan ardhana, memilih bersama dengan tema - teman kaya nya dan di bawa pergi dari desa ardhana tinggal.


Setelah itu, ia dan ardhana putus kontak, ardhana sama sekali tidak mengetahui keadaan nya begitu juga sebalik ya. Apapun itu, mita sama sekali tidak perduli.


Ardhana menatap mita begitu lama, sebelum ia kembali melanjutkan kata - kata nya.


" saat itu, kamu datang dengan tangisan saat melihat ku, istri ku iba dan menempatkan mu di samping ku mengingat kita yang dulu pernah dekat tanpa menaruh sedikit pun rasa curiga, "


" aku juga dengan bodoh nya begitu terlena dengan pertemuan kita. Kehidupan bersama istri ku yang hanya lurus, membuatku tergoda dengan sikap manja dan polos mu sama saat kita pacaran dulu, "


" aku begitu terlena, sampai - sampai aku ingin membunuh diri ku sendiri, kenapa aku tergoda dengan mu? Kenapa aku tidak tahu jika sikap suram istri ku saat itu adalah karena efek kehamilan nya yang ke dua !!"


DEG


Mata mita kembali melebar. Ar.. Ardhana tahu jika saat itu laksmi tengah hami ? bagaimana bisa ? Bukan nya laksmi saja beru mengetahui saat ia di bawa ke rumah sakit karena dorongan nya ?

__ADS_1


Sejauh apa ardhana mengetahui nya ? Apa akah ia juga tahu jika ia lah yang sudah menyebabkan kehamilan itu hilang ?


" KENAPA KAMU TEGA MELAKUKAN INI SEMUA ? KENAPA KAMU TEGA MEMBUNUH ANAK DAN ISTRI KU ... !"


__ADS_2