
" ikuti kata hati lo, dan ku rasa memang aya benar, ia pasti tahu bagaimana baik .... "
BZZZZTTTT BZZZZTTTT BZZZZT
DEG
Dengungan alarm honey bee di jam tangan rama memotong ucapan aric. Mata rama membola dan seketika tubuh nya bergetar gemetar.
Aric pun tak kalah kaget dan langsung merasa cemas. Mereka tahu apa itu !.
Rama memandang aric dan langsung beranjak dari kursi kebesaran nya di susul oleh aric.
Tanpa suara mereka berdua setengah berlari menuju lift. Aric dengan sigap memencet tombol B1 di mana mobil mereka berada.
" katakan sama gue ric, aya dan si kembar tidak akan kenapa - napa, " ucap rama nampak gugup.
" tenang, mengingat pak nardi yang tidak menghubungi kita, gue yakin tidak ada yang terjadi. Hanya saja aya pasti sedang melakukan sesuatu yang cukup nekat. Lo tahu sendiri kan, istri lo sedikit bar bar," ucap aric menenangkan rama.
Rama tak mengindahkan ucapan aric. Begitu mereka memasuki mobil, tangan - tangan nya dengan cekatan segera meraih laptop dan mengutak atik nya. Rama mencoba menghubungkan koneksi dengan mini cctv yang terpasang di bros milik aya.
" ***** mereka masuk mansion !" geram rama begitu ia melihat rekaman cctv dari awal mita dan maya memasuki ruang tamu dan bertatap muka dengan aya.
Aric hanya melirik sekilas lalu ia kembali fokus ke kemudi nya.. Ia sudah menebak jika istri dari bos nya ini memang sedikit menyukai suasana menegangkan setelah kejadian ALIKA dulu.
" kenapa nggak langsung tekan tombol nya sih, " gumam rama yang gemas dengan kelakuan sang istri.
' dasar umma nakal, liat saja nanti malam, ' seringai mesum rama saat membayangkan hukuman yang akan di berikan kepada aya karena kenekatan nya ini.
Sementara di mansion
HATSYIIII~
" alhamdulillah, " gumam aya.
' kok perasaan aku nggak enak ya, ' batin nya.
__ADS_1
' apa jangan - jangan mas sudah mengecek cctv mini ini ya, ' lanjut nya sambil bergidik saat menatap bros di dada kiri nya.
...****************...
" nggak apa - apa kan si aya ?" tanya aric saat berada di lampu merah.
" hmm, seperti nya aya ingin melihat dan mendengar apa yang akan mereka katakan, " cibir rama sambil terus menatap ke layar laptop nya.
Aric juga ikut mencondongkan tubuh nya untuk melihat tampilan cctv itu. Ia berdecak saat mendengar apa yang di bual kan oleh mita.
" mereka pikir jika kita bodoh, " hina rama yang sudah muak dengan kelakuan wanita penyihir itu.
" seperti nya tak cukup ayah lo yang di main kan, ia kini merubah target nya jadi lo, " aric memberi sahutan.
" tak tanggung - tanggung, lo mau di nikahin sama anak nya, " aric menggelengkan kepala nya.
Mobil mulai berjalan kembali, jara menuju ke komplek memang sudah dekat.
" lalu bagaimana ? Lo mau langsung hubungi ayah lo ?" tanya aric saat melihat rama yang tidak member respon atas pertanyaan nya.
...****************...
Sementara itu di ibukota.
BRAAKKK
" BAGAIMANA BISA TERJADI PENURUNAN BEGITU BANYAK ?! BAGAIMANA PIHAK PRODUKSI MEMERIKSA KUALITAS BARANG - BARANG KITA ?!" ruang rapat kembali menegang saat sang pemilik perusahaan mengamuk. Turun nya pemesanan dan banyak nya komplain karena barang yang tidak layak silih berganti datang. Membuat pendapatan perusahaan semakin menurun.
Para pemimpin bagian hanya bisa menundukkan kepala mereka karena mereka pun juga merasa bingung saat ini. Muncul nya perusahaan baru yang memberikan inovasi dan juga bahan yang lebih berkualitas dalam produk mereka tentu nya berdampak kepada produk perusahaan.
Ardhan kitchen set tidak berani mengambil resiko dengan memberikan inovasi karena kekurangan modal dan banyak yang menarik investasi di perusahaan membuat rantai modal sedikit tersendat.
Ardhana nampak mengurut pelipis nya, kening nya nampak berdenyut. Pikiran nya kembali semrawut memikirkan perusahaan nya yang semakin menurun.
Saat - saat seperti ini, ia malah mengingat mendiang istri pertama nya. Yang pasti nya akan dengan senang hati memberikan solusi kepada nya.
__ADS_1
Ardhana menyalahkan diri nya sendiri. Hanya kareena obsesi nya memiliki seorang putri saat keadaan rahim sang istri yang tidak baik - baik saja membuat nya berani berkhianat kepada bunda rama.
Ardhana akhir nya menyudahi rapat yang semakin membuatnya pusing itu. Ia di ikuti dengan sekertaris nya memasuki ruang kerja nya.
Sang sekertaris, pak tanu segera membuatkan secangkir kopi dan berpamitan keluar menuju ruangan nya sendiri.
Di dalam kesendirian nya, ardhana kembali teringat sosok laksmi. Ia mengingat dengan jelas awal awal mereka mendirikan perusahaan ini. Berbagai ide - ide menyegarkan selalu muncul di kepala sang istri. Membuat nya sedikit rendah hati karena kecerdasan sang istri.
Maklum, ardhana hanya dari keluarga yang biasa saja, tidak seperti keluarga MAHESWARI, keluarga Laksmi yang merupakan keluarga berada. Tapi ia cukup beruntung karena laksmi menyukai nya dan akhir nya mereka menikah hingga memiliki rama.
Kehidupan pernikahan mereka begitu bahagia hingga akhir nya badai masuk.
Sosok mita yan merupakan mantan kekasih saat berada di bangku SMP tiba - tiba hadir dan membutuhkan pekerjaan. Laksmi yang memnag tidak memiliki kecurigaan apa pun, segera menerima sosok lemah di hadapan nya. Menempatkan nya di samping sang suami sebagai sekertaris karena memang wanita itu lulusan administrasi perkantoran.
Tidak pernah menyangka, jika tujuan mita adalah menggoda sang suami, hingga benih - benih cinta akhir nya tumbuh kembali.
Di tunjang keadaan laksmi yang mendadak menjadi sering sakit - sakit an, membuat rencana seorang mita berhasil.
Puncak nya saat sang istri akhirnya memergoki nya tengah bercumbu dengan mita.
Laksmi tidak marah, ia hanya diam dan meneteskan air mata yang banyak, ardhana yang memang sudah terlanjur gelap mata, sama sekali tidak mengindahkan kesedihan laksmi. Apalagi saat mita mengatakan jika ia tengah hamil dan berjenis kelamin perempuan, sesuatu yang sangat di idam - idam kan oleh ardhana.
Rumah tangga yang awal nya di penuhi dengan kebahagian, berubah drastis. laksmi memilih untuk keluar dari perusahaan, guna menghindari suami nya dan lebih mencurahkan perhatian nya kepada sang putra yang masih kecil.
Hingga hampir 11 tahun laksmi memendam semua tanpa rama ketahui kebenaran mengenai sang ayah yang juga semakin menjauh dari nya.
Hingga rama akhir nya memergoki nya sendiri.
Ardhana nampak mengusap kasar wajah nya. Guratan penyesalan terlihat di wajah nya
'laksmi, maafkan aku. Kemarin aku melihat putra kita, seperti nya kehidupan nya jauh lebih baik daripada saat berada di rumah kita, ' batin ardhana saat mengingat pertemuan nya dengan ram adi parkiran supermarket kala itu.
TRING
Terdengar notifikasi dari ponsel nya,
__ADS_1
DEG