Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
102


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, keadaan hening. Tak lama kemudian zul nampak menghela afas kasar dan namak melihat ke arah Rama. Antara ingin bicara atau tidak.


" kenapa ?" tanya rama uang ternyata peka ika ia tengah di tatap oleh zul.


" bos, gue uda dapat informasi. Dan lo pasti nggak akan nyangka ini ... " ucap zul sok misterius.


Ucapan zul membuat rama, zain, revan dan aric menegakkan punggung mereka. sementara para gadis nampak acuh karena mereka tahu jika ini bukan lah ranah mereka untuk tahu.


" kenapa ?" tanya rama datar. Zul menyodorkan laptop nya yang langsung di kerubuti oleh rama dan yang lain. Tidak ada rahasia di antara rama dan ke empat sahabat nya ini. Kecuali mengenai aya tentu nya.


Alis rama nampak mengerut tidak senang, ia langsung menjauhkan diri nya dari laptop dan menatap zul lekat.


" periksa ebih detail, sampai asal usul peria itu, gue akan periksa lagi bareng sama aya" titah rama dingin. Zul menelan ludah nya kelat mendengar keputusan rama. Bos nya ini akan memberi tahu kakak ipar ?


" kenapa? Aya sudah tahu semua nya, dan gue rasa hal ini ia juga harus tahu, gue cuma nggak mau wanita tua itu menyerang aya dna aya tidak tahu akan musuh nya, " ucap rama dingin.


Mata rama melirik ke arah pintu masuk kantin, di mana ada segerombol mahasiswa baru yang tadi pagi mencari masalah dengan nya berada. Rama menatap dengan penuh arti dan di ikuti oleh yang lain meskipun secara sembunyi - sembunyi.


' jangan ambil langkah apapun, tetapi kalian wajib mengetatkan penjagaan. Terutama di mansion. Gue nggak mau SAMPAI KECOLONGAN lagi !" tekan rama tegas.


Ke empat nya mengangguk paham. Tidak ada tingkah konyol revan dan zain jika rama sedang mode serius seperti ini. Bahkan para gadis pun memilih untuk menunda pamitan mereka saat melihat rama tengah serius.


' hah, entah balas dendam apa yang akan rama lakukan, jangan sampai aya terseret lagi dan akan membuat rama mengamuk dan mengacak - acak ibu kota ' batin aric menatap khawatir ke arah rama yang kembali menatap ponsel nya.


...****************...


" apa kita akan menunggu mereka, may ?" tanya nina yang namak nya sudah mulai bosan karena mereka sedari tadi sudah menunggu selama hampir 2 jam.

__ADS_1


" hmmm, gue belom bawa mobil sendiri karena tadi papa ku pakai buat ke bandara, jadi gue pengen pake mobil lo buat ikutin kak rama, " jawab maya sambil mengarahkan jari telunjuk nya kepada nina.


Nina yang di tunjuk hanya bisa menghela nafas pasrah. Karena ia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk membantah ucapan maya.


" gue pengen tahu rumah kak rama, agar mudah untuk menemui dan merayu nya " binar gembira nampak terlintas di mata maya.


Ketiga teman nya hanya terdiam saat mendengar rencana maya. Sudah biasa bagi maya untuk berbuat nekat jika ada yang di ingini nya.


Tak berapa lama kemudian, maya dan geng nya melihat gerombolan rama berjalan menuju keluar kantin. Maya bahkan bisa melihat dengan jelas rupa gadis - gadis yang tadi berdekatan dengan geng rama.


" cis, masih cantik gue, " desis maya. Meski dalam hati nya ia mengakui jika rupa ketiga wajah gadis - gadis itu lebih antik dari pada diri nya. Tapi tetap saja gengsi dan iri jelas menguasai nya sehingga ia tidak aka pernah mengakui nya.


Ketiga teman maya yang mendengar hanya saling berpandangan heran. Jelas - jelas jika rupa maya tidak ada bandingan nya dengan salah satu dari tiga gadis itu. Sekali lagi mereka hanya bisa menghela nafas pasrah. Suka hati lo lah, may !.


Sementara itu di pihak rama.


" hmm, saya nitip eskrim mag**m white almond sekotak untuk umma si kembar, " jawab rama dnegan wajah datar.


" ayayay kapten " serentak tiga gadis dengan sikap hormat.


Mira rani dan acha tidak lupa untuk berpamitan kepada masing - masing kekasih.


" pakai mobil aku, beb. Nanti biar obil kamu tetap di kampus. Kalian bareng - bareng aja ke mansion nya, " ucap aric sambil mengelus rambut mira lembut dan menyerahkan kunci pa**ro milik nya.


"hmmm. Siap deh " jawab mira.


" black card nya mau nambah lagi nggak ?" tawar zul ke rani.

__ADS_1


" no, hari ini kami sepakat buat morotin kak rama. Kapan lagi kita di kasih black card dia, " bisik rani ke zul yang di tanggapi kekehan oleh zul.


" jangan nakal, hmm" zain memberi wanti - wanti kepada pacar kalem tapi rusuh nya ini.


" ish, siapa yang nakal ? Kakak kan yang sering senyum - senyum nggak jelas " sengit acha yang tidak terima dengan tuduhan main - main zain.


" woyyy, buruan sono berangkat ! Pamitan aja sampai ngalangin jalan orang ! " sewot revan yang berada di samping rama, memperhatikan drama picisan yang berada tepat di pintu menuju kantin.


" IRI BILANG BOSS " Sengak ke tiga gadis sahabat aya sambil menjulurkan lidah mereka kemudian segera beranjak pergi sebelum revan membalas aksi mereka.


" ck ck ck, emang cuma kakak ipar doang yang waras " revan menggelengkan kepala nya perlahan mlihat tingkah para kekasih kakak - kakak nya.


" bukan kah mereka juga calon kakak ipar kamu, evan " tanggap ama dnegan suara datar nya yang seketika langsung membuat revan terdiam dan menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal


' gawat.. Benar juga kata bang rama ' batin fahmi.


...----------------...


setelah drama pamitan antara arc, zain zul dengan para kekasihnya. Kini sesuai rencana awal, rama dna aric akan menuju ke kantor dengan berbarengan. Sementara zain, zul, dan revan menuju markas BLACK KING yang berubah menjadi perusahaan keamanan aak cabang dari MAHES MOTO.


" mau langsung ke kantor, bos ?" tanya aric sebelum menjalankan mobil rama.


" hmm, nanti pesan makan aja buat di kantor, " jawab rama sambil memejamkan mata nya. Sedikit mengistirahatkan mata yang sedari malam kurang tidur karena olahraga nya dengan umma si kembar. Teringat dnegan kegiatan olahraga nya, membuat rama menyunggingkan sedikit senyuman nya. Apalagi saat mengingat wajah aya yan masih saja malu - malu padahal sudah ada si kembar di antara mereka. Umma si kembar ini, ahh memikirkan aya, membuat rama ingin segera kembali pulang saja.


" lo kenapa ?" tanya aric yang penasaran dengan tampang rama yang senyum - senyum sendiri.


" hm, tidak ada " jawab rama membuka mata dan mengembalikan ekspresi datar nya, membuat aric hanya bisa menggelengkan kepala nya. Mencoba menebak apa yang membuat suasana hati sang bos berubah begit cepat. Pasti lah tidak jauh dari aya dan si kembar.

__ADS_1


" perhatikan belakang, ada yang mengikuti .. "


__ADS_2