Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
44


__ADS_3

Jam pertama kuliah aya di hari pertama sudah selesai. Beberapa murid nampak berhamburan keluar. Bergerombol untuk saling berkenalan lebih lanjut atau sekedar pergi bersama menuju ke kantin.


" eh .. Eh mau ke kantin sekarang ?" ajak rani yang selalu nampak full power itu.


" ehhmm, aku masih nunggu saudara ku sih, " ringis aya. Sontak alis ketiga teman nya terangkat sebelah.


" saudara ? Lo punya sodara yang juga kuliah di sini ?" tanya mira dengan segala rasa penasaran nya. Aya hanya mengangguk kecil/


" waaahhh, sama kayak mira. Siapa ? Nama nya siapa ya ? Fakultas apa ? Angkatan ke berapa ? " tanya rani bertubi - tubi tapa jeda.


" satu - satu, oneng " acha menoyor pelan kening rani. Rani hanya meringis sedangkan mira nampak berdecih mengejek rani.


" semester 3 fakultas kedokteran, rani " jawab aya dengan lembut seperti biasa.


" waaaahhhh kedokteran, hebatt" sorak rani.


" kayak kak revan, si cupu yang kejam dari BLACK KING " sambung nya agak pelan.


" siapa itu ?" tanya aya pura - pura tidak tahu.


" isshh,, itu loh aya ku, kan tadi aku udah cerita soal anggota inti termuda di BLACK KING. Nama nya revanno abbas, anggota termuda dan memilih mengambil fakultas kedokteran, " sahut mira kembali nyinyir.


" benar - benar. Doi kata ya berpenampilan cupu dan misterius. Tapi k empat anggota inti sangat sayang kepada nya. Bahkan nih kata nya doi yang paling terkejam kalo lagi berantem sama anak - anak jalanan lain nya, " sambar rani menimpali ucapan mira.


" heemmm benar - benar, sodara lo nama nya siapa ya ?" tanya mira.


" ehh .. Nama nya .... "


" assalamualaikum kakak ip .... Ups , kakak sepupu "


Sebelum aya meneruskan kata - kata nya, sebuah suara menginterupsi perbincangan mereka berempat dan membuat atensi ke empat nya beralih kepada sang sumber suara.


Mata rani, mira bahkan acha sudah akan melompat keluar begitu mereka melihat siapa yang datang dan memanggil kakak sepupu kepada aya.


Sedangkan aya hanya tersenyum canggung da sesekali menggelengkan kepala melihat ekspresi terkejut dari para sahabat baru nya.

__ADS_1


Ketiga nya masih dalam keadaan cengo alias shock. Berulang kali menolehkan ke arah sumber suara dan aya bergantian.


Sedangkan sang sumber suara hanya menatap datar dan juga dengan raut kebingungan melihat tingkah para adis yang di sinyalir sebagai teman - teman kakak ipar nya itu.


' AYAAAAAAAAA.... KENAPA NGGAK NGOMONG KALO SODARA LO ITU SI CUPU TERKEJAAAAMMMMM !!!!! '


Begitulah mungkin teriakkan hati para sahabat aya di dalam keterkejutan mereka.


💨💨💨


Di kantin kampus. Rama sudah duduk bersama dengan aric, dan juga zul. Menyusul zain yang memilih ke kampus setelah pekerjaan nya tadi selesai. Ia tidak ingin melewatkan hari pertama kuliah kakak ipar / nyonya bos nya itu.


Di depan masing - masing personil sudah ada mangkok bakso dengan kuah yang mengepulkan panas. Bahkan rama sudah memesankan menu yang sama untuk sang istri dan juga untuk revan saat revan mengetikkan pesan jika mereka sedang berada di perjalanan menuju kantin.


" bagaimana nyonya bos ?" tanya aric, sesaat sebelum mulai menyendokkan makanan ke mulut nya meski harus meringis karena kepanasan.


" sokor, tungguin dulu kek, sampe si revan sama nyonya bos sampai, " ejek zul menertawakan ketidaksabaran seorang aric yang biasa nya terkenal dengan kalem itu. Rupa nya efek kelaparan begitu nyata.


" laper, " jawab singkat aric. Namun ia berhenti memaksakan lidah nya untuk merasakan nikmatnya bakso di hadapan nya. Sebagai ganti nya aric meraih lemper yang berada di depan rama.


" lo yakin bakal bawa aya buat duduk bareng kita ?" tanya zul. Zai ikut mengangguk.


" hmm, " jawab rama singkat.


" nanti kalau ada yang curiga ?" tanya zain yang terlihat khawatir.


" tenang saja, " jawab rama begit santai. Meskipun sebenar nya ia juga merasa gelisah mengenai hal ini. Tapi ia juga tidak ingin berpisah dengan sang istri. Ia ingin tetap memantau keadaan sang istri tanpa harus sembunyi - sembunyi.


" lo harus hati - hati bos, alika sudah kembali. Bukan tidak mungkin boch manja itu akan melakukan segala cara buat dapetin lo, " peringat aric serius.


Rama terdiam tapi tetap memperhatikan peringatan aric. Mungkin jika hanya leo, ia masih akan bisa membereskan nya. Tapi ini alika. Gadis dengan tipu muslihat nan licik, ayah nya pun cukup berduit dan terkenal selalu memanjakan kehendak sang anak.


" sebentar lagi kita akan magang, bos. Nyonya bos hanya akan ada revan yang melindungi nya, " sahut zul.


" gue akan menempatkan beberapa anggota elit kita dan akan memesan honey bee dari myra untuk melindung aya sementara, " kekeuh rama.

__ADS_1


ketiga nya saling berpandangan. Rupa nya bos nya ini memang sudah menyiapkan sebuah rencana untuk aya.


" bukankah ketua pasukan red eagle milik myra juga berada di kampus kita ?" celetuk aric tiba - tiba.


Rama menatap aric lama dan menepuk jadi nya pelan. Ia baru ingat jia bocah yang sering di panggil bajin*an kecil oleh gery dan myra berada di kota ini bahkan d kampus mereka.


" gue hampir lupa. bocah Fahmi dan darren mengikuti pertukaran mahasiswa antar kota untuk waktu setengah tahun ini, " ujar zain juga.


Senyum rama terbit begitu tipis begitu ia mengingat keberadaan fahmi yang memang ia tahu kemampuan nya. Bocah setahun lebih tua dari revan itu sudah menjadi ketua keamanan khusus pemilik KONDOU Inc yang tak lain adalah sahabat nya, myra.


" nanti gue coba bilang sama myra buat minta bantuan fahmi, anak itu hanya akan menuruti apa kata kakak nya itu, " kata rama sambil mendengus jika mengingat bocah itu pernah berantem manja dengan nya.


" hmmmm, benar, bocah itu sangat luar biasa, " setuju zain.


Rama menyunggingkan senyum nya sekali lagi saat membayangkan wajah snag istri. Rama semakin mencintai istri kecil nya itu.


" hai babe, waaahh kamu bahkan sudah memesankan makanan kesukaan ku, kamu nungguin aku yaaa ..... "


💨💨💨


Keheningan di rasakan aya sekarang ini saat ke tiga teman nya masih menatap intens ke arah revan yang hanya berdiri datar setelah menyapa aya. Tentu saja senyum dan keramahan revan hanyalah berlaku untuk aya dan ke empat saudara nya yang lain.


Jika berada di hadapan orang lain, maka revan akan memasang wajah stelan pabrik, datar.


" ja .. Jadi .. Sodara lo itu si kej ... Ups kakak senior revano abbas ?" tanya mira yang hampir keceplosan menyebut ' si kejam cupu ' memecah keheningan di antara mereka.


" hmmm, ya begitulah, tadi aku mau jawab tapi malah udah datang aja, " jawab aya.


" kira - kira doi denger nggak ya apa yang kita omongin tadi ?" bisik rani yang sesekali nampak melirik takut ke arah revan yang tengah bersandar manja di meja samping aya dan cs nya sambil mengetikkan sesuatu di ponsel nya.


" dia baik kok, tenang aja, " kata aya menenangkan sahabat nya yang nampak ketakutan.


" gil** lo ya, ba .... "


" nah kakak ip ... Astagfirullah kepleset mulu ni mulut. Hmm kakak sepupu, yok ke kantin .... "

__ADS_1


__ADS_2