
Setelah beres membahas masalah magang, pembicaraan beralih pada pembahasan markas geng BLACK KING.
" ram, ada pergerakan dari leo, " ujar zul tiba - tiba.
Zul memang selalu memantau keamanan markas maupun perusahaan lewat laptop nya. Tentu keahlian nya ini di tunjang dan di dukung oleh peralatan dari sahabat jauh perempuan mereka, myra.
Zul nampak menyodorkan laptop nya ke arah rama dan di lihat oleh yang lain nya. Bahkan revan yang sedang asyik menggarap tugas nya langsung menghentikan ketikan nya begitu mendengar berita tentang leo.
" seperti nya leo sudah mengetahui tentang mu, dan juga ... Tentang kejadian mu dengan alika tai pagi, " jelas zul.
Pasalnya, sebenar nya zul dan juga yang lain nya sudah tahu jika leo menempatkan mata - mata di sekitar rama. Hanya saja rama memilih untuk membiarkan nya.
Dan yang tidak di ketahui oleh mata - mata leo adalah, ia sudah langsung kembali begitu kejadian rama dan alika saat di parkiran. Hingga ia tidak mengetahui kejadian di kantin dan aya tidak terekspos di telinga leo.
Rama menghela nafas nya kasar. Nampak nya ia harus menyelesaikan satu persatu di mulai dari leo terlebih dahulu. Alika masih belum tahu status aya yang sebenar nya, jadi mungkin masih aman.
" seperti nya dia akan menyiapkan pasukan nya untuk menyerang markas kita, " kata aric angkat bicara.
Zain mendengus mengejek. Dia tentu saja paham seberapa kekuatan yang di miliki oleh leo. Meskipun jumlah mereka lebih bnyak dari BLACK KING. Tapi mereka hanya lah preman ecek biasa. Tentu saja sangat jauh berbeda dengan anggota BLACK KING yang begitu terlatih.
" hmmmm, bang, apa aku yang harus turun tangan ?" tawar revan yang sudah mulai menggosok - gosok kedua tangan nya.
" hilih,, dasar bocil. Ngaku nya calon dokter hebat. Tapi demen banget sama baku hantam, " cibir zain ke pada revan. Revan hanya terkikik saja karena ucapan zain benar ada nya.
" tidak perlu, nanti gue yang akan menghadapi nya. Permusuhan ini harus segera di akhiri, gue juga ingin segera berhenti jadi ketua geng," ucap rama. Seketika suasana jadi hening.
Ada keterkejutan di hati ke empat sahabat rama. Mereka menduga jika ini semua pasti ada hubungan nya dengan nyonya bos mereka.
Akan ada kekhawatiran di diri rama jika ia terus berkecimpung di dunia geng motor yang rawan akan musuh. Belum lagi dengan posisi nya sebagai owner MAHES MOTO yang juga tak kalah mampu menarik perhatian saingan mereka. Setidak nya rama ingin meminimalisir musuh yang akan mengincar nya dan juga keluarga nya nanti.
Bagaimanapun juga mereka paham, mereka juga sudah mulai memasuki usia yang cukup bukan hanya sekedar untuk bermain geng geng an motor, suatu hari nanti mereka juga akan memiliki keluarga, orang yang akan mereka jaga. Sama hal nya seperti bos mereka.
" tapi bos, kapan lo akan berhe ... "
TOK TOK TOK
__ADS_1
" kita akan lanjutkan pembicaraan ini lain kali, gue hanya ingin menyelesaikan satu persatu terlebih dahulu, " titah rama yang di angguki mereka semua.
" oh iya zul, kirim orang untuk mengawasi pergerakan alika, gue sangat yakin jika dia tidak akan berhenti begitu saja, apalagi dia tahu jika aya adalah adik gue, "
" cukup awasi dari kejauhan dan laporkan gerak geriknya saja, jika perlu, selinapkan orang untuk memasang cctv di tempat tinggal nya " perintah rama kepada zul.
Zul dan yang lain tentu saja setuju dengan ucapan rama, tentu mereka juga tahu bagaimana tabiat alika.
" masukk .. " pekik rama.
CEKLEK
Nampak menyembul sebuah kepal berbalut jilbab panjang di gawang pintu yang terbuka sedikit. Lalu sebuah wajah tertutup kain cadar mulai memasuki visual semua yang berada dalam ruang kerja rama.
" mas, kakak - kakak, ayo sholat dulu, terus kita makan malam bareng, " suara lembut istri rama langsung menerpa indera pendengaran mereka.
Serentak ke lima orang itu mengarahkan mata nya ke jam di dinding dan menepuk pelan dahi mereka serentak.
" gila ya, kita ngomongin apa aja tadi, tau - tau udah magrib aje, " celetuk zain dan di amini yang lain.
Mereka semua segera bubar dan melakukan kewajiban mereka sebelum akhirnya berkumpul lagi di meja makan.
💨💨💨
__ADS_1
( gambar hanya pemanis, sumber : google )
Begitu mereka semua memasuki ruang makan , maka visual makanan yang nampak menggugah selera terhidang di meja.
Rama dan yang lain nya nampak meneguk saliva kasar dengan pemandangan indah nan menggugah na*su makan mereka.
Revan bahkan sudah langsung melompat duduk di bangku nya dan menatap penuh binar pada hidangan di depan nya.
Sesuai apa yang di ucapkan oleh aya tadi, kini telah terhidang gulai daging sapi, acar timun + wortel, sambal kering kentang serta nasi putih di meja mereka. Untuk minum nya, ya sudah menyiapkan infused water kurma, teh tawar hangat dan juga air putih tentu nya.
" hmmm, ayo silahkan. Nanti bilang sama aya bagaimana rasa nya ya, " uap aya memecahkan keheningan di antara mereka.
Segera semua duduk dan mulai menyendokkan nasi beserta lauk nya. Aya dnegan telaten melayani sang suam dengan mengambilkan nasi beserta lauk bahkan sampai menuangkan minum untuk rama.
" terima kasih sayang, " ucap rama. Aya hanya tersenyum dan mengangguk dari balik cadar nya.
mereka nampak menikmati makan malam mereka dengan nikmat dan lahab. Revan bahkan samai nambah 2x. Sungguh makan malam yang amat sangat mewah bagi mereka.
" huwaaaa,, alhamdulillah nikmat banget ya allah " ucap zain setelah menghabiskan piring kedua nya.
Revan dan zul bahkan sudah bersendawa kekenyangan. Aric yang biasanya selalu kalem dan datar pun tak ayal menampilkan wajah kekenyangan.
" Alhamdulillah kalian semua suka, " seru aya senang karena masakan nya ludes tidak tersisa.
" terima kasih nyonya bos, menu nya mantep banget, " kata zain sambil menjulurkan kedua jempol nya.
Rama menatap aya penuh syukur, jelas ia yang merasa paling beruntung mendapatkan gadis paket lengkap seperti aya.
Diam - diam ia berterima kasih kepada leo yang sudah menyerang nya ala itu.
Ngomong - ngomong tentang leo, rama harus segera bertemu dengan nya dan menyelesaikan urusan nya dengan leo agar rama bisa menyelesaikan semua masalah nya satu persatu.
Makan malam bersama sudah selesai. Setelah ikut membantu para bibi untuk membereskan sisa - sisa kehidupan di dapur, aya menyusul rama yang sedang bersantai di ruang keluarga untuk sekedar bermain P.S dengan ke empat sahabat nya.
Aya datang dengan membawa sepiring buah semangka sebagai camilan untuk menemani mereka bermain.
__ADS_1
" bagaimana dengan kuliah mu hari ini, sayang ?"