
Berkeliling ditempat ini membuat kamu jauh lebih menghargai hidup. Dan disini kamu juga akan mengerti mengapa kesehatan sangat berarti untuk hidup yang singkat ini.
Kita tidak pernah tahu mengapa Tuhan berbaik hati menjadikan kita sebagai makhluk yang paling sempurna. Sedangkan, kita merasa kita tidak pernah layak mendapatkan rahmat ini.
Kleine tidak suka ikut campur dengan hidup orang lain. Tapi, tadi mungkin hanya keterikatan hati.
Suara dering telepon menggetarkan sakunya. Kleine mengambil handphone dari sakunya dan melihat nama Bles terpasang disana dengan dua tombol yang minta dipilih.
Kleine memiringkan kepalanya dan mengangkat panggilan yang masuk itu. Dia bertanya dengan malas sembari melirik lingkungan yang penuh aura,"Kenapa?"
Mendengar suara malas dan membosankan Kleine seperti biasanya, Bles menjawab dengan ringan.
"Kami sudah di ruangan Key, dimana kau sekarang?"
Kleine memutar matanya dengan kesal. Bagaimana dia bisa lupa bahwa dia tidak sendirian datang kesini? Dan bagaimana moodnya hari ini begitu banyak? Sepertinya dia masih perlu menjadi lebih sabar?
Dengan kedua alis yang mengkerut Kleine menjawab, "Aku tadi turun di lantai yang salah! Jadi, sekarang aku sedang di taman belakang."
Ketiga orang yang mendengar jawaban Kleine hanya bisa menjadi bingung.
Bagaiman turun di lantai yang salah bisa sampai pada taman belakang rumah sakit?
Apa dia tersesat?
"Bagaimana kau bisa ada disana?" Tanya Key dengan bingung.
"Ah, seperti biasanya. Aku lupa di lantai berapa ruanganmu, jadi aku dengan bosan berjalan hingga sampai ke taman ini," jawab Kleine dengan asal.
Kakinya bergoyang memainkan sebuah batu kerikil kecil.
Key mengambil alih telepon milik Bles, "Kalau begitu kesinilah, ruangan kerjaku berada di lantai enam!" Ujarnya dengan mulut berada sangat dekat pada saluran suara telepon.
Kleine menjauhkan teleponnya karena ada suara mendengung dari ujung sana.
Dengan malas, Kleine membalas dengan acuh, "Kalian saja yang kesini, sepertinya kakiku terlalu lelah berjalan." Setelah itu Kleine mematikan sambungan telepon, tanpa memberikan mereka kesempatan untuk menjawab.
Dia melirik ke kiri dan kanan setelah memasukkan telepon itu kembali ke saku celananya.
__ADS_1
"Sangat membosankan!" Ujar Kleine pada akhirnya.
"Apa aku perlu meminta kakek mengirimku ketempat itu lagi?" Bisiknya dengan tidak pasti.
***
Lion melihat kakeknya yang sedang diperiksa oleh dokter.
"Ini sangat luar biasa!" Teriak dokternya dengan kagum.
Membuat sebuah orang yang tadi tegang menjadi bingung dan menatap dokter itu dengan penasaran.
Dokter itu tidak memperhatikan mata tajam yang menatapnya dengan intens. Dia terus memeriksa dengan wajah berbinar.
Wajah tuanya yang keriput menjadi semakin kusut dengan banyaknya senyum itu.
Tangan Geon berkeringat dengan dingin. Tapi, dokter itu tidak cukup peka untuk berbalik dan menjawab rasa gugup semua orang.
Geon melihat pada Lion yang tampak tenang namun juga khawatir. Dia maju selangkah dan mengetuk bahu dokter itu. "Bisakah anda memberitahu kami dengan jelas bagaimana situasinya?" Tanya Geon agak jengkel.
Gawat! Dia telah lupa bahwa tuan muda yang dingin itu satu ruangan dengan dia. Dengan gugup, dia mengangguk ringan untuk menyapa Lion.
"Tuan muda!" Ujarnya sedikit malu.
"Bagaimana kondisinya?" Tanya Lion tetap sedingin biasanya.
Dokter itu tiba-tiba mengingat kondisi tuan tua.
Dia mengangguk dengan gembira lagi, "Kondisi tuan tua sangat baik! Jantungnya tampak lebih normal dari biasanya seperti ada keajaiban," ujarnya senang. "Apakah kalian tahu orang baik mana yang membantu menekan akupuntur tuan tua?" Tanyanya kemudian kepada para pengawal itu.
Lion juga menatap anak buahnya dengan mata tajam.
Kedua pengawal itu bingung, apakah itu adalah gadis muda tadi?
"Katakan siapa yang menyelamatkan tuannya tadi!" Perintah Geon saat melihat dua pengawal yang tadi menemukan tuan tua tidak kunjung menjawab.
"Itu, seorang gadis muda berusia dua puluh dua atau tiga tahun. Dia sangat cantik dan berpakaian sangat aneh, dia... dia..." Seorang pengawal itu berkata dengan terbantah karena dia tidak tahu harus menyebutkan apa.
__ADS_1
"Katakan saja namanya!" Ujar Goen kesal mendengar penjelasan yang aneh dari pengawal itu.
"Dia tidak mau memperkenalkan dirinya, dia juga tidak mau mendapat imbalan," jawab mereka dengan tidak pasti.
Geon hanya memandang keduanya dengan tidak senang, "kedua orang bodoh ini!" Makinya dalam hati.
"Apa kalian bisa menceritakan lebih rinci tentang dia? Apakah umurnya benar-benar semudah itu? Apakah kalian akan mengenalinya jika melihat dia lagi?" Dokter tua itu bertanya dengan penuh semangat.
Dia untuk kesekian kalinya melupakan bahwa tuan muda yang paling kaya itu masih berada disini.
Kedua pengawal itu hanya bisa menggelengkan kepala dengan tidak pasti. Tempat itu buram dan tidak terlalu jelas, mereka hanya tau bahwa suara gadis itu sangat lembut. Tubuhnya tinggi dan langsing, seharusnya dia tidak tua dengan semua itu kan?
Lion hanya mendengus dingin dan berdehem untuk kembali menarik perhatian dokter tua itu. Setelah dokter itu menoleh, dia berkata dengan sangat tenang. "Jika tidak ada yang lain, kau bisa pergi sekarang!" Ujarnya tanpa sedikitpun fluktuasi.
Dokter itu menyadari dirinya banyak bertingkah salah hari ini. Dia menjelaskan apa yang harus dilakukan jika tuan tua bangun, dan obat apa yang harus diambil ke apotek. Lalu, dia pergi dengan sedikit letih karena tidak mendapatkan sedikitpun informasi tentang gadis muda itu.
Jika dia tahu siapa gadis itu, akan sangat baik untuk bisa belajar pengobatan jenis itu darinya. Dia memikirkan tentang cctv dan menjadi bersemangat lagi. Meskipun di tangga tidak memiliki cctv. Tapi, seharusnya ada video siapa saja yang masuk dan siapa saja yang keluar di waktu itu kan?
Lion menatap Geon dan para pengawal itu dengan sangat ganas.
"Itu, dokter khusus tuan tua sedang berada di luar negeri saat ini. Jadi, kami hanya bisa membawa tuan tua ke rumah sakit terbaik ini. Kami kira tempat ini akan aman, tapi ternyata kami sedikit lengah.
Meskipun rumah sakit ini adalah yang terbaik, mereka tidak bisa disalahkan karena kita memang tidak memesan keamanan dari rumah sakit ini.Dan juga, kita semakin tidak bisa menyalahkannya karena tuan tua sendirilah yang keluar bermain. Kami siap dihukum!" Ujar Geon dengan tegar, dia menjelaskan setiap tragedi yang ia alami.
Lion membuang muka untuk memandang tuan tua yang wajahnya memang jauh lebih baik dari biasanya. "Lain kali tidak ada kesempatan!" Ujarnya dengan dingin, dia mendengus dan memberi perintah yang sangat biasa. "Jangan lupa untuk mencari tahu siapa orang yang menolong tuan tua, jika perlu undang dia untuk menjadi dokter khusus tuan tua!"
Mendengar itu mereka sangat bersyukur karena tidak mendapat hukuman kali ini. Kedua pengawal itu juga mengangguk dengan patuh. Menemukan nona itu sepertinya tidak sulit, mereka bisa melihat rekaman cctv.
"Selidiki siapa dalang dibaliknya, mengirim seorang yang begitu lemah. Mereka meremehkan kemampuanku," ujarnya dengan sombong.
Geon yang mendengar kata-kata itu tidak bisa menjadi lebih terpesona. Kenapa dia merasa tuannya agak sombong sekarang?
Dokter itu tidak menunda lagi dan langsung pergi ke ruang cctv. Namun, dia tidak melihat seorang gadis yang keluar diwaktu tuan tua itu ditemukan. Dan tidak ada juga yang sesuai dengan yang dikatakan kedua pengawal tadi.
Dia mencari dan terus mencari hanya untuk menyadari bahwa ada rekaman yang hilang di menit kesebelas sebelum tuan tua ditemukan. Dan dimenit kedua puluh setelah tuan tua ditemukan.
Dokter itu hanya bisa menggelengkan dengan lelah. Hal itu membuat penjaga ruangan menatap direktur rumah sakit itu dengan bingung.
__ADS_1