
Lion dengan secangkir kopi hangatnya berjalan menuju balkon kamarnya. Di balkon sudah ada meja bundar dengan laptop kerja dan beberapa berkas diatasnya.
Dia berjalan mendekat dan meletakkan kopi di atas meja. Niatnya dia ingin duduk dan mengerjakan file yang menumpuk itu. Tapi, layar telepon itu menyala dengan nama geon tertampang jelas disana.
Dia memasang wajah gelap. Tidak bisakah hari ini dia bekerja tanpa ada yang mengganggu?
Dia sudah cukup baik mengambil semua pekerjaannya untuk dikerjakan di rumah agar bisa sedikit santai. Tapi, dimulai dari tuan tua yang terkena serangan jantung. Hilang, lalu dia ditemukan dalam keadaan pingsan, lalu dia harus bolak-balik ke rumah sakit. Dan akhirnya pulang untuk mengerjakan uang yang terbuang sia-sia karena perjalanan di jalan.
"Katakan!" Ujarnya dengan dingin.
Kali ini Geon tidak lagi tersentak kaget. Dia juga dengan berani mengatakan apa yang ingin dia sampaikan.
"Tuan, tadi sekertaris tuan Jhon menelepon dan bertanya apakah anda mau meluangkan waktu untuk datang ke perjamuan yang dia adakan malam ini?" Lapornya dengan nada formal biasa jika sudah masuk ke mode serius.
"Tidak!" Jawab Lion singkat dan ingin segera menutup telepon. Tapi, Geon dengan mencegahnya. "Jangan ditutup dulu tuan! Ada juga pengingat yang sekertaris itu katakan padaku."
Lion mengerutkan keningnya tidak senang, melirik jam yang semakin banyak terbuang, dia akhirnya masih mau bertoleransi. "Apa?" Tanyanya ringan.
"Sekertaris itu mengatakan bahwa itu adalah perjamuan untuk merayakan kerjasama dengan perusahaan K.E entertainment, jadi nona Greens juga akan hadir secara khusus hari ini."
"Greens?" Tanya Lion memastikan bahwa dia tidak salah dengar.
"Ya!" Jawab Geon singkat padat dan jelas.
"Baiklah!" Balas Lion setelah berpikir sejenak.
Geon tahu betul betapa tuannya begitu penasaran dengan sosok nona Greens itu. Di katakan bahwa nona Greens adalah seorang yang sangat ahli dalam pemrograman.
Meskipun Lion juga sangat ahli dalam hal itu, tapi tidak ada yang tahu siapa yang lebih baik dari siapa. Lion selalu ingin dan sangat tertarik untuk adu tanding dengan Greens. Tapi, nona ini sangat senyap dan tidak mudah ditemukan.
Dan ada juga gosip yang mengatakan bahwa nona Greens ini memiliki banyak koneksi yang membuat dia bisa menemukan sebuah informasi dengan mudah.
Jika dia bisa membantu menemukan sosok itu, mungkin dia sangat...
Setelah selesai menjawab, Lion langsung mematikan teleponnya. Karena malam ini dia akan pergi untuk perjamuan, jadi dia harus segera menyelesaikan semua file dan dokumen yang ada.
Setelah Kleine selesai mengompres kakinya. Dia mendapat telepon yang salah panggil.
"Kapan kau akan ingat bahwa aku ini masih hidup? Apa kau tidak berniat untuk mengunjungi aku? Apakah kau menungguku mati dulu baru akan datang dan melihatku?" Tanya beruntun seseorang dari sisi lain.
Kleine menjauhkan telepon rumah itu dari telinganya.
"Maaf anda sepertinya salah sambung!" Jawab Kleine singkat dengan nada acuh lalu dia mematikan sambungan telepon tanpa menunggu orang di ujung sana merespon.
Telepon itu kembali berdering dan terus berdering. Kleine yang tidak suka mendengarkan bunyinya langsung melempar telepon rumah itu ke lantai.
"Ups, jatuh!" Ujarnya dengan wajah dingin.
__ADS_1
Lalu, Kleine berjalan ke lantai atas.
Entah itu perasaannya saja atau memang benar bahwa rumah sebelah tampak lebih dingin dan suram setelah direnovasi?
Kleine hanya melihat seorang pria tampan yang sibuk mengerjakan sesuatu di laptop miliknya dalam keadaan menunduk. Mengintip dari balik tirai, Kleine mencoba melihat lebih jelas.
Dia bahkan lupa jika kaca kamarnya itu tidak bisa dilihat dari luar. Tapi, dia terus bersembunyi saat melihat pria tampan yang menawan itu.
Kleine juga mengingat bau harum yang menggoda dari rumah sebelah tadi pagi.
"Apakah orang tampan itu yang memasaknya? Seharusnya memang dia bukan?" Tanya Kleine berbisik untuk dirinya sendiri.
Lion mengangkat kepalanya untuk melihat rumah hijau yang ada didepannya ini. Dia selalu merasa ada seseorang yang mengamati dia dari sana. Tapi, setiap kali dia menoleh maka pandangan mengawasi itu akan segera hilang.
Kleine melihat pria itu menoleh kearahnya yang membuat dia panik dan segera menutup tirai. Dia bahkan mengelus dadanya naik turun sebagai tanda dia bersyukur tidak ketahuan. Namun setelah beberapa detik, Kleine tersadar.
Mengapa dia begitu bodoh, kaca itu hitam dan tidak akan bisa terlihat dari luar. Dan lebih lagi, untuk apa dia mengintip di balik tirai?
Dia benar-benar sudah kehilangan otaknya saat ini! Kutuk Kleine pada dirinya sendiri.
Saat Kleine berbalik untuk kembali melihat pria itu, dia tidak menemukan pria itu di kursi. Yang dia lihat hanyalah meja yang telah bersih tanpa ada bekas keberadaan orang sebelumnya.
Lion merasa tidak nyaman karena diawasi tanpa dia tahu siapa Yangs Edang mengawasi dia. Apalagi orang yang mengawasinya memiliki pandangan yang tajam serta mengintimidasi. Dan yang paling Lion sedikit khawatir adalah hilangnya pengawasan itu setelah dia menoleh. Hanya beberapa detik saja dan Lion tidak adalah menemukan asalnya.
Lion rasa dia sangat perlu mencari tahu siapa tetangganya. Karena dia takut yang sekarang ini menjadi tetangga adalah seorang musuh.
Kleine tidak menemukan pria tadi, dia juga tidak tahu dengan jelas rupa pria itu. Jadi, Kleine hanya bisa mengangkat kedua bahunya dengan malas dan berjalan ke kasur dengan tenang.
Kleine menggeleng tidak peduli dan membuka grup WeChat yang sudah sangat penuh.
[Gadis cantik]
Turut bersedih atas kedua pria bengkok itu.
[Tuan tanah]
Ini sesuatu yang menyedihkan untuk mata berharga Kleine kecil kita lihat;(
[Bagus untuk terus kurus]
Seorang desainer pakaian memang sebagian besar adalah pria bengkok:)
[Ganteng banget, awas sakit jantung]
Hai cintaku sudah lama tidak bertemu, aku akan pulang dua bulan lagi. Kau harus menyambutmu dengan baik^_^
[Tuan tanah]
__ADS_1
Kenapa dia tidak muncul lagi?
[Bagus untuk terus kurus]
Mungkin dia sedang sibuk-_-
[Hanya suka emas]
Diantara kita hanya dia yang paling menganggur!!!
[Gadis cantik]
Aku lebih suka percaya gajah berleher jerapah dari pada percaya dia sibuk:)
[Kleine]
Apa aku benar-benar begitu menganggur?
[Hanya suka emas]
Ya
[Tuan tanah]
Nitip
[Gadis cantik]
Nitip 2
[Ganteng banget, awas sakit jantung]
3
[Bagus untuk terus kurus]
4
Kleine yang membaca jawaban mereka menjadi terdiam. Setelah dia pikir lagi, dia tidak begitu menganggur. Dia menghabiskan banyak waktu untuk bekerja dan menghabiskan uang. Apakah makan dan mencicipi banyak makanan penutup tidak termasuk bekerja?
Kleine hendak menjawab untuk membantah pernyataan mereka. Tapi, tiba-tiba sebuah pesan dengan tanda seru yang sangat banyak masuk.
[Be'Fashion]
!!!!!!!!!
Kleine langsung keluar dari grup WeChat dan melarikan diri pada bursa saham.
__ADS_1
Dia melihat beberapa saham yang nampaknya bagus untuk dia beli. Tapi, dia masih perlu melihat apakah ada yang lebih bagus.
Setelah berkeliling dan menjelajah, Kleine menemukan tiga perusahaan yang sahamnya sangat bagus untuk dia beli. Jadi, dia tanpa ragu mulai mengirim dana dan membeli saham di ketiga perusahaan itu.