
Matahari datang menyinari wajah orang-orang gelandangan yang duduk saling pangku di depan perusahaan. Mata mereka yang terganggu mengerjai beberapa kali.
Saat salah satu dari mereka bangun, yang lainnya juga langsung bangun karena teriakan orang itu. Setelah mengumpulkan cukup nyawa untuk berteriak. Mereka mulai aksi demo pemboikotan lagi.
Di luar sangat kacau, tapi di dalam orang-orang itu terbangun karena kegaduhan dan mulai menguap dengan malas. Bos mereka bilang hari ini mereka mendapat libur, tapi memang liburnya di dalam perusahaan.
Mereka mencuci muka di toilet secara bergantian seperti anak pesantren yang sedang menunggu antrian mandi. Setelah mencuci mereka akan membuat kopi, teh atau susu untuk diri mereka sendiri karena para cleaning servis juga mendapat libur.
Setelah itu akan ada mobil pengantar makanan yang berhasil lolos dari kepungan orang-orang di depan.
Mereka berkumpul dan berebutan makanan. Para artis kecil juga mendapatkan cara yang sama dengan karyawan. Hanya artis besar dan pemalas saja yang meminta di ambilkan.
Tentunya Delora dan para eksekutif perusahaan akan mendapat makanan yang istimewa dan diantar secara langsung.
Perusahaan itu benar-benar mengungsi tanpa ada beban sama sekali. Setelah semalaman berjaga, pengawal diluar akan diganti dengan pengawal yang semalam tidur. Semuanya masih tertib dan teratur tidak ada kekacauan yang begitu berarti. Hanya tukang demo saja yang kacau.
Kleine bangun dan menyadari bahwa telepon miliknya telah kehabisan daya. Dia bingung kenapa bisa begitu, karena dia merasa baterai masih lebih dari setengah lagi semalam. Dan sekarang itu benar-benar layar hitam tanpa apapun.
Dia dengan malas mengisi daya telepon itu dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Melihat ke kaca pada wajahnya yang cantik, Kleine linglung. Dulunya dia sangat kurus dan kekurangan gizi. Sekarang dia masih sangat kurus meskipun sudah makan sangat banyak. Dulu dia sangat hitam karena sering di jemur dibawah teriknya matahari ataupun mencari dedaunan di hutan.
Kleine memikirkan Toni dan Jaena.
Dia ingat akting mereka waktu itu sangat baik dan tanpa celah. Sekarang setelah di pikir-pikir mungkin itu sebabnya mereka memilih untuk membuka perusahaan yang berhubungan dengan perfilman. Jaena juga merupakan seorang artis yang sangat tenar.
Tapi, dia hanya akan syuting di film yang menurutnya bagus dan tentu saja dia menjadi pemeran utama yang baik hati dan polos. Kleine pernah beberapa kali menonton film yang di perankan oleh Jaena. Dan saat itu dia tidak akan pernah lupa untuk mengutuk film itu.
Teratai putih?
__ADS_1
Dia bahkan lebih cocok menjadi penjahat daripada wanita baik dan murah hati!
Dulu, mereka menjadi pacuan Kleine untuk menjadi lebih dan lebih kuat lagi. Semakin mereka ingin naik ke puncak dengan langkah kaki yang berat. Maka, Kleine akan berlari dengan helikopter yang berisik.
Kleine tidak suka melihat mereka tertawa terlalu lama setelah puas menindasnya. Tapi, dia juga tidak suka mereka menderita terlalu ringan.
Akhirnya Kleine tahu, bahwa satu-satunya hal paling menyakitkan bagi orang seperti itu adalah kehilangan semuanya satu persatu setelah dia mendapatkan seluruhnya.
Saat dia berada di atap, Kleine akan mencopot anakan tangganya satu persatu. Lalu...
Tangan Kleine terkepal dan dia tarik kebawah seakan sedang menarik tali lampu.
Hancurkan rumahnya biarkan dia jauh dengan sangat menyedihkan. Tapi, rumah kecil tidak akan cukup untuk itu. Dia perlu rumah yang setinggi gedung, agar sekali jatuh jantung dan hati tidak berfungsi lagi.
Lion bangun lebih awal dari Kleine, dia melihat panggilan yang telah terputus. Dia tidak yakin Kleine tidak marah dan langsung mematikannya begitu saja. Dan pasti hal itu karena handphonenya yang mati.
Dia tersenyum, cukup puas dengan malam ini. Lion langsung ke dapur dan membuat sarapan untuk Kleine. Kali ini dia membuat bakpao dengan bentuk yang begitu lucu. Dia juga tidak lupa memasak susu untuk sarapan.
Saat itu bahkan matahari belum muncul, Lion sudah mengeluarkan mobilnya dari halaman dan memulai perjalanan menuju kota cinta.
Orang-orang yang demo perlahan mulai pergi antara karena dibubarkan oleh polisi yang baru datang karena terlalu banyak tugas. Atau karena mereka takut di pecat karena masih harus bekerja. Anak-anak sekolahan juga pulang karena mereka akan dilabrak habis-habisan jika tidak sekolah.
Yang tersisa dan masih terus berdemo hanyalah emak-emak pengangguran, dan tentu saja para tentara hitam keyboard.
Kebisingan di luar sudah menghilang, tapi di dalam saat ini sedang berpesta dan karokean.
Semua orang benar-benar sangat senang untuk hari ini.
Azel melihat internet setelah dia bangun. Dia melihat tidak ada perubahan apapun pada berita itu. Topik terhangat masih tentang kecurangan K.E. entertainment.
__ADS_1
Tapi, dia berpikir itu karena nona Greens yang hebat tidak memiliki kemampuan untuk menekan beritanya. Azel mendecih dengan senyum mengejek.
"Heh... Hebat apanya!" Ujarnya dan membuang teleponnya lalu mulai membersihkan diri.
Lain halnya dengan Azel yang berpikiran begitu, saat presiden Cao Carlos melihat ini, dia merasa ada yang aneh. Bahkan setelah menelpon ayahnya, merasa juga memiliki pendapat yang sama.
"Ayah apakah menurutmu kita turunkan saja topiknya? Lagipula rating perusahaan mereka sudah jatuh sangat jauh," tanyanya setelah mengambil pengamatan.
"Ya, sebenarnya itu juga baik! Lagipula aku cukup kasihan untuk mereka yang bekerja di sana!" Ujar tuan tua Carlos dengan prihatin.
Namun, jika orang lain mendengarnya, mereka pasti akan memaki lelaki tua itu. Jika kasihan lalu mengapa menyerang?
"Ada apa kek?" Tanya Azel yang baru turun dari tangga dan bergabung di meja makan.
"Ini, pamanmu menelepon dan mengatakan apakah kita harus menghentikan penyerang kita atau tidak! Setelah kakek pikir itu akan baik baik saja!" Ujarnya menjelaskan bagian ujung pembicaraan mereka saja.
Dia tidak mengatakan tentang keanehan yang terjadi.
"Tidak paman!" Ujar Azel dengan cepat. "Biarkan beritanya tetap di atas selama beberapa hari lagi!" Ujar Azel dengan sombong.
"Tapi..." Ujar kakeknya ingin mengatakan sesuatu. Tapi Azel sudah memotongnya, "kakek tidak perlu ikut campur! Aku punya dendam dengan wanita gila itu!" Ujarnya dengan marah.
"Ya sudah kalau begitu tunda dulu saja nak!" Ujar tuan tua itu pada anaknya di ujung sana.
Cao hanya diam saja, lagipula apa yang perlu ditakuti. Itu hanya perusahaan kecil bagi mereka. Tidak akan bisa menyerang mereka dengan sangat burukkan? Mereka mungkin juga bukannya sedang memasang strategi melawan balik. Mungkin mereka bersembunyi dalam kegelapan dan ketakutan.
Setelah menutup telepon dia berangkat ke kantor dengan cepat.
Orang yang dikira bersembunyi ketakutan itu sedang menjadi hamster sekarang. "Emmm.... Ini lezat sekali!" Ujar Kleine dengan mulut penuh. Dia menggigit telinga kelinci merah mudah itu dengan ganas. Lion sangat gemas melihat gambar itu. Dia punya keinginan untuk menggigit wajah yang penuh dan bulat itu.
__ADS_1
###
👋👋👋