
Saat tersisa satu langkah lagi didepan Azel. Langkah kaki Lion sedikit bergeser dan setelahnya terus berlalu tanpa niat berhenti sedikitpun. Azel yang tadi malu-malu merasa salah dan mendongak hanya untuk mendapati Lion yang sudah melalui dia begitu saja.
Dia segera berbalik dan menyadari bahwa semua orang terdiam bukan karena dia. Tapi, karena seseorang yang baru saja datang saat ini.
Kakinya sangat jenjang, putih dan juga mulus. Kedua kaki langsing itu terus bergantian keluar dari belahan gaun hijau tua yang semakin menunjukkan keputihan kulit itu.
Naik sedikit keatas kami akan bisa melihat pinggang yang ramping dan perut yang sangat datar. Naik lebih keatas akan membuat semua laki-laki meneguk air ludahnya dengan susah payah karena ukurannya yang sangat menggoda.
Dua daun muda menjadi lengan baju itu terlihat sangat nyata. Kalung ruby hijau zamrud membuat kemewahan itu menjadi semakin mencolok. Apalagi lehernya yang panjang namun sangat pas dengan pesona tubuhnya, pipi tirus dengan dagu yang sedikit oval, jangan lupakan mata yang sangat lentik didalam topeng hijau berbentuk sayap Phoenix dan naga emas itu.
Rambut hitam yang lurus sangat sepadan dengan pakaian yang mewah dan anggun.
"Apakah aku tidak salah mengingat? Bukankah itu jenis zamrud hijau langka yang dilelang bulan lalu?"
"Kau benar! Tapi, siapa dia?"
"Apakah itu nona Greens yang sangat misterius?"
"Apakah itu juga gaun B.E Fashion yang baru-baru ini menjadi gosip karena harganya yang mencapai langit?"
"Tidak mungkin salahkan? Lagipula nona Greens terdengar selalu memakai pakaian dari B.E fashion."
"Ahhh... Aku sangat iri!"
"Meskipun nona Greens memakai topeng, tapi dia tetap terlihat sangat cantik dan paling mempesona disini!"
"Aku tidak menyangka akan melihat idolaku secara nyata!"
"Dia mungkin adalah idola dengan fans lebih banyak dari artis karena begitu misterius namun tetap cantik."
"Hei, apakah aku tidak salah lihat?"
"Apa lagi yang kau lihat?"
__ADS_1
"Gelangnya.... Ya ampun, bukankah itu adalah gelang dari Jawerly Janner yang baru saja dipamerkan tadi pagi. Kenapa nona Greens juga bisa memilikinya!!!"
"Non Greens memang secantik yang dirumorkan. Hei... Lihat tuan muda Lion berjalan mendekati nona Greens! Apakah mereka benar-benar saling mengenal?"
"Oh, kau benar! Ku rasa mereka sangat cocok berdiri bersama."
"Sangat cantik dan tampan, benar-benar pasangan idaman!"
"Entah seperti apa keturunan mereka nanti jika mereka benar-benar bersama!"
Lion tidak menghiraukan gosip dan bisikan banyak orang. Dia terus melangkah maju untuk selangkah demi selangkah menjadi dekat dengan Greens.
Kleine melihat seorang pria yang dia kenal sebagai pria mesum mendekatinya. Dia berhenti dan menatap pria itu tidak senang. Delora juga menatap pria yang ada di belakang orang yang sedang mencoba mendekati nonanya.
Dia mengerutkan alisnya dengan miring, sepertinya keberuntungan dia hari ini benar-benar begitu buruk untuk bisa bertemu dua kali dengan orang yang begitu cerewet?
"Senang menyapa nona Greens!" Ujar Lion sopan setelah berdiri didepan Kleine.
Azel mengepalkan tangannya penuh emosi, saat berkenalan dengan dia saja Lion tidak pernah menunjukkan ekspresi yang sangat lembut seperti itu.
Kleine mengepalkan kedua tangannya erat. Saat ini dia sangat ingin memukul pria mesum yang telah membuat dia sangat malu sebelumnya. Tapi, dia menahan dirinya. Lagipula pria itu tidak mungkin mengenali dia kan? Akan menjadi aneh jika dia tiba-tiba memukul tanpa alasan.
"Senang juga menyapa tuan... Ini?" Tanya Kleine bingung karena dia tidak tahu siapa naman pria didepannya.
Lion terdiam saat Kleine ternyata tidak mengenal dia. Dia merasa kecewa karena dia tidak dikenali oleh orang yang selama ini selalu dia cari informasinya walaupun tidak bisa dia dapatkan dengan baik.
Kleine sendiri tidak merasa bersalah saat dia melihat wajah kecewa Lion. Toh, dia memang terkenal dan banyak orang yang ingin mengenalnya. Tapi, mohon maaf karena dia tidak punya waktu untuk mengenal para taipan bisnis di Indonesia ini.
"Saya adalah CEO dari perusahaan Bramansa corp. Nona Greens bisa memanggil saya Lion!"
Kali ini Geon yang membuka mulutnya dengan lebar. Jika tadi Greens tidak mengenal Lion adalah hal biasa, dan suara tuan muda yang ramah dengan nona Greens, Geon juga tidak begitu kaget. Karena dia tahu betapa Lion sangat penasaran dan mencoba mencari banyak cara agar bisa bertemu dengan Greens sebelum ini. Tapi, tidak pernah bisa mendapatkan kesempatan.
Yang membuat geon terkejut adalah Lion yang dengan sabar memperkenalkan dirinya pada Greens.
__ADS_1
Itu luar biasa karena Lion tidak pernah mau memperkenalkan dirinya pada orang lain. Ini benar-benar sebuah kemajuan yang entah baik tau buruk!
Tiba-tiba Geon merasakan tatapan dari belakang nona Greens. Dai segera menoleh dan mendapati gadis yang tadi sore menemani dia berjalan menuju rumah Lion.
Dia menyapa dengan anggukan pada Delora, tapi Delora berpura-pura tidak melihatnya dan langsung memalingkan muka. Geon merasa sedikit malu, tapi dia berbisik pada Lion bahwa gadis dibelakang nona Greens adalah asisten tetangga baru mereka. Di saat yang bersamaan Delora juga membisikkan hal itu pada Kleine.
"Nona, pelayan di belakang tuan itu adalah orang yang tadi sore berbicara denganku."
"Tuan, gadis dibelakang nona Greens adalah orang yang tadi berbicara denganku, seharusnya dia adalah tetangga baru tuan!"
Lion yang mendengarnya sedikit senang karena merasa beruntung. Dia melihat Kleine dengan senyum tulus yang sangat tidak baik bagi Kleine lihat.
Kleine tersenyum kaku antara menahan kesal dan sedikit frustasi. Dia tidak tahu bahwa pria mesum itu adalah orang yang telah membuat dia kesulitan makan karena terbayang dengan bau harum makanan tadi pagi.
"Oh... Hai tuan muda Lion!" Sapa Kleine dengan senyum tidak ikhlas ya itu, "kalau begitu saya akan pergi ke tuan Jhon terlebih dahulu!" Ujarnya kemudian dan langsung berlalu agar tidak melihat lagi wajah Lion yang membuatnya selalu ingin memukul seseorang.
Tapi, Kleine terlalu ceroboh karena ada sebuah mainan berbentuk bulat yang menggelinding ke telapak kakinya. Karena tidak melihatnya, Kleine langsung terinjak benda itu dan tubuhnya oleng seketika.
Delora ingin membantu nonanya, tapi bajunya sangat tidak cocok untuk bertani dan mendekati Kleine.
Lion sendiri tadinya ingin mencegah Kleine mengabaikan dia. Jadi tangannya sudah terulur ingin menarik tangan Kleine. "Nona Greens," kata-katanya belum selesai saat tangannya berhasil menarik tangan Kleine kedalam pelukannya agar gadis itu tidak terjatuh.
Kleine yang siap menyeimbangkan dirinya tiba-tiba ditarik oleh sesuatu dan terjatuh dengan keras di dada bidang seseorang.
Untunglah topengnya adalah topeng yang sangat erat ketika di pasang. Jadi dia tidak terjatuh saat kening Kleine bertubrukan dengan dada milik Lion.
Meskipun tinggi Kleine hanya berjarak satu kepala dari tinggi Lion, tapi karena dia terjatuh dengan tidak seimbang, jadi tingginya hanya mencapai dada Lion. Itu sebabnya keningnya menabrak dada Lion.
Kali ini semua dunia seakan berhenti berputar. Mata lentik Kleine dan mata elang Lion saling memandang.
Entah mengapa, tapi Lion merasa nona Greens ini tampak familiar. Tapi, dia tidak tahu di mana dia pernah bertemu.
###
__ADS_1