Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Eighty two


__ADS_3

Setelah memastikan bahwa tidak ada yang akan menelpon lagi. Kleine mulai mengatur barang belanjaannya. Dia benar-benar telah lupa untuk menghapus pesan dari Lion dan menganti nama pada kontak.


Piscel sampai di gedung balet. Karena ini sudah siang, seharusnya semua orang makan siang di lantai bawah. Tapi, dia terkejut melihat seorang gadis yang agak gemuk masih menarik dengan indah di lantai dua.


Dia melihat dengan tenang dan mengamati dalam diam. Menurutnya gerakan itu masih kacau karena postur tubuh yang tidak memenuhi syarat. Tapi, gerakannya indah dan lentik.


Jika Piscel tidak salah, ini adalah anak gemuk yang waktu itu dia undang untuk datang kesini. Dia tidak menyangka gadis itu telah menurunkan banyak berat badan dan menjadi sangat cantik.


Piscel hanya melihat sejenak sebelum berjalan ke lantai atas tanpa peduli lagi.


Dia akan menunggu seberapa kuat mental anak ini dan kapan batas akhir ketahanannya. Jika dia lolos, Piscel tidak keberatan melatih gadis yang rajin ini.


Ponselnya berdering setelah dia menginjak lantai empat.


"Ada apa?" Tanyanya dengan dingin.


"Kami telah menyelidiki setelah mengerahkan banyak uang!" Ujar orang di ujung sana dengan ragu.


"Katakan saja intinya!" Balas Piscel yang tidak suka basa-basi.


"Pria ini mungkin adalah orang dibalik misteri delapan tahun yang lalu!" Ujar orang itu yang membuat Piscel menjadi dingin.


"Apa kau yakin?" Tanyanya memastikan.


"Ya!"


Setelah sambungan terputus, Piscel masih berdiri disana dengan tidak pasti.


Delapan tahun lalu adalah sesuatu yang tidak semua orang lain ingat.


Bahkan Kleine dan dirinya telah membuang banyak uang untuk kasus itu.


Ya, Aigiee pernah menghilang delapan tahun lalu. Tapi, disaat dia dan Kleine mengeluarkan seluruh kekuatan untuk mencarinya. Dia mengirim pesan bahwa dia baik-baik saja dan bahwa dia hanya sedang berlibur dan tidak ingin di ganggu.

__ADS_1


Kleine dan juga dirinya sendiri ragu akan hal itu. Sayangnya mereka tidak bisa menemukan apapun saat itu. Kekuatan melacak Kleine masih belum sekuat milik Aigiee karena dari segi umur, Kleine memang sudah kalah.


Waktu itu juga mereka meminta bantuan dari kakek Kleine. Tapi, pria tua itu menolak tanpa alasan yang jelas.


Satu tahun berlalu, Aigiee tidak mengirim pesan apapun setelah satu pesan itu. Mereka perlahan mulai panik lagi. Mencari mati-matian bahkan Kleine sampai pingsan beberapa kali karena terlambat makan ataupun tidak tidur.


Kemampuan Kleine semakin baik setelah itu dan akhirnya menemukan keberadaan Aigiee. Tapi, mereka semakin kacau setelah itu karena mereka melihat Aigiee yang selalu menjadi kakak bagi mereka terbaring lah di bangsal.


Pihak rumah sakit mengatakan bahwa gadis itu dikirim oleh orang baik kesini setelah mengalami kecelakaan mobil yang dahsyat.


Tentu saja keduanya tidak akan percaya hal itu begitu mudah. Mereka menyelidiki secara mendalam kecelakaan itu.


Dari data di rumah sakit, memang Aigiee telah di rawat sejak satu tahun lalu. Tepatnya satu jam setelah pesan itu mereka terima.


Bahkan kecelakaan mobil itu memang ada di waktu yang sesuai. Kamera cctv semakin mendukung pernyataan pihak rumah sakit.


Tapi Kleine tetap tidak percaya meskipun sudah dihadapkan pada bukti yang begitu kuat.


Berbagai ip telah di kerahkan untuk menyelidiki perjalanan Aigiee selama ini. Tapi, Kleine tetap gagal dan membuat gadis itu sempat putus asa dan menyerah pada dirinya sendiri.


Piscel menangis waktu itu, dia adalah yang tertua kedua setelah Aigiee. Tapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain bertarung, menari, menyanyi dan menangis. Dia tidak bisa menghibur Kleine ataupun membangunkan Aigiee. Dia juga tidak bisa menemukan keaslian yang terjadi pada Aigiee.


Tubuhnya waktu itu sudah kurus, karena mengalami stres. Dia menjadi seperti mumi kering yang hanya punya tulang dan kulit saja.


Untunglah, di bulan kelima Aigiee sadar. Tapi, dia tidak ingat apapun yang terjadi selama satu tahun itu. Hal itu semakin menguatkan bukti bahwa Aigiee memang telah koma selama itu.


Kleine masih tidak percaya, tapi dia tahu bahwa dia harus menyerah.


Air mata telah membanjiri wajah Piscel saat ini. Dia ragu harus mengatakan berita ini atau tidak pada Kleine. Dia hanya takut Kleine akan kembali ke titik terbawah itu lagi. Dia tidak ingin Kleine menjadi gila lagi.


Piscel memutuskan untuk menunggu hasil lebih dalam dulu baru mendiskusikan hal ini pada Kleine.


Waktu yang Aigiee berikan pada tiga anak itu telah habis. Telapak kaki ketiganya juga telah memerah. Tapi tidak ada yang menangis, mereka cukup kuat. Pikir Aigiee bangga.

__ADS_1


"Baiklah, kurung mereka di ruang bawah tanah dan jangan biarkan mereka mendapat makan hari ini. Jangan obati kaki mereka, letakkan saya kotak obatnya di lantai bawah tanah!" Ujar Aigiee dengan senyum jahat.


"Tapi nyonya..." Kepala pelayan baru saja akan memprotes, tapi tatapan tajam dari Aigiee membuatnya nyalinya langsung ciut.


Jika kepala pelayan saja tidak punya kemampuan untuk membela tiga tuan muda. Apalagi para pelayan yang lain?


"Kau wanita kejam!" Mata anak pertama memerah karena sudah sangat marah. Dia tidak masalah jika kakinya yang harus di pecut oleh ikat pinggang. Tapi, dia tidak terima karena kaki adik-adiknya juga di sakiti.


"Ya, sayangnya ayahmu tahu bahwa aku mendidik dengan kejam. Dan dia masih membayarku dengan mahal, bagaimana menurutmu?" Tanya Aigiee dengan wajah yang tampak sangat kesusahan.


"Kau tenang saja, selama kau bekerja sama denganku selama enam bulan ini. Maka kalian akan aman, tapi jika tidak...." Dia berdiri dengan malas dan meregangkan tubuhnya didepan seluruh orang.


"Lakukan apa yang telah aku perintahkan!" Ujarnya dan berjalan keluar dengan tas dan kunci mobilnya.


"Nyonya anda akan pergi kemana?" Tanya kepala pelayan itu dengan keringat dingin.


Sejak tadi istri tuan mereka akan pergi setelah menghukum ketiga tuan muda.


"Aku tidak suka di tanya-tanya, tapi aku akan menjawab satu pertanyaan ini... Aku akan menjemput hal yang baik untuk ketiganya!" Ujarnya dengan senyum yang membuat ketiga bocah itu menjadi waspada. Ini seharusnya merupakan hal yang buruk untuk ketiganya.


Aigiee pergi setelah mengatakan itu, dan ketiga tuan muda telah diantar ke.lantai bawah tanah seperti yang diperintahkan eh nyonya mereka.


"Wanita ini sangat jahat!" Ujar anak ketiga dengan sedih.


Air mata yang telah ketiganya tahan sejak tadi mulai tumpah, " ini sangat sakit!" Keluhnya dan tidak bisa berdiri lagi.


"Adik! Diamlah disana, kakak akan membawa obat untuk kalian!" Ujar anak pertama dengan senyuman kecil.


"Wanita ini tidak bisa dibiarkan, kota harus mengadu pada ayah!" Ujar anak kedua dengan ganas.


"Untuk apa?" Tanya anak pertama dengan wajah lelah.


###

__ADS_1


😊😁😚


__ADS_2