Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Sixty-five


__ADS_3

Di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah yang jauh dari hiruk pikuk kota. Seorang wanita muda yang cantik sedang mengantar kepergian suaminya di teras rumah. Dengan lambaian tangan dan senyum yang manis. Sang suami berangkat dengan hati yang lapang.


Di belakang sang gadis ada tiga orang anak kecil yang memasang wajah muram.


Namun, ketika mobil itu telah menjauh dan gerbang telah di tutup mereka menghapus air mata mereka. Senyum licik yang tidak pada usianya muncul.


Setelah bertukar pandangan, yang paling tinggi berbicara dengan sombong. "Berhentilah berpura-pura lagi!"


Wanita cantik itu berbalik dan menunduk untuk melihat tiga bola kecil yang sombong itu.


"Siapa yang peduli, karena kalian tahu bahwa aku berpura-pura maka mati berdiskusi!" Ujarnya dengan santai.


Dia mengangguk pada kepala pelayan yang ada di sampingnya dan berjalan masuk dengan tenang. Auranya sangat elegan dan juga mendominasi.


Ruangan yang dia tempati saat ini sangat besar. Namun, isinya yang mewah tampak sederhana dan tidak berharga. Hanya ada hiasan dinding dan beberapa vas saja.


Gadis itu melangkah dengan santai dan duduk malas di sofa.


Tangannya menopang kepalanya di atas dengan malas.


"Jadi, ayo buat kesepakatan yang bagus. Aku tidak suka anak-anak, jadi aku tidak akan menyenangkan kalian seperti beberapa orang sebelumnya. Tapi aku juga tidak jahat seperti ibu dari bawang putih. Aku disini karena telah dibayar menjadi istri bukan ibu.


Jika kalian ingin memanggil ibu padaku atau tidak terserah pada kalian. Tapi ingat satu hal, aku tidak suka di ganggu. Jadi berhentilah memasang jebakan atau apapun yang membuat aku tidak nyaman.


Mari bekerja sama untuk tidak saling mengganggu. Anda tenang saya akan tenang. Dan anda kacau, saya cukup mampu membuat hidup kalian menderita lebih baik mati daripada hidup sebelum ayah kalian pulang.


Aku tidak akan mendengar bantahan, meskipun ini kompromi. Pada dasarnya aku hanya ingin kau mendengar ini. Jika kalian butuh peran ibu, maka aku akan memberikan pada kalian.


Jika ada tiga yang ingin kalian tanyakan, aku bisa mengajari kalian. Tapi berhentilah memasang benda seperti ini dan ini!" Ujarnya dengan malas dan mengangkat dua benda dari dalam sela sofa.


Mereka bertiga terkejut saat melihat hal itu terungkap.

__ADS_1


Awalnya mereka tidak mendengarkan setiap ocehan wanita gila ini. Tapi, mereka menunggu dengan senang apa yang akan terjadi berikutnya. Di luar dugaan mereka, ternyata wanita ini tahu ulah mereka begitu cepat.


Melihat wajah terkejut mereka. Wanita itu tersenyum licik dan juga bersandar semakin malas.


"Jangan kalian pikir aku mudah di ganggu. Tenang saja, aku cukup tahu dimana saja kalian memang jebakan!" Saat mengatakan itu, dia mulai berjalan ke arah tertentu dan sebuah ular mainan melompat ke bahunya. Dia mengambil dengan tenang. Berjalan mendekati ketiga orang itu dengan senyuman aneh.


"Terlebih lagi aku tidak takut benda ini. Dan perlu kalian tahu, teman baikku bahkan memelihara singa sebagai mainannya. Jika kalian berminat, aku bisa mengantar kalian berkenalan." Bisikannya membuat bulu kuduk ketiganya bangkit.


Kepala pelayan tidak tahu apa yang dia bisikan. Dia hanya mendengar apa yang wanita kuda itu katakan sebelumnya. Dia juga tidak begitu memprotes tentang hal itu.


Dia tahu bahwa tuannya telah menikahi wanita ini hanya untuk menjadi pengawas bagi anak-anak ini yang sangat nakal.


Sudah lebih dari sepuluh pengasuh yang pergi dengan tangisan dan sekarang tidak ada yang berani menjadi mengasuh mereka lagi. Bahkan kepala pelayan tidak bisa bertahan lebih lama lagi ketika terus diganggu oleh tiga bola itu.


Wanita yang hebat ini dia sendiri yang mendapatkan informasinya. Dia sebagai kepala pelayan juga mengenal banyak sejenisnya.


Dia bertanya tentang agen pengasuh terbaik dari teman teman sebayanya.


Tidak peduli apa yang wanita itu lakukan diawal. Tuannya hanya meminta dia untuk mengawasi wanita itu untuk tidak membahayakan anak-anak saja. Dan selama itu masih di batas wajar, maka biarkan wanita itu bertindak sesuka hatinya.


Wanita ini memang hebat. Tapi dia juga sangat licik. Dia tidak mau menjadi pengasuh tidak peduli seberapa besar gajinya yang ditawarkan.


Dia bilang dia bisa mengubah yang bandel menjadi penurut dengan caranya tanpa melakukan kekerasan fisik. Semua aman selama ada kepercayaan.


Tapi, dia tidak suka uang. Dia ingin hak gono-gini. Ya, wanita itu ingin setengah dari kekayaan tuannya.


Siapapun tidak akan melakukan hal sebodoh itu hanya untuk anak mereka yang nakal. Tapi, di luar dugaannya, tuan mereka menyetujui hal itu.


Dan apa yang tuan mudanya katakan saat itu. "Hak gono-gini hanya bisa diberikan setelah suami menceraikan istrinya. Jadi, jika dia menginginkan hal itu, mereka harus menikah."


Yang lebih mengejutkan pelayan itu. Bahkan wanita itu dengan mudah setuju. Dia benar-benar linglung kala itu. Tapi, dia tetap menyiapkan pernikahan mereka dengan baik walau dia agak tidak terima.

__ADS_1


Saat selesai berbisik, dia mengangkat kepalanya dengan tinggi. Menepuk bahu yang tertua, "patuhlah!" Ujarnya lalu dia berbalik dan akan menaiki tangga.


"Oh, jangan menangis menelpon ayahmu untuk mengadu ini dan itu. Karena itu hanya akan sia-sia, dia pergi keluar negeri selama enam bulan bukan tanpa alasan. Tapi karena dia sengaja meninggalkan kalian dibawah pengawasan ku."


Wanita ini adalah Aigiee yang baru saja di gosipkan oleh Kleine dan Piscel sebelumnya.


Dia memang menikah karena kontrak kerjasama sementara. Dia tidak ingin teman-temannya tahu karena baginya tidak perlu. Setelah enam bulan mereka akan bercerai, jadi dia pikir itu bukanlah hal yang rumit.


Dia tidak tahu bahwa teman baiknya itu sudah sangat mengkhawatirkan dirinya. Dengan halus dia membuka pintu tanpa masuk. Seperti yang dia duga. Ada cat merah yang tumpah dari atas. Di lihat dari catnya bisa tahu kualitas cat itu sangat baik dan tidak mudah di bersihkan.


Dia tidak marah hanya tersenyum dan melirik danau darah di lantai.


"Pelayan!" Teriaknya lantang, segera dua pelayan datang dari dua arah yang berbeda.


"Ya nyonya!" Jawab keduanya kompak dengan gugup.


Mereka melihat apa yang sedang dilirik wanita muda itu. Keringat dingin langsung jatuh di dahi mereka berdua. Para tuan muda telah berulah lagi.


"Bereskan semua ini. Oh, tidak biarkan ketiga anak itu tangan datang dan membersihkannya!" Ujar Aigiee tanpa ragu sedikitpun. Tapi, pada pelayan tidak seberani itu untuk menguat tuan mereka mengerjakan hal ini.


"Kami akan membersihkannya sendiri nona, ini mudah tidak perlu merepotkan tuan muda!" Jawab keduanya dengan keringat dingin yang terulur mengalir ke lantai.


"Oh, apa kalian pikir perintah tuan kalian bahwa perintahku lebih mutlak di banding tiga bocah itu sudah tidak berlaku karena dia tidak disini?" Tanya Aigiee dengan senyum misterius.


"Ah, tidak nona... Ini...kami...itu...!" Mereka mencoba menjelaskan, tapi tidak tahu harus mengatakan apa.


Sekarang mereka sedang berada dalam situasi yang rumit. Di satu sisi adalah anak tuan mereka. Disisi lain adalah istri taun mereka. Mereka bingung harus mematuhi yang mana.


Di lihat dari segi umur, seharusnya mereka mematuhi perintah dari Aigiee. Tapi, dari yang paling lama berkuasa, itu adalah para tuan muda.


###

__ADS_1


Besok adalah Senin, selamat beraktivitas buat besok. Cepet tidur gih! Jangan lupa hari esok masih ingin mengejutkanmu😘


__ADS_2