
Para pelayan itu masih membungkuk dan tidak ada yang berani bergerak.
Aigiee adalah orang yang sangat sabar. Dia tidak marah sama sekali, justru saat ini dia tampak sangat bahagia dengan senyum nakalnya.
"Ya, kalian bisa berkemas sekarang!"
Hanya satu kalimat itu telah berhasil membuat kedua pelayan itu panik.
"Ampun nyonya! Tolong jangan pecat kami!" Teriak keduanya, bersujud dengan kepala yang di hentakkan ke lantai.
"Panggil ketiganya dan buat mereka membersihkan semua kekacauan ini. Jika melakukan itu saja tidak bisa maka enyah!" Ujarnya dengan dingin, berbalik dan masuk keruangan yang ada di sebelahnya.
Kedua pelayan itu tidak tahu harus berbuat apa. Apapun yang mereka lakukan saat ini pasti akan kena imbasnya. Jika tidak di pecat, para tuan muda akan membalas dendam pada mereka nantinya.
Jika mereka tidak melakukan hal itu mereka pasti akan di pecat.
Setelah berpikir lama. Lebih baik membersihkan hal itu sendiri dan mengatakan bahwa para tuan mudalah yang telah membersihkannya.
Mereka memutuskan dengan matang, lalu melirik pintu yang masih belum terbuka juga. Mereka berdua bekerjasama. Satu mengawasi pintu. Satu mulai membersihkan dengan cermat.
Aigiee yang berada di depan komputer tersenyum.
Tapi dia tidak keluar ataupun menghentikan dua wanita penakut itu.
Aigiee melirik mobil yang baru saja dia dapatkan dengan mudah dan tak lupa surat tanah yang telah lama menjadi incarannya.
Dia tertawa pelan.
Sebenarnya dia sangat tidak puas hanya dengan mendapatkan ini. Oh, andai saja dia bisa memeras Kleine dengan cara yang sama. Akan sangat menyenangkan jadinya. Dia akan bisa menguasai banyak tanah istimewa di negara ini.
Haiiis...
Memang sangat di sayangkan. Coba saja Kleine adalah pria! Pikiran Aigiee mulai terbang menjauh.
__ADS_1
Tapi, setalah melihat tiga bocah nakal itu. Senyum Aigiee yang ada sempat hilang itu mulai kembali lagi.
Ya, dia sebenarnya sangat tidak menyukai anak-anak. Tapi dia baru-baru ini mengemari kegiatan mengasuh anak orang kaya.
Siapa yang peduli dengan anak yang nakal dan tidak terkendali. Selama itu adalah dia yang mengawasi, tidak akan ada yang berani menjadi nakal.
Dia juga tidak peduli dengan statusnya yang janda setelah enam bulan kemudian. Lagipula sangat bagus bisa memiliki tempat bersembunyi. Dan pria kaya yang bodoh ini tidak banyak menuntut kecuali hubungan di atas kertas.
Aigiee tidak tahu langit mana yang sedang merestuinya. Tapi, dia tahu Tuhan sangat murah hati dan membuat dia kaya dalam sekejap mata.
Karena sudah mendapat tanah incarannya. Aigiee memutar kunci mobil dengan jarinya dan berdiri. "Ayo melihat-lihat!" Ujarnya dengan senyum manis.
Saat dia keluar, dia melihat dua pelayan itu berdiri di depan pintu kamar. Mereka cukup teliti, tidak ada keringat tanda telah bekerja keras. Tidak ada juga bercak merah dari cat yang di bersihkan.
"Kami sudah memerintahkan tuan muda untuk membersihkan nya nyonya. Sekarang mereka sedang mandi!" Lapor salah satu dari mereka.
Aigiee menunduk karena pelayan itu sedikit lebih pendek darinya.
"Kau pikir aku tidak tahu?" Bisiknya dengan suara halus. Membuat bulu kuduk keduanya berdiri sama tinggi.
Apalagi saat mereka melihat para pelayan yang membersihkan cat dengan wajah kesusahan. Tapi, mereka tidak tahu bahwa pelayan itu susah karena telah di perintahkan untuk meminta ketiganya membersihkan cat itu sendiri.
"Kalian bisa kemasi barang kalian."
Keduanya langsung memeluk kaki Aigiee. "Ampun nyonya tolong jangan pecat kami. Kami salah, kami akan melakukan apapun tapi jangan pecat kami."
Tidak peduli seburuk apapun mereka berlutut ataupun mengemis. Aigiee tidak ragu dan merasa luluh. Perasaan menindas yang lemah justru semakin membuat Aigiee senang.
"Apa kalian tidak mendengarku? Pergi!"teriak Aigiee dengan santai.
Mendengar keributan dari lantai dua. Kepala pelayan datang, bahkan tiga bocah nakal itu juga datang untuk melihat keseruan.
Tapi ketiganya langsung terkejut saat melihat hal ini. Karena Aigiee jelas masih memakai pakaian yang sama dan tidak ada bekas cat sedikitpun saat ini. Tidak mungkin ada yang bisa melepaskan cat minyak dari rambut secepat itu bukan?
__ADS_1
"Ada apa nyonya?" Tanya kepala pelayan mencoba menengahi.
"Pelayan di perkerjakan untuk mematuhi perintah dari tuannya. Karena mereka sudah tidak patuh lagi, maka pecat saja!" Ujar Aigiee dengan tenang.
Kepala pelayan itu melirik dua pelayan yang terisak untuk bertanya apa yang sedang terjadi. Ketiga bocah itu juga menatap para pelayan dengan bingung.
Meskipun mereka tidak kasihan sama sekali. Tapi mereka juga ingin tahu apa alasan pemecatan ini. Baru beberapa menit ayah mereka pergi dan wanita jahat ini sudah memulai rencananya?
Apanya yang tidak kan menjadi ibu tiri yang jahat? Apanya yang tidak akan menjadi ibu dari bawang putih? Itu jelas ingin menjadi ibu dari Cinderella yang lebih buruk lagi!
Memecat para pelayan dan perlahan akan menguasai mereka. Membuat ayah mereka tidak bisa pulang selamanya dan menguasai seluruh harta mereka. Kedua tangan mereka terkepal erat dengan kedua bola mata yang penuh kebencian.
Merasa tatapan penasaran dari semua orang dan bahkan ada beberapa pelayan lain dan juga koki. Aigiee tersenyum manis, "Berani berbuat tentu saja harus berani bertanggungjawab!" Ujarnya sinis dan menatap ketiga bocah itu dengan seringainya.
Ketiganya baru pertama kali di tatap begitu mengerikan. Bahkan ayah mereka tidak pernah menatap mereka sampai segitunya. Tapi, tatapan wanita ini sangat mengerikan!
Melewati mereka, dia menatap kepala pelayan yang masih bingung dan juga ikut menatap tiga bocah.
"Jadi, aku meminta dia pelayan ini untuk memanggil pembuat ulah untuk membereskan kekacauan yang mereka buat. Tapi, bukannya menjalankan perintahku. Mereka malah membersihkan cat itu sendiri. Dan pelayan yang sudah mulai membangkang harus segera di potong agar tidak bertunas lagi."
Semua orang menatap wanita muda itu dengan kaget. Lalu mereka melirik pada kamar wanita muda itu. Memang masih ada sedikit bekas cat merah di sana. Mereka bisa menebak apa yang terjadi dalam sekejap. Lagipula mereka tidak akan begitu bodoh setelah membaca hal yang sama berulang kali kan?
Tapi pikiran mereka yang liar tidak bisa terbawa keluar. Tidak ada yang berani menatap benci pada tiga anak nakal itu.
Sedangkan ketiganya yang menjadi target merasa kesal. Rencana mereka gagal lagi dan lagi!
Kepala pelayan mencoba untuk membela kedua pelayan itu. "Tapi ini baru pertama kali mereka melanggar. Saya harap nyonya bisa memberi mereka keringanan!" Mintanya penuh hormat.
Meskipun dia adalah kepala pelayan yang sudah menjabat begitu lama. Tapi, kuasa Aigiee saat ini memang lebih besar dari dirinya. Siapa yang menjadikan wanita ini meminta setengah dari harta tuan mereka!
"Ya bisa saja!" Ujar Aigiee baik hati dengan senyum tulus. "Asal mereka berlutut dan memohon maaf padaku!" Perkataan ini membuat semua orang terkejut.
"Kau pikir kau siapa!" Teriak ketiganya kompak.
__ADS_1
###
Siang my love😘 Jangan lupa makan siang yang banyak ya! Biar kuat kerjanya nanti😁