Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Forty Two


__ADS_3

"Tapi tidak baik untuk seorang gadis pulang sendirian!" Ujar Geon mengingatkan dengan ramah saat kata-kata itu terbesit di benaknya.


Delora akan membantah, tapi geon teringat kejadian tadi sore dan langsung berkata. "Lingkungan disini tidak seaman kompleks itu!"


"Aku bisa memesan taksi online, atau meminta sopir untuk menjemputku!" Balas Delora dan memperlihatkan layar hitam teleponnya pada Geon.


"Tapi mungkin mereka akan datang terlambat, sopirku sudah menunggu sejak tadi di depan dan tidak perlu menunggu lagi."


Berulang kali Goen mencari cara dan berbagai opini dan berulang kali juga Delora menolaknya.


"Aku sudah punya pacar!" Ujar Delora memotong berbagai kata Geon yang sepertinya tidak akan pernah berhenti.


Dia berhasil, Geon menatap dia dengan pandangan mati.


Senyumnya menjadi sangat kaku saat dia menatap sedih pada Delora yang membuang muka dengan datar.


***


Kleine terus melihat ke belakang karena dia merasa ada seseorang yang mengikutinya. Tapi, meskipun sudah berulang kali dia menoleh dan bahkan berbalik, dia tetap tidak bisa menemukan penguntit itu.


Dia juga sudah melakukan banyak cara agar lepas dari penguntit itu, tapi sepertinya itu adalah penguntit tingkat ahli. Sehingga sangat sulit baginya untuk menemukan orang itu.


Untunglah kleine bertemu tempat yang sangat bagus. Dia masuk ke toilet umum yang tampak banyak orang disana.


Mengapa Kleine sangat menyukai pakaian yang Bles buat?


Tentu saja karena bahan yang di gunakan sangat nyaman dan mudah berubah sesuai pengaturan Kleine.


Menyiramkan air pada pakaian, warna yang semula hijau tua menjadi kuning muda yang cerah.


Lalu Kleine melepas topengnya dan meniup topeng itu sehingga bentuknya menjadi seperti tas yang unik.


Tidak sampai di situ saja, Kleine mengikat rambutnya yang terurai dan melepas kalung juga gelangnya. Gelangnya yang untuk dia putar dengan jari telunjuknya berapa kali sebelum gelang itu mengecil dan berubah menjadi cincin yang tebal dan sangat indah.


Sedangkan kalungnya Kleine melilitnya beberapa kali pada tangan kirinya.

__ADS_1


Karena semua barang Kleine selalu di pegang oleh Delora, bahkan dia tidak membawa satupun lipstik ataupun alat makeup untuk dia mengubah hiasan wajahnya.


Rok yang terlalu panjang telah Kleine lipat menjadi setinggi lutut. Dia mengikat dua ujung rok yang terbelah itu.


Merasa penampilannya cukup baik, Kleine keluar dari bilik toilet paling akhir dan melihat seorang sedang mencuci tangannya.


"Ekhm, nona bisakah anda meminjamkan saya lipstik anda?" Ujarnya dengan sopan, "aku sepertinya lupa tempat meletakkan punyaku, sedangkan hari ini aku sedang kencan buta!" Lanjutnya dengan malu.


Seseorang yang Kleine minta adalah bibi berumur tiga puluh tahun. Saat di panggil nona oleh Kleine dia tersenyum malu dan mengeluarkan lipstik dari tas nya dan mengulurkan tangan ke depan Kleine.


"Tentu saja!" Ujar wanita itu tersipu sangat senang.


Kleine tersenyum senang dan mengucapkan terimakasih. Lalu dia mengaplikasikan lipstik merah ke bibirnya dengan pelan. Setelah selesai dia langsung mengembalikan benda itu pada wanita yang selalu mengamati gerakannya. Setelah mengucapkan terimakasih lagi, Kleine dengan tas kecilnya yang unik pergi keluar toilet dengan tenang.


Saat di berada di luar, barulah Kleine menyadari bahwa orang yang mengikutinya barusan adalah pria mesum yang telah dia temui dua kali dalam kesialan. Sekarang Kleine benar-benar yakin bahwa tuan muda Lion yang terhormat itu adalah pria yang mesum.


Penghargaan dia selama ini sangat di jatuhkan oleh tiga kali pertemuan ini.


Lion melirik jamnya dengan malas. Dia sudah menunggu dengan malas bersama dinding yang di tompang. Kepalanya sesekali akan menoleh ke arah toilet wanita untuk melihat apakah nona Greens yang tadi dia ikuti akan keluar.


Lion tidak akan pernah menyangka dan mungkin tidak akan percaya jika orang yang saat ini melaluinya adalah orang yang telah dia tunggu selama lima belas menit. Lion hanya mengamati wanita itu yang perlahan pergi tanpa menyapanya seperti kebanyakan orang yang tadi mencoba menyapa dia.


Lion sedikit memiringkan kepalanya saat dia mengamati punggung wanita yang telah pergi itu. Dia hanya meras gaya wanita itu sedikit akrab. Tapi, dia tidak tahu dengan siapa wanita itu tampak mirip.


Dan ini untuk kesekian kalinya Lion merasa beberapa gadis menjadi sangat familiar bagi dia.


Saat Lion sudah tidak menatapnya lagi, Kleine berhenti dan tersenyum dengan licik. Lalu dia pergi dengan dagu terangkat tinggi.


Mengekori dia? Tidak semudah itu!


Wajah Kleine yang sekarang menggunakan makeup yang sangat berbeda dari wajah naturalnya tadi pagi. Dan pakaiannya sangat berbeda dari yang Lion lihat pada nona Greens. Dan yang paling penting, tadi saat dia pergi, nona Greens hanya membawa handphone saja.


Tidak mungkin dia bisa berubah begitu cepat kan?


Itu sebabnya Lion tidak pernah menghubungkan wanita yang baru lewat dengan nona Greens yang misterius.

__ADS_1


Lion terus melirik jamnya dan menunggu di depan toilet wanita untuk waktu yang lama. Tapi, nihil! Tidak ada tanda-tanda nona Greens akan keluar.


Sementara itu, nona Greens yang di tunggu-tunggu sudah berjalan jauh dari toilet umum.


Karena dia sangat kesal dengan Delora dan juga dia tahu bahwa pria mesum adalah tetangga barunya. Kleine memutuskan untuk pulang ke villa tempat dia menyimpan Cuttie saja.


Dia tidak ingin ada kebetulan lain yang membuat Lion melihatnya lagi.


Lagipula dia sudah bertemu Lion dengan wujud yang berbeda tiga kali. Dia tidak ingin rahasianya menjadi begitu mudah terungkap.


"Adalah baik untuk menggunakan bahan ini untuk selalu berjaga-jaga."


Kleine berbisik pelan sembari melirik gaunnya yang sudah kembali ke warna hijau seperti sebelumnya.


Seorang wanita berpakaian profesional menghampiri Lion yang masih bersandar malas di dinding.


"Tuan!" Sapanya hormat.


Lion yang masih empat jam tangannya menoleh. Dia melihat gadis formal di depannya dan menunjuk ke arah toilet wanita.


"Kau lihat apakah nona Greens masih di dalam!" Perintahnya ringan dan langsung mendapat anggukan dari wanita itu.


Melihat wanita itu pergi dengan tenang dan kembali dengan wajah yang sama saja. Lion mendapatkan laporan yang sangat unik.


"Lapor tuan, di dalam hanya ada beberapa wanita muda berumur belasan tahun. Tidak ada nona Greens ataupun bekas pakaian ganti!" Lapor dengan jelas.


Alis Lion menyatu dengan kesal, dia menggoyangkan tangannya dan meminta wanita itu segara pergi.


Sepertinya Lion tahu siapa di antara orang-orang tadi yang merupakan nona Greens.


Wanita berpakaian kuning tadi haruslah nona Greens. Mengingatnya membuat Lion mengutuk dalam hatinya dengan kesal. Tapi, setelah dia pikir lagi, bukankah sekarang dia bertetangga dengan nona Greens?


Jadi pasti akan ada banyak kesempatan untuk bertemu dengan nona Greens dan menjadi kenalan baik kan?


Setelah puas.dengab logikanya, Lion berjalan pergi dengan tenang sekarang yang telah menunggu selama lebih dari satu jam itu bukanlah dia.

__ADS_1


__ADS_2