
"Ini sangat luar biasa! Serangan balik yang terlalu kuat!"
"Ya, siapa yang mebtakan bahwa nona Greens sedang bersembunyi karena takut dengan musuh? Ini hanya menunggu untuk membuat lubang yang sama!"
"Aku sudah menduga hal ini tidak mungkin seperti yang di beritakan!"
"Aneh sekali? Bukankah mustahil bagi bos besar untuk peduli pada perusahaan kecil? Apakah ini hanya mencari kambing hitam saja?"
"Aku tidak pernah tahu bahwa ratu film kita memiliki kembaran?"
Berbagai spekulasi telah memenuhi area komentar.
Meskipun ini masih belum merupakan jam paling aktif di dunia internet. Tapi, sebagian siswa telah pulang dan menghangatkan berita. Perlahan berita itu tidak memerlukan Kleine lagi untuk meningkatkan nya. Yang perlu Kleine lakukan hanyalah agar berita itu tidak menghilang begitu tiba-tiba sekarang.
Azel tidak tahu bahwa internet sedang heboh tentang serangan balik saat ini. Dia berdiri di depan dua suami istri yang menatapnya dengan pandangan yang sedikit tidak wajar.
"Kalau begitu tuan tua bisa tenang!" Ujar Toni dan menyambut tangan tuan tua Carlos dengan bahagia.
"Nah, nak Azel juga selamat bergabung!" Ucap Jaena, dia mengulurkan tangannya berharap bisa menyentuh tangan anaknya setelah sekian lama.
Azel meliriknya dengan jijik dan tidak membalas uluran tangan itu.
Jaena membeku, tapi dia hanya tersenyum maklum dan menarik kembali tangannya.
"Saya akan memberikan dana yang cukup selama kalian memperlakukan cucuku dengan baik!" Ujar tuan tua Carlos dengan angkuh. Dia mengangkat tangannya untuk memanggil asistennya yang sejak tadi berdiri di belakangnya.
"Ini adalah imbalan yang telah kami siapkan!" Ujar asisten itu dan menyerahkan sebuah dokumen Yanga di sambut dengan penuh semangat oleh Toni. Dia tidak membacanya, dia hanya menerimanya dengan senang dan mengangguk serta berterimakasih.
"Ini sebenarnya tidak perlu, tapi kami sangat berterimakasih atas kemurahan hati tuan ini!" Ujar Toni dengan wajah tebal.
Tuan tua Carlos mengabaikan lidah Toni yang sedang menjilatnya.
"Kami akan pergi dulu!" Ujarnya kemudian setelah bercakap banyak.
Ketika tiga orang sudah tidak terlihat lagi. Toni langsung bergegas membuka dokumen dan tertawa dengan puas.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Jaena penasaran dan mencuri intip.
"Ini memang pantas untuk reputasinya sebagai orang kaya!" Ujar Jaena setelah melihat apa yang telah di lihat suaminya.
__ADS_1
Meskipun sebelumnya mereka tidak puas karena Azel tidak mengenal mereka dan memandang rendah mereka. Tapi, untuk hadiah ini dan juga setelah ini mereka akan terus bertemu dengan Azel. Mereka sudah sangat puas.
Setelah ini akan ada banyak kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan hubungan.
Azel yang baru saja keluar melihat ke belakang sekali lagi. Dia merasa bahwa pandangan kedua orang tadi sangat mencurigakan.
Tapi, dia tidak tahu apa hubungannya dengan dia. Jadi dia memutuskan untuk mencari tahu setelah ini. Dia merasa akan buruk jika dia tidak menelusuri masalah ini.
Kleine baru bersantai setelah semua orang pulang kerja. Setelah ini, bahkan jika perusahaan itu bisa menghapus beritanya. Dia yakin semua orang tidak akan begitu bodoh dan masih merusak reputasi perusahaan miliknya.
Dia bersandar di kursi malasnya dan melihat berbagai pendapat orang lain.
Perlahan, tanpa perlu Kleine keluarkan. Orang lain sudah membantu menggali berita tentang arti kecil yang di fitnah. Dan juga tentang wanita yang mirip dengan ratu film Cayana.
Semua orang menyelidiki nama yang terdapat pada check ini di hotel. Meskipun sudah di sabotase. Tapi, penggemar ratu film tidak hanya orang miskin saja. Ada juga bangsawan gila yang telah mengemari dia sejak lama.
Jika bukan karena dia baru pulang dari luar negeri siang ini, dia tidak akan tahu bahwa artis kesayangannya sedang di hujat oleh orang lain.
Jadi, meskipun dia lelah, dia langsung mencari berita dan memutuskan untuk berperang.
Perlahan, berita itu telah muncul satu-persatu dan tidak ada yang bisa menekan berita itu lagi.
Lion melihat surat pengacara mulai muncul satu demi satu untuk menuntut orang yang menyebarkan rumor tentang artis kecil itu. Bahkan orang yang mirip dengan ratu film telah menjadi tempat pelampiasan.
"Ini jelas tidak mirip! Orang ini hanya melakukan operasi plastik untuk menjadi mirip dengan ratuku!"
"Kenapa aku tidak tahu bahwa ada orang seperti ini di industri hiburan?"
"Kenapa dia diam saja! Keluar kau..."
Semua orang sangat marah dan menuntut agar orang itu keluar.
Lion awalnya ingin bertemu dengan klien hari ini. Tapi, karena dia menyaksikan hal yang menarik ini. Tentu saja dia tetap akan bertemu dengan klien.
"Atur tempatnya!" Ujarnya pada Geon yang berdiri di sampingnya dengan wajah berseri.
Geon yang masih asik menyaksikan berita di internet membeku setelah mendengar suara Lion.
Hei... Dia tidak bisa ikut menyerang lagi karena harus bekerja.
__ADS_1
Geon mengirim emoticon semangat ke kotak percakapannya dengan Delora. Setelah menunggu beberapa menit dan masih tidak menadapat tanggapan, Geon hanya bisa menyerah dan menyiapkan pertemuan di sebuah kafe.
"Hallo!... Iya!" Ujar Geon pada ujung telepon.
Lion melihat berita itu sekali lagi lalu dia melihat kontak Kleine.
Hei... Dia harus cepat menyelesaikan pertemuan ini agar dia bisa memasak langsung di dapur rumah Kleine.
"Ada apa?" Suara di ujung sana tampak dingin dan membosankan.
Bukannya sedih, Lion tersenyum kecil.
"Aku ada pertemuan penting sore ini, jadi tidak sempat memasak di rumah. Aku sudah memesan bahan-bahan makanan tangan akan sampai dalam waktu tiga puluh menit, tunggu aku dua jam lagi. Aku akan kesana nanti... Sampai jumpa!" Lion langsung menutup telepon setelah mengatakan itu tanpa menunggu jawaban dari Kleine.
Setelah telepon tidak lagi terhubung, Kleine melihat sesuatu yang membuatnya terkejut.
Kapan ada log panggilan yang begitu lama ini!!!
Dia memikirkan telepon miliknya yang kehabisan baterai tadi pagi dan menghubungkannya dengan log panggilan ini.
Pantas!!! Pikirnya dengan kesal.
Dia ingin memaki pria itu mesum karena menelepon dirinya saat dia sedang tidur.
Tapi, dia tidak tahu kapan dia mengangkat panggilan dari pria itu. Seharusnya itu saat dia sadarkan? Tidak mungkin tangannya bergerak begitu kebetulan saja kan?
Kleine mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Tapi, sebaik apapun dia mencoba, tiga masih tidak berhasil mengingat hal semalam.
Sepertinya ingatannya memang semakin memburuk baru-baru ini. Dia tidak tahu apa yang salah, bukankah olahraga nya masih teratur?
Lion cukup puas setelah mendengar suara Kleine, dia yang telah kehilangan energi seperti telah mendapatkan energi lagi.
Dia merapikan jasnya dan berjalan ke luar ruangan.
Kleine kesal saat ini, dia merasa ingin membatalkan kesepakatan miliknya dengan Lion. Tapi, mengingat makanan lezat buatan Lion terlalu rugi jika di abaikan.
Jadi, Kleine hanya bisa bertahan untuk satu bulan ke depan saja.
Ya, hanya satu bulan saja kan?
__ADS_1
###