Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Thirty


__ADS_3

Setelah puas bermain lari-lari dengan Cuttie. Kleine berjalan mendekati Bles dan Jefri yang duduk di loteng dengan mangkuk besar popcorn. Dia menerima handuk dari pelayan dan mengelap keningnya dengan lembut sebelum meletakkan handuk itu ke nampan yang tadi dipegang oleh pelayan wanita itu.


Dia juga mengambil tisu basa untuk mengelap tangannya yang kotor karena bermain di taman. Lalu, dia mengambil satu popcorn yang ada di mangkuk dan melemparkannya ke udara. Setelah itu mulutnya dengan lihai menangkap popcorn yang nyaris jatuh ke permukaan.


"Ayo makan siang!" Ajak Kleine pada dua orang yang melihatnya dengan penuh rasa kagum.


Setelah mengatakan itu, Kleine langsung masuk ke dalam rumah diikuti oleh tubuh besar Cuttie. Tangan Kleine terulur untuk mengelus kepala Cuttie yang terus menabrak lengannya.


Bles berdiri dan menepuk celananya untuk menghilangkan debu yang barangkali menempel karena dia telah duduk sembarangan di lantai. Lalu, dia berjalan mengikuti jejak Kleine dan Cuttie. Dia menoleh sejenak karena merasa tidak ada yang mengikutinya. "Apa kau tidak ingin masuk?" Tanya Bles pada Jefri yang tampaknya tidak berniat untuk masuk sama sekali.


Jefri menoleh ke arah Bles yang bertanya pada dia. Dia melihat mangkuk di tangannya dan membawa mangkuk itu berjalan menuju Bles yang sedang menunggunya.


Bles hanya mengangkat bahunya dengan cuek lalu berbalik dan tidak sabar untuk makan masakan koki di rumah ini. Perlu diketahui bahwa koki yang tinggal untuk memasak disini adalah seorang koki khusus yang tidak sembarang orang bisa dapatkan.


"Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, tapi yang perlu kau tahu adalah hidupmu dan adikmu terjamin. Sangat singkat dan jelas, setelah itu kau hanya harus terbiasa dengan hidup yang aneh ini!" Saran Bles ketika dia melihat wajah Jefri yang sangat bermasalah.


Jefri mengangguk ringan. Bukan dia memikirkan lagi apakah dia benar-benar telah salah masuk kandang. Tapi, yang sekarang dia pikirkan adalah tentang seberapa cepat dia bisa menyesuaikan diri dengan dunia yang tampaknya sangat baru bagi dirinya yang merupakan orang biasa ini.


Sedangkan, Kleine sendiri sudah duduk di meja makan dengan tenang. Disampingnya Cuttie duduk juga di kursi layaknya seekor anjing peliharaan yang sangat penurut.


Ketika Bles dan Jefri duduk, berbagai hidangan ditampilkan di depan mereka. Bles sangat bersemangat dan sudah mengambil pisau dan garpu di masing-masing tangannya. Jefri sendiri menatap makanan enak didepannya dengan pandangan yang luar biasa kagum.


Cuttie sudah makan dengan kenyang sebelumnya, jadi dia hanya melihat kearah Kleine dari waktu ke waktu dengan santai. Kleine sendiri sudah terbiasa dengan makanan yang begitu mewah ini.


Biasanya bau harum yang menggoda ini sudah cukup memuaskan nafsu makan Kleine yang kecil. Tapi, hari ini semua makanan yang dia lihat tidak nampak menggoda untuk ia makan. Bau harum dari tetangga sebelahnya menjadi racun candu yang tidak baik untuk Kleine.


Melihat dua orang yang sudah sangat bersemangat untuk menyantap makanan di atas meja. Kleine hanya mengangguk, "makanlah!" Ujarnya dengan nada ketus dan cuek seperti biasanya.

__ADS_1


Jefri belum mengambil makanan meskipun Kleine sudah mempersilahkannya. Tapi, Bles tidak begitu. Dia langsung mengambil banyak makanan ke dalam piringnya setelah mendapat izin dari Kleine. Para pelayan yang berdiri di belakang mereka sudah biasa melihat tingkah Bles yang tidak baik itu.


Mereka hanya menunduk dan menunggu jika ada perintah tambahan. Paman Zen bahkan secara khusus berdiri dibelakang Kleine bersiap barangkali Kleine ingin mengambil makanan yang berada diluar jangkauan dia.


Kleine mengambil sayuran yang tampak berminyak dan enak.


Satu mangkuk nasi kecil sudah terletak disebelahnya. Jadi, dia hanya perlu menuangkannya saja ke piring. Melihat Kleine yang sudah mengambil makanan, Jefri juga mengambil makanan secukupnya saja.


Ruangan itu sangat tenang, bahkan tidak terdengar suara dentingan sendok dan piring yang bertabrakan.


Hanya saja mungkin sesekali Bles yang mendesah berulang kali karena kepedasan.


Kleine yang makan dalam diam dan sangat fokus menoleh saat dia merasa udara sangat hening. Didapatinya Jefri yang makan dalam diam dan tenang. Alis Kleine terangkat sebelah dan dia melanjutkan makannya dengan tenang.


Bles sudah mengelus perutnya karena kekenyangan. Jefri juga sudah selesai makan dan mengelap bibirnya yang berminyak dengan tisu. Kleine bisa melihat keanggunan dan keagungan seorang bangsawan pada tubuh tegak Jefri. Jika dibandingkan dengan tuan muda Bles, bahkan paman Zen bisa melihat Jefri lebih berkelas dan lebih tampan seperti bangsawan sejati.


Kleine menunduk dan tersenyum semakin licik. "Sepertinya aku menangkap ikan besar kali ini?" Bisiknya didalam hati.


Setelah meja itu tapi, kedua tangan Kleine dia letakkan di atas meja.


"Aku ingin kau mengantarkan beberapa pakaian hijau ke pondok indah sore ini!" Ujarnya pada Bles yang masih terus mengelus perutnya dengan malas.


Bles terduduk setelah mendengar dua kata kunci itu.


"Apa itu artinya aku bisa masuk ke pondok indah?" Tanya Bles dengan bersemangat, dua tidak menyangka akan bisa datang ke dua tempat indah dan langka sekaligus hari ini.


"Tidak!" Jawab Kleine dengan dingin dan ketus, dia menoleh saat merasa tatapan berbinar dari Cuttie.

__ADS_1


Tangannya yang di atas meja bergeser untuk mengelus kepala Cuttie Yangs angkat lembut dan halus karena rajin perawatan.


Bles langsung tidak senang karena ternyata dia tidak bisa masuk ke sana.


"Kau cukup titipkan pada paman penjaga saja!" Lanjut Kleine dengan tenang, dia menatap Cuttie penuh senyuman.


"Jika tidak bisa masuk maka aku tidak mau mengantarkan bajunya!" Balas Bles ketus dan membuang muka dengan kesal.


Kleine menoleh dan melihat Bles dengan senyum licik. Tubuh Bles langsung merinding seketika saat mata Kleine menatapnya seperti sedang menatap mangsanya.


"Terserah jika tidak ingin!" Ujar Kleine dengan nada yang sedikit aneh, "baru-baru ini aku mendengar Fara style membuat beberapa desain baju hijau yang ukurannya sengaja cocok untukku...." Bisiknya pelan seakan tidak ingin Bles mendengarnya.


Bles yang mendengar nama musuhnya langsung memotong ucapan Kleine, "Tidak! Tidak! Aku bisa mengantarkannya ke penjaga pondok indah setelah pulang dari sini!" Ujarnya bersemangat dengan senyum yang sangat jauh berbeda dari wajah kecutnya tadi.


Kleine tersenyum kecil dan mengangguk ringan. Dia puas dengan tanggapan Bles, padahal sebenarnya dia hanya ingin sedikit menggertak saja.


Tapi, apa yang Kleine katakan memang benar. Baru-baru ini Delora selalu mengatakan bahwa Fara style sangat ingin Kleine memakai pakaiannya. Dia bahkan mencari tahu ukuran tubuh Kleine dengan banyak cara dan berhasil membuat dua pakaian hijau yang sangat modis dan indah.


Sayangnya Kleine tidak tertarik dengan pakaian itu saat ini. Dia masih menyukai pakaian yang Bles buat karena dia sudah mengatakan bahan apa yang cocok untuk tubuhnya pada Bles.


Jefri hanya mendengar dalam diam. Namun, dia juga diam-diam menangkap apa yang sedang mereka bicarakan.


Pondok indah?


Apakah itu adalah perumahan termahal dan tidak bisa sembarang orang dapatkan?


Apakah itu adalah jenis perumahan yang sama?

__ADS_1


Jefri merasa dia telah mengapa sesuatu yang sangat luar biasa di hidupnya. Dia tidak tahu harus senang atau sedih untuk hal ini.


###


__ADS_2