
Sebenarnya jalan yang Kleine pilih adalah jalan yang paling buruk. Tapi, inilah tujuan Kleine. Semakin kuat tembok yang ingin dihancurkan. Semakin baik pula hasil yang di dapat dan dengan ini semua orang akan ragu untuk menyerang mereka ke depannya.
Semua orang sibuk bekerja dan berita itu tidak menarik banyak perhatian. Tapi, tangan Kleine telah beralih akun dari satu ke akun palsu lainnya untuk menaikkan popularitas berita kecil itu.
Tangan Kleine bergerak dan kursi putarnya akan berpindah-pindah teman setiap beberapa detik. Jari-jarinya yang lentik menyentuh beberapa tombol dan pindah beberapa kali.
Setelah para eksekutif perusahaan melihat ada berita kecil yang perlahan naik untuk menyaingi berita yang mereka buat. Mereka langsung berteriak dengan panik.
"Cepat laporkan pada ketua!" Teriak direktur pemasaran pada sekertaris nya. Dia melihat bilah kelajuan dengan alis yang berkerut.
"Cepat hentikan beritanya!!!" Teriaknya pada ahli komputer di depannya.
"Ini tidak bisa!" Ujarnya setelah banyak mencoba tapi masih tidak berhasil menurunkan kemajuan atau bahkan sekedar menghentikan kemajuan itu.
"Aku tidak peduli! Berita ini harus di tekan dengan baik!" Teriaknya dan mulai menelepon teman baiknya yang merupakan seorang hackers.
Sementara itu....
"Sekertaris Di... Gawat! Apakah presiden ada di dalam?" Tanya sekertaris kecil itu pada seorang wanita muda.
"Ya, tapi presiden sedang ada tamu!" Jawabnya dengan bingung setelah melihat wajah pemuda itu yang nampak sangat panik dan tergesa-gesa.
"Kalau begitu tolong sampaikan pada presiden...." Dia berbisik pada sekertaris Di.
Sekertaris itu terkejut dan tidak menunda lagi, dia langsung berbalik dengan cangkir kopinya.
Dia mengetuk pintu, masuk dan meletakkan kopi di depan keduanya.
"Silahkan tuan!" Ujarnya dengan senyum manis pada pria paruh baya yang juga menatapnya dengan senyum tertarik.
Setelah itu, dia mundur dua langkah dan berdiri di belakang bosnya.
Lalu membungkuk untuk membisikkan sesuatu.
Wajah presiden itu langsung mengeras.
***
Kleine yang membuat kekacauan masih sempat menguyah kripik kentang dengan santai.
__ADS_1
Dia melihat pihak lain yang mencoba menekan berita kecilnya dengan tenang. Dia terlalu asik menonton dan tidak menyerang lagi.
Namun, beberapa menit kemudian, Kleine melihat ada alarm dari komputernya. Kleine hanya tersenyum lucu dengan wajah penuh makanan.
Mencoba melacak IP miliknya?
Itu masih tergantung apakah mendapat izinnya atau tidak!
Kleine meletakkan kripik itu dengan senyum remeh, lalu kedua tangannya mulai bermain di keyboard seperti sedang bermain piano.
Perusahaan K.E mendapat libur, dan sangat suram. Berbeda dengan keadaan malam tadi. Semuanya pucat, tapi mereka masih terus bertahan dan kekeh bahwa mereka ingin hidup bersama dan mati bersama.
Mereka menjelajahi internet dan mencoba untuk membuat konfirmasi bahwa itu palsu. Tapi, berita itu di tolak oleh orang lain. Penggemar kulit hitam terus memojokkan mereka dan mulai membuat wajah semua orang putus asa.
Sedangkan, sebagian orang lainnya masih sibuk bekerja.
Tangisan muncul di perusahaan membuat semua orang menjadi kacau. Mereka tidak ingin pergi, perusahaan ini telah membawa mereka ke cahaya di saat mereka sedang terkubur dalam kegelapan. Dan sekarang perusahaan ini akan hancur, mereka tidak akan lepas tangan begitu saja!
"Aku mendapat bukti! Kita pasti bisa."
"Biarkan aku meneruskannya!"
"Ayo berjuang kalau begitu!"
Bukti kecil dari ketidakbersalahan seorang artis kecil terungkap dan mulai tersebar di internet.
Mereka mempertahankan berita kecil itu dan berusaha untuk menaikkan ratingnya.
Awalnya sangat sulit untuk mereka menaikkan berita itu. Setiap kali berita itu punya sedikit populeritas, maka akan ada sesuatu yang menekannya. Sampai mereka menemukan sebuah berita kecil tentang perusahaan besar. Mereka berpikir itu hanya berita yang lewat saja dan tidak peduli.
Lagipula mereka tidak ada hubungannya dengan perusahaan Carlos grup. Jadi, mereka mengabaikan berita itu dan terus mencari bukti.
Namun, beberapa menit kemudian. Mereka menyadari bahwa tidak ada lagi penghalang yang mencegah mereka menaikkan berita.
Awalnya mereka senang dan bersorak serta kembali melawan balik. Tapi, lama-lama mereka menyadari bahwa berita kecil tadi sudah di rating paling atas dan mengusir satu persatu berita buruk tentang perusahaan mereka.
Mereka berpikir bahwa group Carlos sedang mendapat erangan seperti mereka. Siapa yang tahu ternyata ada berita kecil lainnya dimana ada wajah satu artis yang sangat mirip dengan bintang ratu film Cayana di bawah naungan perusahaan itu.
Mereka dengan ganas mulai mencari informasi.
__ADS_1
Delora haus dan ingin mengambil kopi ke pantry. Siapa yang bisa menduga dia akan mendapat panggilan dari salah satu karyawan miliknya.
"Ada apa?" Tanya Delora dengan wajah tetap santai dan ramah.
Untuk orang-orang yang masih ingin bertahan dan berjuang meskipun sudah tahu bahwa perusahaan tidak akan berdiri lagi. Delora menaruh banyak rasa hormat dan pujian untuk mereka.
"Bu, ini luar biasa! Lihat berita ini... Lalu ini dan ini!" Ujar karyawan pria itu dengan penuh semangat.
Delora menatap orang yang begitu bersemangat di depannya ini. Dia mencoba mengingat pemuda ini.
Orang ini adalah anak IT yang telah di rebut Kleine saat dia sedang terpuruk. Bakat pemrograman miliknya tidak buruk, tapi memang lebih rendah dari Kleine.
Delora menatap berita yang ada di di berbagai komputer. Satu berita tentang artis di bawah Carlos group. Satu berita tentang artis itu dari hasil pencarian karyawan miliknya. Lalu di komputer lain ada berita tentang jejak orang-orang yang memposting keburukan artis K.E entertainment.
Delora tersenyum, berita-berita ini dia sudah melihatnya sejak kemarin malam, tapi dia memang pendiam atas perintah dari Kleine. Melihat berita yang mulai tersebar, dia berpikir bahwa ini sudah waktunya berperang.
"Haha... Semuanya, datang dan dengarkan aku!" Teriak Delora dengan tawa puas.
Semua karyawan sudah tinggal sedikit, jadi mereka memang berkumpul di satu lantai. Mereka yang mendengar berita itu langsung berlari ke ruangan tempat Delora berada.
Tidak banyak orang, namun juga tidak sedikit orang. Delora menatap kerumunan yang penuh sesak.
Awalnya ada lebih dari lima ratus orang yang bekerja di perusahaan ini. Ini hanya di perusahaan utama. Dan ada lebih dari lima ratus orang yang bekerja di perusahaan cabang. Itu sudah termasuk artis, penyanyi dan agen serta asisten artisnya.
Namun, itu belum termasuk sutradara, dan tim produksi.
Sekarang yang tersisa hanya empat ratus orang secara bulat, mereka menatap Delora yang berdiri di atas meja.
Semua orang diam dan menunggu apa yang akan dikatakan oleh Delora. Mereka takut, dan juga gugup.
Apakah mereka menyerah dan memutuskan untuk berhenti berjuang?
"Semuanya! Harap tenang dan dengarkan dengan baik. Aku hanya akan mengatakannya sekali ini saja. Jadi pasang telinga kalian dan jangan memotong ucapan ku! Apa kalian mengerti?"
Setelah Delora mengatakan itu, orang-orang yang berbisik menjadi semakin tenang. Tidak ada satupun yang menimbulkan suara bahkan gerakan.
Delora tersenyum puas untuk semua itu. Semakin dilihat, Delora merasa mereka begitu menyenangkan mata.
###
__ADS_1