Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Thirty Eight


__ADS_3

Azel yang kesal dengan kemunculan nona Greens yang menarik perhatian pria idamannya. Juga sangat ingin melihat seburuk apa hadiah yang diberikan oleh nona Greens yang terhormat.


Tapi, matanya benar-benar terbelalak saat melihat hadiah yang sangat...


Nyonya Very juga menoleh penasaran dengan apa yang semua orang tatap. Tapi, begitu dia melihat, dia menjadi sangat terkejut.


Mendengar ******* pelan istrinya, Jhon juga berbalik untuk melihat isi hadiah yang membuat semua orang ternganga itu.


Lion menatap hadiah kecil yang ada di atas nampan. Lalu, pandanganya beralih pada nona Greens yang sedang tersenyum mengejek kearah wanita menor yang tampak sengaja menabrak sekertaris tuan Jhon.


Delora dengan tanggap berpura-pura malu dan menggaruk kedua tangganya dengan permintaan maaf.


"Ah, maaf nona saya lupa memberikan penjelasan sehingga membuat semua orang terkejut."


"Hem, tidak apa-apa. Lagipula ini salahku karena tidak bersiap!" Jawab Kleine dengan pelan.


"Ini?" Tanya nyonya Very menatap dua gadis cantik didepannya sekarang.


"Oh, tadi saat kami kesini. Ternyata tempat tinggal tuan Jhon dekat dengan judi batu yang terkenal di Indonesia ini. Jadi, nona bilang untuk membeli hadiah disana saja. Sebenarnya nona tidak berharap keberuntungan dia begitu kecil hari ini. Jadi kami sangat malu karena hanya bisa memberi nyonya Very sebuah hadiah yang belum dibentuk."


Setelah mendengar penjelasan dari Delora, kali ini semua orang tidak bisa berkata-kata.


Jhon memangil sekertarisnya untuk mendekat dan dia memegang batu giok hijau di atas nampan. Di bawah pandangan mata semua orang, tangan Jhon bahkan sedikit bergetar.


Berbeda dari giok yang biasanya semua orang lihat, giok ini memiliki tekstur yang lebih halus dan sangat berkilau.


"Ini adalah?" Tanya tuan Jhon pada Delora dengan wajah yang luar biasa untuk dijelaskan.


Delora mengangguk,"Meskipun nona tidak mendapat giok Mustika merah delima, kami harap nyonya Very tidak marah hanya karena hanya bisa memberikan giok pirus Persia ini!" Jelasnya dengan tidak enak hati.


Tapi hati semua orang yang mendengarnya menjadi begitu sakit. Semua orang tahu betul harga dari giok pirus Persia yang hanya seukuran jari. Apalagi yang ada di nampan itu adalah sekepalan tangan bayi.

__ADS_1


Apanya yang jajanan jalanan? Itu jelas memiliki harga jual lebih dari lima juta!


Darah di hati semua orang keluar karena terlalu banyak pukulan. Tapi, kebahagiaan itu tidak bisa tanpa bukti.


"Wahhh... Sangat jarang bisa menemui giok pirus Persia ini. Apakah ini benar-benar giok yang asli?" Tanya Azel dengan senyum polos yang sangat penasaran ditunjukkan dari wajahnya.


Semua orang yang mendengar itu sekali lagi menatap Kleine penuh tanda tanya. Apakah itu benar-benar giok yang asli. Lagipula ukuran seperti itu belum pernah ada yang melihat secara langsung.


Meskipun tidak ada yang meragukan kekayaan nona Greens yang misterius ini. Tapi, tadi Delora mengatakan bahwa nona Greens berjudi batu dulu sebelum kesini dan keberuntungannya begitu buruk sehingga hanya bisa menemukan giok pirus Persia seukuran itu.


"Sepertinya nona memang mengalami kesialan besar hari ini, lihat saja nona ini yang mempertanyakan nona kami!" Ujar Delora perihatin dengan nasib malang tuannya. Kepalanya bahkan menggeleng kiri kanan dengan pasrah.


Dalam hati seseorang mengutuk.


"Sial apanya! Itu jelas adalah giok mahal yang tidak bisa semua orang dapatkan dengan seluruh hidupnya!"


Azel terpojok mendengar itu, awalnya dia hanya melakukan itu untuk memancing orang-orang untuk meragukan nona Greens. Dia tidak berharap bukannya menghindar sebaliknya mendapat pandangan tidak bagus semua orang.


Semua orang juga mendukung argumen Azel. Lagipula itu adalah giok yang mahal, siapa yang tidak akan tergoda. Semua kemungkinan bisa saja terjadi.


Seorang wanita yang iri dengan kecantikan nona Greens bahkan maju ke depan dan bertanya dengan sombong. "Ya benar kata gadis kecil ini, meskipun kami tidak meragukan kekayaan nona Greens. Tapi, apakah itu benar-benar giok yang asli, apakah itu bukan yang palsu?"


Melihat kekacauan didepannya. Kleine hanya tersenyum dengan manis, dia tidak berniat ikut campur. Dia sengaja melakukan ini untuk membuat semua orang memandangnya dan membiarkan dia menjadi ratu panggung hari ini.


Dia tidak ingin Azel, Jaena dan Toni mendapatkan kesempatan yang bagus di perjamuan yang bagus ini.


Dia hanya ingin mengacaukan perjamuan dan pulang dengan bahagia setelahnya.


Jadi, biarkan dia menonton dan ditonton dengan baik di panggung meriah tuan Jhon.


Tuan Jhon dian saja saat ini. Dia sedikit ragu apakah yang sedang dia pegang ini adalah yang asli.

__ADS_1


Semua orang juga ingin tahu apakah itu yang asli atau palsu. Bukannya menjawab, Delora justru berbalik dan mengambil satu kursi. Mata banyak orang mengikuti setiap gerakan Delora. Tidak terkecuali saat dia meletakkan kursi itu di belakang Kleine.


Lalu, Delora bahkan mengambil minum dari seorang pelayan yang lewat dengan nampan berisi banyak jus jeruk. Dia mengambil satu untuk Kleine minum, dan yang lain untuk dirinya sendiri minum. Setelah minum, dia berdiri diam dibelakang Kleine tanpa niat untuk menjelaskan.


Wanita yang bertanya itu marah karena pertanyaannya telah diabaikan.


Dia ingin melanjutkan kata-katanya, tapi Kleine membuka mulutnya lebih dulu.


"Memalukan untuk tuan Jhon lihat. Kakiku sedikit tidak nyaman karena berdiri terlalu lama. Jadi, meminta tuan Jhon untuk tidak tersinggung!" Ujar Kleine dengan suara yang tampak sangat lelah dan letih.


Tuan Jhon yang tadinya penasaran menjadi tidak enak karena perkataan Kleine. Sejak Kleine datang memang telah banyak terjadi tragedi, membuat dia bahkan lupa mempersilahkan nona Greens untuk duduk.


Jadi, sekarang dia hanya bisa mengangguk dengan kaku.


Lion juga menatap Geon untuk mengambilkannya sebuah kursi untuk dia duduk. Kafilah dua orang hebat itu duduk berdekatan seperti dua pasangan yang baru saja menikah.


Kleine merasa sangat ingin memukul pria mesum yang duduk disampingnya saat ini. Tapi, dia terlalu malas untuk mengurus orang yang sangat tidak penting seperti Lion.


Kleine berpikir apakah dia perlu menyuruh ibunya mengambil kembali rumah sebelah agar Lion tidak menjadi tetangganya dan setelah hari ini dia tidak akan bertemu dengan pria mesum ini lagi?


Ya, mungkin itu ide yang baik!


Tidak mungkin Kleine yang harus pergi dan menghindari tempat itu kan? Lagipula dia sudah sangat nyaman tinggal di villa kecil yang rindang itu.


Lion merasakan aura tidak senang dari nona Greens disampingnya. Tapi, dia tidak malu-malu ataupun berniat untuk menghindar. Dia justru ingin membuat nona Greens ini semakin kesal dengannya. Rasanya sangat senang melihat wajah nona Greens yang tampak sangat tidak setuju dengan posisinya saat ini.


Geon dan Delora bisa merasakan aura kedua tuannya itu. Satu sangat tenang dan bahagia, dan yang lain tampak sangat kesal dan penuh amarah.


###


Selamat hari raya idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

__ADS_1


__ADS_2